Stimulus Belum Kuat Bawa IHSG Menguat Kembali
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Stimulus Belum Kuat Bawa IHSG Menguat Kembali

Rabu, 1 April 2020 | 15:22 WIB
Oleh : Lona Olavia, Merdhy Pasaribu / MPA

Jakarta, Beritasatu.com- Stimulus yang dikeluarkan Presiden Jokowi guna memerangi pandemi virus corona (Covid-19) senilai Rp 405,1 triliun belum mampu membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) untuk melanjutkan penguatan. Begitupun dengan nilai tukar rupiah terhadap kurs dolar AS. IHSG dan rupiah goyang di tengah sentimen negatif global.

IHSG yang sempat di zona merah lalu perlahan pindah ke zona hijau di perdagangan sesi I Rabu (1/4) akhirnya harus ditutup dengan bertahan di zona merah setelah turun 72,89 poin atau 1,60 persen ke posisi 4.466,03. Padahal, pada perdagangan Selasa (31/3/2020), IHSG ditutup menguat 124,43 poin atau 2,82 persen ke posisi 4.538,93.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sellsebesar Rp 69,73 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 530,04 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 5,97 miliar lembar saham senilai Rp 7,08 triliun. Sebanyak 129 saham naik 267 saham menurun, dan 130 saham tidak bergerak nilainya. Di mana, semua sektor saham mengalami penurunan dan paling dalam terjadi di sektor infrastruktur dan properti.

Sebelumya, bursa saham AS Wall Street kembali melemah pada perdagangan Selasa (31/3) dipicu mencuatnya kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona. Indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, terjun 410,32 poin, atau sekitar 1,84 persen, menjadi 21.917,16. Indeks S&P 500 anjlok 42,06 poin, atau sekitar 1,60 persen, menjadi 2.584,59. Indeks komposit Nasdaq merosot 74,05 poin, atau sekitar 0,95 persen, menjadi 7.700,10.

Sebagai kiblat bursa saham dunia, melemahnya Wall Street tentunya memberikan hawa negatif ke pasar Asia hari ini. Terbukti, bursa saham Asia sore ini bergerak melemah, indeks Nikkei Jepang, Kospi Korea Selatan, dan Hang Seng Hong Kong berada di zona merah.

Kepala Riset PT Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy mengatakan, hari ini IHSG masih terpengaruh pergerakan indeks global dan regional. “Soal stimulus, butuh waktu, dampaknya tidak serta merta,” katanya kepada Beritasatu.com, Rabu (1/4/2020).

Selain itu, sentimen negatif juga datang dari proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik yang diperkirakan hanya akan ada di kisaran 1-2 persen menurut lembaga riset global dan bahkan negatif menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani.“Defisit anggaran juga bisa mencapai 5%,” tambahnya seraya menambahkan, laju inflasi Maret cukup baik mesti tak dapat mengangkat IHSG.

Seperti diketahui, guna memerangi Covid-19, Presiden Jokowi Selasa (31/3/2020) malam mengumumkan stimulus senilai Rp 405,1 triliun yang akan digunakan untuk dana kesehatan Rp 75 triliun, jaring pengaman sosial atau social safety net (SSN) Rp 110 triliun, insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat Rp 70,1 triliun. Termasuk Rp 150 triliun yang dialokasikan untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional. Lalu restrukturisasi kredit dan penjaminan serta pembiayaan untuk UMKM dan dunia usaha menjaga daya tahan dan pemulihan ekonomi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

PGN Pastikan Pasokan Gas ke Sektor Kelistrikan Aman

PGN memastikan pasokan gas bumi ke sektor kelistrikan tetap aman selama pandemi virus corona untuk mendukung pembatasan sosial dan WFH.

EKONOMI | 1 April 2020

Jumlah Penumpang Anjlok 63%, KAI Batalkan 243 Perjalanan KA

Menurunnya volume penumpang KA hingga mencapai 63% akibat pandemi virus corona

EKONOMI | 1 April 2020

Pembebasan PPh Pasal 21 Akan Diperluas ke Banyak Sektor

Relaksasi ini tidak hanya diberikan pada pekerja di industri manufaktur atau pengolahan seperti yang sebelumnya sudah tetapkan

EKONOMI | 1 April 2020

Ini Cara Atur Keuangan pada Saat Pandemi Corona

Atur keuangan dengan baik dalam masa pandemi corona.

EKONOMI | 1 April 2020

Kempupera Mulai Gulirkan Stimulus di Sektor Perumahan per 1 April 2020

Kempupera alokasikan anggaran bagi stimulus fiskal subsidi perumahan sebesar Rp 1,5 triliun.

EKONOMI | 1 April 2020

Penuhi Pasokan Masyarakat, Kemperin Jaga Produktivitas Industri Mamin

Industri mamin jadi andalan dalam perekonomian nasional.

EKONOMI | 1 April 2020

Peduli Dampak Covid-19, Frisian Flag Sumbang 532.000 Produk Susu

Masyarakat perlu menjaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bernutrisi baik yang mengandung protein dan vitamin yang cukup.

EKONOMI | 1 April 2020

Berbalik, LPS Kini Berencana Naikkan Nilai Penjaminan Simpanan

LPS minta naikkan penjaminan simpanannya kepada KSSK.

EKONOMI | 1 April 2020

Biayai Penanganan Covid-19, BI Bisa Beli SUN dan SBSN di Pasar Perdana

BI diberi keleluasaan bantu pemerintah tangani Covid-19.

EKONOMI | 1 April 2020

Dana LPS Cukup untuk Likuidasi Bank

Dana LPS cukup untuk melikuidasi bank-bank yang akan gulung tikar.

EKONOMI | 1 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS