Jazz Technotronic, Warna Baru JakJazz 2020

Jazz Technotronic, Warna Baru JakJazz 2020
Para pengisi acara kickoff JakJazz berfoto bersama usai jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Rabu 16 Oktober 2019. ( Foto: SP/Dina Fitri Anisa )
Dina Fitri Anisa / EAS Kamis, 17 Oktober 2019 | 14:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah vakum selama tujuh tahun, festival JakJazz kembali mempersiapkan diri untuk meramaikan festival musik Indonesia tahun 2020. Mengusung konsep Jazz Technotronic, festival ini akan membawa warna baru dalam penyelenggaraannya.

Dikatakan produser JakJazz, Tommy Maulana, konsep baru JakJazz merupakan perpaduan antara musik dan teknologi yang merupakan bagian dari sebuah New Hybrid Jazz Music. Bukan hanya mengarah pada artistik atau aransemen musiknya, tetapi juga pada dekorasi, perangkat audio-visual, maupun tata panggung yang nantinya akan menjadi penentu suasana acara.

"Kami melihat, saat ini perkembangan teknologi memberikan pengaruh yang besar terhadap kreativitas para musisi dalam berkarya.Kami ingin merespons perkembangan zaman yang sudah serba digital, seperti penggunaan alat musik baru untuk membuat aransemen dengan nuansa yang berbeda. Tetapi kami masih terikat dalam satu kesatuan musik jaz yang hybrid, dan mudah beradaptasi dengan jenis musik lainnya,” ungkap Tommy saat jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019).

Semangat inilah yang membawa JakJazz kembali bangkit untuk mendorong dan menginspirasi anak muda agar bisa berkarya lebih kreatif. Meski belum mengumumkan kepastian waktu dan tempat penyelenggaraan festival JakJazz 2020, Tommy terlebih dahulu mengajak pencinta musik untuk mengikuti kick off JakJazz 2020 di Livespace @ Lot 8 SCBD, pada 6 Desember 2019.

Tommy mengatakan kick off konser Jakjazz ini akan diisi aksi panggung sederet musisi jaz senior dan generasi muda. Sebut saja Idang Rasjidi, Abigail Cantika, Barry Ukumahuwa, dan Margie Segers serta musisi ternama lainnya.

"Dengan menghadirkan penyanyi lintas generasi, acara ini tentunya sejalan dengan visi dan misi JakJazz yang ingin mengedepankan semangat penikmat maupun para musisi jaz generasi muda. Tugas kami adalah mengemban tongkat estafet dari generasi sebelumnya,” ungkapnya.

Tommy berharap, dengan kelahiran kembali JakJazz, dapat menjadi wadah lintas generasi untuk bertukar pikiran. Baginya, ini adalah momentum yang sangat tepat untuk menjaga keberlangsungan maupun proses tumbuh kembang ekosistem musik jaz di Indonesia.

Hal senada juga diutarakan oleh musisi senior, Idang Rasjidi. Ia yang mengatakan bahwa, festival jaz tempat di mana para musisi dan penikmat musik melebur dalam alunan musik yang indah. Berbagi cerita juga berbaur bersama.

"Dulu orang menganggap festival sebagai perlombaan, ada yang menjadi juara. Festival adalah tentang kebersamaan, mengapresiasi satu sama lain. Nilai apresasi ini juga salah satunya yang diangkat oleh JakJazz pada mulanya,” terangnya.

Sedangkan dari kalangan milenial, Cantika Abigail merasa bangga memiliki kesempatan untuk mengisi kick off JakJazz nanti. Dirinya berharap penampilannya bisa menghibur banyak orang.

"Aku senang karena JakJazz memiliki semangat yang besar untuk mengusung kolaborasi antar jenis musik dan juga generasi. Ini sesuatu yang baru untuk aku," kata Cantika.



Sumber: Suara Pembaruan