Mengapa Jessie J Menjadi Tren Media Sosial di China?

Mengapa Jessie J Menjadi Tren Media Sosial di China?
Jessie J ( Foto: AFP )
Nurlis E Meuko / NEF Senin, 15 Januari 2018 | 13:40 WIB

Beijing - Penyanyi pop Inggris Jessie J mengguncang China dalam debutnya mengikuti kontes TV Hunan, Singer 2018.

Penyanyi dari Inggris ini sedang tren di media sosial China. Namanya menjadi topik hangat di Weibo dan WeChat.

Maklum, Jessie J adalah kontestan Anglo-Amerika pertama yang ikut dalam pertunjukan terbesar di China itu.

Di Indonesia namanya ngetop melalui lagu Flashlight. Lagu ini meraih lebih 401 juta kali ditonton di Youtube.

Ia ditanyai mengapa memilih bersaing di negara non-berbahasa Inggris. "Yeah, kenapa tidak?" jawabnya.

"Tidak ada yang tidak bisa saya lakukan. Begitulah perasaan di hati saya."

Dia berkata: "Saya berusia 30 tahun, dan saya hanya berpikir, mengapa tidak? Ini adalah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan dan mungkin tidak pernah saya dapatkan lagi dan saya akan bernyanyi seperti yang belum pernah saya nyanyikan sebelumnya."

Jessie J menempati urutan pertama dengan lagunya "Domino", pada episode pertama "Singer 2018" yang ditayangkan pada Jumat malam lalu.

Pendatang baru Hong Kong Tien Chong menempati posisi kedua, dengan hits Mandarin dan Inggris, Dancing Diva dan Lady Marmalade.

Rapper asal China Gai menempati posisi ketiga dengan versinya The Sea Laughs. Bintang musik China Wang Feng, salah satu nama terbesar di line-up, berada di peringkat keempat.

Penyanyi lainnya - Angela Chang dan Sam Lee dari Taiwan, dan Li Xiaodong dari China - tidak diumumkan, namun mereka dalam bahaya dieliminasi pada episode kedua.

Ketika pertunjukan ini masih bernama I Am A Singer, tahun lalu, diva pop Hong Kong Sandy Lam menduduki peringkat pertama.



Sumber: straitstimes.com