Potensi Gempa Megathrust di Pantai Selatan Jawa, Pemda DIY Siapkan Penanganan

Potensi Gempa Megathrust di Pantai Selatan Jawa, Pemda DIY Siapkan Penanganan
Ilustrasi kerusakan bangunan akibat gempa bumi. ( Foto: Antara )
Fuska Sani Evani / JAS Sabtu, 20 Juli 2019 | 15:13 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Perkiraan akan adanya gempa bumi berkekuatan besar, 8,5 hingga 8,8 SR di Selatan Pantai Jawa, harus dihadapi dengan kesiapsiagaan tetapi tidak panik berlebihan.

Hal itu diungkapkan Sekda DIY, Gatot Saptadi menanggapi analisis pakar tsunami Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Widjo Kongko tentang gempa yang berpotensi menimbulkan gelombang tsunami dengan ketinggian 20 meter di sepanjang pantai selatan Jawa khususnya selatan DIY dari Cilacap hingga Jawa Timur.

Potensi bencana seperti yang dirilis BPPT, ujar Gatot, harus disikapi dengan kesiapan semua pihak terkait yang memantau kebencanaan agar semaksimal mungkin meminimalisasi dampak bencana.

“Memang pasti akan menimbulkan kepanikan, tetapi dari sisi lain, peringatan itu kita butuhkan, untuk membuat pemetaan bencana, hingga upaya-upaya siap siaga kapanpun terjadi bencana, tidak usah menunggu tsunami atau megathrust karena kita tidak tahu kapan terjadi,” ucap Gatot, Sabtu (20/7/2019).

Dikatakan, DIY pernah mengalami bencana gempa bumi besar pada 2006 lalu, sehingga provinsi memiliki protap kesiapsiagaan menghadapi bencana, salah satunya adalah program mitigasi bencana, konsep pencegahan dan penyelamatan dan kesiapan sosial.

Termasuk pemasangan alat early warning system (EWS) untuk mendeteksi bencana, juga sudah dilaksanakan hingga alat peringatan dini, jalur evakuasi, papan penunjuk, dan lainnya di sejumlah pantai di DIY.

Menurut Gatot, alat pemantau gempa atau tsunami ini pun akan memberikan informasi jika ada kondisi darurat, dengan jeda sekitar 30 menit untuk pergi menjauh.

Sementara itu dilaporkan, Gunung Merapi relatif tenang, tanpa aktivitas vulkanik.

Berdasar data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, tingkat aktivitas Merapi masih berada di level Waspada ( Level 2 ).

Sejak pukul 06.00 WIB, Sabtu (20/7) puncak Merapi berkabut dan tidak terpantau adanya guguran lava.

Bahkan sehari sebelumnya, atau sejak Kamis (18/7) cuaca cenderung mendung dan suhu rata-rata di lereng Merapi berkisar antara 13 hingga 19 derajat Celcius.



Sumber: BeritaSatu.com