Pemkab Bekasi Kenalkan Kancil untuk Transportasi Perumahan

Pemkab Bekasi Kenalkan Kancil untuk Transportasi Perumahan
Mobil Kancil atau Bajaj Qute milik Pemerintah Kabupaten Bekasi. ( Foto: Suara Pembaruan / Mikael Niman )
Mikael Niman / HA Jumat, 20 September 2019 | 01:29 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - ‎Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengenalkan moda transportasi baru, yakni mobil Kancil atau mobil mini dengan merek Bajaj Qute. Kancil akan digunakan di lingkungan perumahan warga Kabupaten Bekasi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi Yana Suyatna mengatakan Kancil ini akan menjadi alternatif warga menggunakan moda transportasi umum. Selain memiliki badan yang kecil, Kancil juga unggul dalam hal kelincahan di jalan macet dan irit bahan bakar minyak (BBM).

"‎Mobil Kancil akan beroperasi di perumahan-perumahan warga," ujar Yana, Kamis (19/9/2019).

Dia mengatakan, saat ini pemerintah daerah masih menyiapkan trayek khusus bagi mobil mungil ini. Pengoperasian Kancil diusulkan oleh Koperasi Anggota Organda (Koanda) Kabupaten Bekasi untuk menjadi angkutan umum di di dalam perumahan, tidak melintasi jalan protokol.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Bekasi, Yaya Ropandi, menambahkan Kancil merupakan angkutan layaknya bajaj di DKI yang membawa penumpang terbatas, tetapi operasionalnya hanya di wilayah pemukiman.

"Lebih cocok untuk angkutan di perumahan," tuturnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menjajal Kancil saat peringatan Hari Perhubungan Nasional 2019. Pria yang kerap disapa Kang Emil ini menaiki Kancil bersama Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja.

"Kendaraan ramah lingkungan merupakan visi Jawa Barat. Sekarang juga kan ada mobil listrik dan motor listrik," ujar Emil.

Sementara itu, Bupati Eka  menambahkan pemerintah daerah terus berusaha mengembangkan transportasi massal di wilayahnya.

"Pemerintah daerah terus mengembangkan transportasi massal bagi masyarakat," tuturnya.

Saat ini, peluncuran Kancil masih menunggu selesai perizinannya. Transmisi mobil kancil menggunakan sequential lima percepatan. Pengendara hanya perlu memindahkan gigi dengan cara mendorong tuas ke depan, seperti sepeda motor bebek manual.



Sumber: Suara Pembaruan