PLN: Listrik Padam Bukan Akibat Sabotase

PLN: Listrik Padam Bukan Akibat Sabotase
Sripeni Inten Cahyani (kedua kanan). ( Foto: B1/Primus Dorimulu )
Euis Rita Hartati / AB Kamis, 8 Agustus 2019 | 13:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membentuk tim investigasi untuk mengetahui secara pasti faktor yang menyebabkan terjadinya pemadaman (blackout) di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, pada Minggu (5/8).

“Peristiwa hari Minggu mengenai pemadaman listrik di sebagian Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta, saya nyatakan bahwa itu sama sekali bukan sabotase. Ini merupakan persoalan gangguan teknis. Namun saat ini kami sedang melakukan investigasi, Kami telah membentuk Tim 9 untuk melakukan investigasi itu. Mudah-mudahan segera diperoleh hasilnya,” kata Pelaksana Tugas Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahayani kepada Berita Satu TV di kantornya, di Jakarta, Rabu (7/8).

Menurut Sripeni, dalam melakukan investigasi, pihaknya akan melibatkan narasumber yang kompeten, baik itu dari universitas dan juga para ahli, supaya hasilnya komprehensif. Hal ini penting dilakukan, karena sistem kelistrikan di Jawa Bali sangat kompleks.

“Jadi bisa dibayangkan sangat kompleks, sehingga kalau kita lihat kejadian hari Minggu kemarin, kejadiannya sangat luar biasa. Kita nyatakan itu suatu musibah. Kita sudah berhati-hati. PLN sudah memiliki program atau emergency plan, tetapi memang yang terjadi itu luar biasa. Kalau ditanya penyebabnya, kami masih dalam investigasi,” jelas Sripeni.

Dia mengungkapkan, terdapat empat saluran jaringan listrik 500 KV yang menghubungkan sistem timur dan sistem barat. Dengan pertimbangan bahwa hari Minggu adalah hari yang memiliki beban rendah, maka PLN melakukan pemeliharaan supaya tetap andal di satu saluran.

”Ternyata, dari tiga saluran, dua mengalami ganguan, sehingga tersisa satu saluran yang tidak cukup kuat untuk menanggung beban, sehingga terjadilah blackout,” katanya.

Pihaknya pun segera melakukan pemulihan secara bertahap, dimulai Minggu sore. Senin pukul 17.00 WIB, pasokan listrik untuk DKI Jakarta pulih. Wilayah Jawa Barat pulih pukul 22.00 WIB dan Banten pukul 22.40 WIB.

“Kami sedang susun langkah kerja supaya kejadian hari Minggu tidak terjadi lagi. Kami menyadari perusahaan pelayanan pada masyarakat , kami mohon maaf, karena dalam melayani masyarakat belum optimal,” tutur Sripeni.

Dia membantah bahwa perusahaan mengalami masalah keuangan, sehingga lengah dalam hal pemeliharaan. “Jadi pemerliharaan tetap dilaksanakan karena ini berkaitan dengan safety,” tegasnya.

Menurutnya, efisiensi di PLN  memang dilakukan dan wajib, sepanjang tidak terkait dengan aspek safety.

PLN sebagai BUMN memiliki kewajiban PSO, yakni melayani masyarakat. Dalam tugas tersebut pemerintah telah mengatur tarif subsidi dan nonsubsidi untuk menjaga tingkat kesehata PLN.

“Karena kalau tingkat kesehatan keuangan tidak dijaga, ini berbahaya, karena ini 100% milik pemerintah,” katanya.

Jika PLN memiliki utang, hal itu merupakan sesuatu yang wajar sebagai perusahaan. “Kita tahu kalau perusahaan memerlukan utang untuk menjalankan investasi, dan itu sah-sah saja,” ujarnya.

Pembayaran Kompensasi
Sripeni juga mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi sementara diketahui bahwa sistem komunikasi yang terputus ikut memperlambat proses pemulihan.

“Jadi kami akan mengambil langkah untuk menata komunikasi. Apa yang harus kita lakukan untuk penguatan komunikasi tanpa harus tergantung pada provider. Artinya dalam sistem ketenangalistrikan, punya komunikasi sendiri,” katanya.

Sementara itu, terkait pembayaran kompensasi kepada pelanggan, menurutnya mekanisme itu sudah diatur pemerintah. Dalam kesempatan itu, Sripeni membantah bahwa biaya kompensasi akan diambil dari pemotongan gaji karyawan.

PLN, lanjutnya, harus memberikan kompensasi, karena tingkat mutu pelayanan tidak terpenuhi. Artinya sebagai perusahaan publik yang harus memastikan masyarakat menikmati tingkat layanan tertentu, apabila tidak berhasil, PLN harus memberi kompensasi.

“Tapi apakah itu dari karyawan, saya tegaskan tidak. Kepada insan PLN jangan khawatir. Fokus bekerja. Manajemen tidak akan melakukan pemotongan yang berkaitan dengan kompesasi kepada pelanggan,” tegasnya.

 

 



Sumber: Investor Daily