BI: Penguatan Rupiah karena Mekanisme Pasar
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

BI: Penguatan Rupiah karena Mekanisme Pasar

Kamis, 9 April 2020 | 17:45 WIB
Oleh : Herman / Merdhy Pasaribu

Jakarta, Beritasatu.com – Setelah sempat tertekan dalam beberapa pekan terkahir akibat wabah Covid-19, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai bergerak stabil dan cenderung menguat hingga di bawah Rp 16.000.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengungkapkan, penguatan nilai tukar rupiah yang terlihat dalam beberapa hari terakhir lebih banyak disebabkan oleh mekanisme pasar yang berjalan dengan baik, sehingga BI tidak perlu terlalu banyak melakukan intervensi. Menurut Perry, hal ini menunjukkan confindence dari pasar bahwa rupiah akan bergerak sesuai dengan fundamentalnya hingga ke level Rp 15.000 pada akhir tahun.

“Tingkat pergerakan nilai tukar lebih banyak memang karena mekanisme pasar. Bid dan offer di pasar, apakah itu pasar interbank atau broker, itu bergerak sangat dinamis. Jadi memang didasarkan mekanisme pasar, dan itu juga memengaruhi kebutuhan BI untuk melakukan intervensi. Meskipun masih kadang-kadang BI melakukan intervensi, tetapi jumlahnya relatif kecil karena pergerakan nilai tukar lebih banyak suplai dan demand di pasar,” kata Perry Warjiyo dalam live streaming perkembangan Ekonomi Terkini, Kamis (9/4/2020).

Perry juga kembali menegaskan bahwa nilai tukar rupiah saat ini sebetulnya masih undervalued bila diukur secara fundamental dari sisi terkendalinya inflasi, defisit transaksi berjalan, maupun juga perbedaan suku bunga di dalam maupun luar negeri. Sehingga kecenderungannya masih bisa terus menguat hingga mendekati Rp 15.000 di akhir 2020.

Di sisi lain, Perry melihat risiko di pasar keuangan global sudah berangsur membaik, meskipun ketidakpastiannya masih relatif tinggi. Salah satunya dilihat dari indikator volatilitas pasar keuangan atau VIX, khususnya di Amerika Serikat.

“Sebelum terjadinya Covid-19, VIX itu indeks-nya berada di 18,8. Pada saat terjadi kepanikan di pasar keuangan global, khususnya di minggu kedua dan ketiga Maret, waktu itu tertinggi sampai 82. Kemudian dengan langkah-langkah kebijakan, baik pelonggaran oleh The Fed maupun stimulus di Amerika Serikat dan berbagai negara, VIX berangsur membaik. Sekarang ini indeks-nya 43,3,” papar Perry.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Railink Hentikan Operasional KA Bandara

Antisipasi penyebaran Covid- 19 dan mendukung penerapan PSBB di DKI Jakarta

EKONOMI | 9 April 2020

Pelemahan Rupiah Tidak Pengaruhi Inflasi

Kami meyakini dampak dari nilai tukar terhadap inflasi itu rendah

EKONOMI | 9 April 2020

Rupiah Menguat, Ditutup di Posisi Rp 15.880/Dolar AS

Optimistis bahwa rupiah akhir tahun ini bisa terus menguat di Rp 14.000-14.500 per dolar AS.

EKONOMI | 9 April 2020

Kepanikan Global Berangsur Membaik, Rupiah Menguat

Kecenderungannya masih bisa terus menguat hingga mendekati Rp 15.000 di akhir 2020.

EKONOMI | 9 April 2020

Jokowi Imbau Pengusaha Tidak Melakukan PHK

Mengajak para pengusaha untuk berusaha keras dapat mempertahankan para pekerjanya ditengah pandemi Covid-19 ini.

EKONOMI | 9 April 2020

IHSG Berhasil Naik 0,48 Persen

Selama seminggu perdagangan ini, IHSG masih mentorehkan kenaikan 2,59 persen

EKONOMI | 9 April 2020

BI Perkirakan Inflasi April Rendah dan Terkendali

perkembangan harga-harga di pasar terkendali dan rendah

EKONOMI | 9 April 2020

Global Bond Tingkatkan Cadangan Devisa Jadi US$ 125 Miliar

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2020 tercatat sebesar US$ 121 miliar

EKONOMI | 9 April 2020

Investor Manfaatkan Momentum, Saham LPKR Kembali Diburu

LPKR dinilai lihai dalam membaca arah bisnis sekaligus mendapat dukungan dari berbagai mitra strategis.

EKONOMI | 7 April 2020

MPPA Perluas Jangkauan Chat & Shop Jadi 10 Km

10 kilometer dari rumah tanpa melakukan interaksi fisik dengan toko atau karyawannya.

EKONOMI | 9 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS