BPBD Kerahkan Dua Helikopter Padamkan Karhutla di Jambi

BPBD Kerahkan Dua Helikopter Padamkan Karhutla di Jambi
Petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan bersama warga masyarakat berupaya memadamkan api yang melalap kebun sawit di Desa Sipinteluk Kecamatan Kumpeh Ulu, Muarojambi, Provinsi Jambi, Senin , 29 Juli 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Radesman Saragih )
Radesman Saragih / FER Sabtu, 3 Agustus 2019 | 21:05 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Dua unit helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi. Satu unit helikopter rencananya akan dikerahkan untuk pemadaman karhutla dengan menggunakan water bombing (bom air). Sedangkan satu unit lainnya, bertugas melakukan patroli karhutla.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provnsi Jambi, Bahcyuni Deliansyah, menjelaskan, bantuan dua helikopter pemadaman karhutla telah tiba di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Jambi. Helikopter water bombing tersebut baru bisa dikerahkan untuk memadamkan karhutla, Minggu (4/8/2019) besok.

"Helikopter water bombing tersebut akan melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Desa Arang-arang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi. Helikopter jenis MIS MTV Reg EY 225 buata Rusia yang dilengkapi bamby bucket (alat pengangkut air) tersebut mampu membawa 4.000 liter air," kata Bahcyuni.

Menurut Bahcyuni Deliansyah, bantuan helikopter tersebut termasuk cepat dikirimkan BNPB ke Jambi karena pemadaman lahan gambut di Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi sulit dilakukan melalui jalur darat. Luas kebakaran lahan gambut di Kumpeh Ulu tersebut masih cukup luas.

"Luas kebakaran lahan gambut di Kecamatan Kumpeh Ulu, Muarojambi, Sabtu, mencapai 50 hektare (ha) dengan jumlah hot spot sebanyak 41 titik. Luas kebakaran lahan gambut di Kumpeh Ulu, Rabu (31/7) hanya 24 ha dengan jumlah titik api 19 titik," jelasnya.

Bachyuni menambahkan, kebakaran lahan gambut di Muarojambi sulit dilakukan melalui jalur darat karena lokasi kebakaran sulit dijangkau. Kemudian, sumber air di sekitar kawasan lahan gambut yang terbakar sangat sulit. Sedangkan api yang merambat di lahan gambut hingga kedalaman sekitar 1,5 meter cepat meluas karena lahan gambut kering.

"Karhutla di Provinsi Jambi kini terjadi di delapan kabupaten, yakni Kabupaten Muarojambi, Batangari, Tebo, Bungo, Merangin, Sarolangun, Tanjungjabung Barat dan Tanjungjabung Timur," kata Bahcyuni.

Sementara itu, pantauan wartawan Suara Pembaruan di Kota Jambi, Sabtu (3/8/2019) petang,  asap karhutla masih menyelimuti wilayah kota. Selain itu, ketebalan asap cenderung meningkat, dan mulai mengganggu kesehatan warga masyarakat. Selain menyebabkan mata perih, asap menyebabkan banyak warga Kota Jambi yang mengalami batuk.



Sumber: Suara Pembaruan