IBT Efektif Promosikan Wisata Labuan Bajo

IBT Efektif Promosikan Wisata Labuan Bajo
Menteri Pariwisata, Arief Yahya berbicara kepada wartawan di sela-sela turnamen tinju internasional di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Senin (22/7/2019). ( Foto: Willy Grasias )
Willy Grasias / AMA Selasa, 23 Juli 2019 | 10:47 WIB

Labuan Bajo, Beritasatu.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai, International Boxing Tournament (IBT) 23rd President’s Cup atau Turnamen Tinju Internasional Piala Presiden ke 23 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggara Barat, Nusa Tenggara Timur sejak Senin (22/7/2019) adalah bagian dari upaya promosi wisata di wilayah tersebut.

Menurutnya, beberapa tahun terakhir sport tourism atau olahraga turisme sangat efektif dalam mempromosikan pariwisata diberbagai daerah di Indonesia.

“IBT Piala Presiden ke-23 di Labuan Bajo, dalam pariwisata disebut dengan sport tourism. Sport event, yang besar bukan direct impact tetapi indirect impact, media value-nya. Media value yang didapat minimal bisa dua kali lipat dari direct impact turis yang datang, karena dipromosikan oleh media nasional dan internasional sebelum, sesaat, dan sesudah acara,” kata Menteri Arief Yahya dalam sambutan sebelum meresmikan pembukaan IBT, di Labuan Bajo Senin (22/7/2019).

Menurutnya, peserta yang ikut dalam turnamen ini berjumlah 138 dari 28 Negara. "Dari sisi direct impact-nya, jumlah tersebut sangat sedikit. Biasanya event seperti ini bisa mendatangkan lebih dari 1.000 orang. Namun, dari sisi indirect impact, IBT Labuan Bajo, Komodo menjadi perhatian utama sebagai destinasi utama kelas dunia," imbuhnya.

Pada bagian lain Arief Yahya menegaskan, Arief Yahya menilai, wilayah NTT memiliki potensi wisata yang besar, bukan hanya karena alamnya yang indah. “Wilayah ini tidak hanya memilik potensi alam yang indah. Kesenian, sejarah dan budaya juga sangat potensial mendatangkan wisatawan mancanegara. Karena itu ke depan berbagai event internasional akan dilaksanakan di NTT,” katanya.

Ia berharap, penyelenggaraan kegiatan olahraga seperti IBT dapat menjadi pendorong untuk membangun infrastruktur kepariwisataan.



Sumber: BeritaSatu.com