Hyundai Rilis Sedan Beratap Panel Surya

Hyundai Rilis Sedan Beratap Panel Surya
Sedan Hyundai Sonata memiliki panel surya untuk membantu pengisian baterai. ( Foto: New Atlas / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 14 Agustus 2019 | 11:39 WIB

Seoul, Beritasatu.com- Hyundai telah merilis versi hibrida Sonata-nya yang memiliki panel surya untuk membantu pengisian baterai. Seperti dilaporkan BBC, baru-baru ini, pembuat mobil Korea menyatakan hingga 60% dari daya untuk baterai mobil listrik ini  dapat dipasok jika atap matahari digunakan selama enam jam sehari.

Menurut Hyundai, panel akan memberikan daya yang cukup untuk mendorong Sonata untuk 1.300 km selama setahun. Perusahaan berencana untuk menawarkan atap sebagai tambahan opsional pada model lain dalam jangkauannya.

Hyundai menjelaskan penyesuaian hibrida dengan panel yang dapat memanen energi matahari akan meningkatkan efisiensi bahan bakar dan menurunkan emisi karbon dioksida.

Hyundai menambahkan bahwa mobil penumpang berukuran sedang memiliki sistem kontrol mesin yang ditingkatkan untuk memastikan penggunaan energi seefisien mungkin.

Menulis di situs berita Tren Digital Stephen Edelstein mengatakan: "Hibrida seperti Sonata memiliki kemasan baterai yang lebih kecil daripada mobil listrik, sehingga atap tenaga surya dapat membuat perbedaan yang lebih besar dalam pengisian daya.

“Sel surya menambah biaya dan berat pada mobil, dan tidak jelas seberapa efektifnya mereka di dunia nyata,” ujarya.

Hyundai sedang mengerjakan atap surya generasi kedua yang semi transparan untuk membantu menerangi kabin mobil. Seri Sonata yang dilengkapi atap surya akan dijual di Amerika Utara dan Korea. Hyundai mengatakan tidak memiliki rencana untuk menjualnya di wilayah lain.

Tidak ada harga untuk mobil penumpang hibrida yang dilengkapi dengan atap surya telah diberikan oleh Hyundai.

Di Inggris penjualan kendaraan rendah emisi, termasuk hibrida, turun untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, menurut angka dari Masyarakat Produsen dan Pedagang Motor (SMMT), yang dirilis bulan lalu.

SMMT menyalahkan kebijakan yang membingungkan dan penghapusan subsidi yang "prematur" untuk hibrida semacam itu, sebagai faktor dalam penurunan penjualan.

Hyundai bukan produsen mobil pertama yang menggunakan panel surya pada kendaraan. Sistem pengisian tenaga matahari tersedia sebagai opsi pada Toyota Prius, dan kemewahan Karma Revero juga tersedia dengan satu.

Selain itu, perusahaan start-up Belanda Lightyear bekerja pada mobil listrik yang menggunakan panel surya di kap dan atapnya untuk membantu mengisi baterai kendaraan. Mobil Lightyear One diperkirakan akan menelan biaya sekitar 149.000 euro (sekitar Rp 2,4 miliar) ketika mulai dijual pada tahun 2021.



Sumber: Suara Pembaruan