10 Hari Lalu, Megawati dan Mbah Moen Berbincang 2 Jam

10 Hari Lalu, Megawati dan Mbah Moen Berbincang 2 Jam
Latar belakang panggung menunjukkan foto Megawati Soekarnoputri dan Maimoen Zubair atau Mbah Moen menjelang pertemuan mereka di Semarang, 14 Februari 2018. ( Foto: Istimewa )
Markus Junianto Sihaloho / HA Selasa, 6 Agustus 2019 | 20:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kabar wafatnya KH Maimoen Zubair atau akrab dengan sebutan Mbah Moen sangat mengejutkan semua pihak, termasuk Presiden RI Kelima yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang baru 10 hari silam bertemu almarhum.

"Ketika saya menyampaikan berita duka ke Ibu Megawati Soekarnoputri, beliau tampak begitu berduka, tidak mampu manahan kesedihan mendalam, dan langsung mendoakan, memohon kepada Allah Subhanahu Wata’ala agar almarhum husnul khatimah," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam keterangannya, Selasa (6/8/2019).

Menurut Hasto, Megawati menceritakan pertemuan terakhir dengan Mbah Moen satu hari sebelum almarhum menunaikan ibadah haji, yakni pada hari Sabtu, 27 Juli 2019.

Dalam pertemuan selama lebih dari 2 jam tersebut, Megawati mengaku merasakan bagaimana Mbah Moen tampil dengan penuh kebijaksanaan ketika membahas hal-hal fundamental tentang berbagai persoalan bangsa.

"Mbah Moen menyatakan komitmennya yang begitu kuat terhadap Pancasila. Tanpa Pancasila tidak ada NKRI," ujar Hasto menirukan apa yang disampaikan Megawati kepadanya.

“Saat itu Ibu Megawati sudah merasakan bahwa pesan-pesan yang disampaikan sangat khusus. Bahkan Mbah Moen juga menyampaikan wasiat terakhir yang disampaikan oleh Beliau dengan disaksikan kedua putra Beliau, antara lain Gus Yasin.”

Bagi Megawati dan keluarga besar PDI Perjuangan, Mbah Moen merupakan sosok ulama karismatik yang benar-benar menjadi sumber keteladan moral.

“Memang Mbah Moen dan Ibu Megawati memiliki hubungan sangat dekat, dan secara periodik mengadakan pertemuan penuh kontemplasi untuk kepentingan bangsa dan bernegara," ujar Hasto.

Megawati telah memberikan arahan kepada seluruh anggota dan kader PDI Perjuangan untuk meneladani sosok Mbah Moen.

“Pak Ganjar Pranowo secara khusus diberikan instruksi untuk memberikan penghormatan terbaik di kediaman beliau, dan memberikan dukungan sepenuhnya kepada seluruh ahli waris yang tengah berduka," kata Hasto.



Sumber: BeritaSatu.com