BI : Yang Terjadi Saat Ini Berbeda dengan Krisis 1998 dan 2008
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

BI : Yang Terjadi Saat Ini Berbeda dengan Krisis 1998 dan 2008

Kamis, 26 Maret 2020 | 15:08 WIB
Oleh : Herman / Merdhy Pasaribu

 

Jakarta, Beritasatu.com – Penyebaran virus corona (Covid-19) yang semakin meluas telah menyebabkan terjadinya kepanikan di pasar keuangan global. Banyak yang kemudian membandingkan apa yang terjadi di awal 2020 ini mirip dengan krisis Asia di tahun 1998 maupun krisis keuangan global tahun 2008.

Namun ditegaskan Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, kondisi saat ini sangat berbeda dengan yang terjadi pada 1998 maupun 2008. Yang terjadi saat ini lebih disebabkan oleh kepanikan akibat penyebaran Covid-19 yang semakin meluas di seluruh dunia. Sehingga semakin cepat Covid-19 ini bisa diatasi, Perry meyakini dampak terhadap pasar keuangan dan juga ekonomi bisa segera diminimalisir.

“Yang kita hadapi sekarang ini sangat berbeda, jangan dibandingkan dengan global financial crisis, apalagi dengan krisis Asia. Yang kita hadapi ini tidak hanya masalah pasar keuangan, tidak hanya masalah ekonomi, tetapi ada masalah kemanusiaan. Yang terjadi di pasar keuangan dan ekonomi karena pandemik Covid-19 yang menyebar sangat luas dan cepat di negara-negara Amerika, di Eropa, dan juga di Indonesia,” kata Perry Warjiyo dalam acara media briefing yang dilakukan melalui telekonferensi, Kamis (26/3/2020).

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini menurutnya juga sangat berbeda dengan pelamahan rupiah di tahun 1997-1998.

“Ingat, kalau dulu Rp 16.000/US$ itu dari Rp 2.500/USD, jadi hampir delapan kali lipat. Sementara Rp 16.000/USD yang sekarang ini dari sekitar Rp 13.800/USD. Tingkat pelemahannya memang sekitar 12%, tetapi jauh lebih kecil dari kondisi pada 1997 1998 maupun saat krisis global di 2008,” paparnya.

Bank Indonesia menurutnya juga akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar. Untuk itu, Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas stabilisasi di pasar DNDF (Domestic Non Deliverable Forward), pasar spot, dan pembelian SBN (Surat Berharga Negara) dari pasar sekunder.

Perry juga menegaskan bahwa BI akan terus bekerja sama secara erat dan berkoordinasi dengan pemerintah untuk bersama-sama melakukan stabiliasi makroekonomi, melakukan stabilisasi sistem keuangan, dan juga bagaimana memitigasi dampak negatif Covid-19.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

BI : Pelemahan Rupiah Bersifat Sementara

Begitu ada kejelasan mengenai kebijakan fiskal maupun moneter, rupiah akan kembali stabil dan menguat.

EKONOMI | 26 Maret 2020

Lindungi Buruh di Tengah Corona, Menaker Atur Kebijakan Bagi Pelaku Usaha

Dalam Surat Edaran tersebut, pemerintah juga mengatur kebijakan hak perlindungan dan pengupahan bagi buruh yang harus dijaga oleh para pelaku usaha.

EKONOMI | 26 Maret 2020

Pengusaha Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Perppu Pelebaran Defisit Anggaran

Jumlah anggaran bisa diperbesar karena dibutuhkan stimulus yang bisa membantu semua pihak dan sektor yang terdampak.

EKONOMI | 26 Maret 2020

Pengusaha Bisa Dapat Kredit Khusus dari Pemerintah Asalkan Tidak PHK Karyawan

Apabila melakukan PHK, pengusaha tersebut harus tetap mempertahankan 90% karyawan dengan gaji yang tidak boleh berkurang.

EKONOMI | 26 Maret 2020

Dihantam Corona, Repower Optimistis Target Penjualan 2020 Tercapai

Tahun ini merupakan tahun yang berat bagi seluruh pelaku usaha tidak terkecuali bagi industri properti.

EKONOMI | 26 Maret 2020

Insight Investments Management Gandeng YIIM Dukung Penanganan Covid-19

Saat ini usaha penanganan yang cepat terhadap wabah Covid-19 sangat dibutuhkan.

EKONOMI | 26 Maret 2020

Siang Ini, Rupiah Berada di Jalur Hijau

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 16.205-Rp 16.349 per dolar AS.

EKONOMI | 26 Maret 2020

Sesi Siang, IHSG Meroket 9,7% Balik ke Atas 4.300

Sebanyak 293 saham naik, 100 saham melemah dan 107 saham stagnan.

EKONOMI | 26 Maret 2020

Ferry Juliantono: Pemerintah Harus Beri Stimulus bagi Pedagang Pasar Terdampak Covid-19

Pemerintah diminta memberi stimus pedagang pasar yang terdampak virus corona.

EKONOMI | 26 Maret 2020

Siang Ini Bursa Tokyo dan Shanghai Turun, Australia Naik

Bursa Australia ASX 200 Index naik 124,23 (2,49 persen) mencapai 5.122.

EKONOMI | 26 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS