Milenial Diajak Pahami Motif Khas Batik Pekalongan

Milenial Diajak Pahami Motif Khas Batik Pekalongan
Peragaan batik Pekalongan pada acara Forum Kafe BCA VI di Jakarta, Selasa (23/5/2017). ( Foto: BeritaSatu Photo / mohammad defrizal )
/ FER Sabtu, 5 Oktober 2019 | 15:40 WIB

Pekalongan, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, mengajak generasi milenial memahami tentang keberadaan motif khas batik Pekalongan dari masa ke masa agar eksistensi batik tetap terjaga dan terpelihara.

Motif Batik Pekalongan

Motif Batik Pekalongan

Wali Kota Pekalongan, Saelany Machfudz, mengatakan, melalui pameran Pekan Batik 2019 diharapkan eksistensi batik sebagai produk budaya sekaligus komoditas ekonomi harus mampu menembus ruang dan waktu.

"Pameran Pekan Batik 2019 ini sebagai ajang mempromosikan batik ke mancanegara dan meningkatkan pemasaran batik secara global, meningkatkan jaringan pasar, dan mendatangkan pembeli dari dalam maupun luar negeri. Oleh karena, generasi muda harus bisa menangkap peluang ini dengan memahami tentang keberadaan motif khas batik," kata Saelany Machfudz, di Pekalongan, Sabtu (5/10/2019).

Baca Juga: Pekalongan Wajibkan ASN Pakai Sarung Batik Tiap Jumat

Menurut Saelany, penyelenggaraan pameran pekan batik ini juga sebagai tujuan meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan luar negeri dengan memperkenalkan komoditi unggulan daerah setempat.

"Saya berharap penyelenggaraan Pekan Batik 2019 ini dapat meningkatkan pemasaran batik di Indonesia dan mancanegara serta dapat meningkatkan ekspor. Momen ini bisa menjadi pengungkit ekonomi masyarakat sehingga dapat meningkatkan daya saing ekonomi, dan menumbuhkembangkan laju perekonomian," tandasnya.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Victoria Boru Simanungkalit, mengatakan, pemerintah mengapresiasi upaya Pemkot Pekalongan dalam upaya mendorong pengembangan kerajinan batik di daerah.

"Kami melihat para pelaku UKM d Pekalongan menunjukkan kreativitas yang baik terutama generasi kedua atau anak-anak milenial. Mereka membuat lukisan dan di batik. Ini menunjukkan bahwa batik tak hanya digunakan untuk ibu-ibu tetapi sekarang semakin fashionable," kata Victoria.

Lebih lanjut, Victoria menambahkan, Pekalongan sebagai Kota Batik memiliki peran cukup besar dalam pemasaran batik secara nasional.

"Tentunya ada kenaikan, tetapi tantangannya yaitu terhadap impor bahan baku. Oleh karena, bersama pemda maka pengusaha dapat manfaatkan program kredit untuk ekspor," tandasnya.



Sumber: ANTARA