Pengacara Serang Hakim PN Jakpus dengan Ikat Pinggang Saat Sidang

Pengacara Serang Hakim PN Jakpus dengan Ikat Pinggang Saat Sidang
ilustrasi ( Foto: istimewa )
Fana Suparman / Bayu Marhaenjati / YUD Kamis, 18 Juli 2019 | 18:35 WIB

Jakarta - Seorang pengacara berinisial D menyerang Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) dengan menggunakan ikat pinggang hari ini, Kamis (18/7/2019). Penyerangan ini dilakukan D saat proses persidangan masih berlangsung di Ruang Sidang Subekti.

Jubir PN Jakpus, Makmur menjelaskan peristiwa penyerangan ini. Dikatakan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB atau saat Majelis Hakim yang menangani perkara perdata nomor 223/pdtg/2018/PN Jakarta Pusat antara TW selaku penggugat dan PT PWG selaku tergugat dan kawan-kawan sedang membacakan putusan.

Saat Majelis Hakim membacakan pada bagian pertimbangan putusan yang sudah mengarah uraian pada petitum gugatan ditolak, seorang kuasa hukum TW selaku pihak penggugat berinisial D berdiri dari tempat duduknya dan melangkah ke depan Majelis Hakim. D kemudian menarik ikat pinggangnya dan menyerang Majelis Hakim.

"Sekonyong-konyong menarik ikat pingang dan digunakan atau dijadikan sarana pelaku berinisial D untuk penyerangan terhadap Majelis Hakim yang sedang membacakan putusan," kata Makmur di PN Jakpus, Kamis (18/7/2019).

Serangan yang dilakukan D mengenai bagian dahi Ketua Majelis Hakim berinisial HS. Tak hanya itu, serangan itu juga mengenai Hakim Anggota 1 berinisial HS.

"Penyerangan sempat mengenai Ketua Majelis Hakim bapak HS, pada bagian jidat dan juga serangan tersebut mengenai Hakim Anggota 1 DB," kata Makmur.

Petugas keamanan langsung mengamankan D. Saat ini, D diamankan di Mapolsek Kemayoran. Sementara untuk Hakim Ketua HS dan Hakim Anggota DB yang menjadi korban penyerangan telah melakukan visum di rumah sakit. PN Jakpus belum melaporkan penyerangan ini lantaran masih berkoordinasi dengan Mahkamah Agung (MA).

"Saat ini berlangsung koordinasi antara pimpinan pengadilan dengan Ketua MA untuk menentukan sikap bagaimana tindakan selanjutnya," katanya.

Lihat video: 



Sumber: Suara Pembaruan