Jokowi: Literasi dan Inklusi Keuangan Beri Rakyat Akses Finansial
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Jokowi: Literasi dan Inklusi Keuangan Beri Rakyat Akses Finansial

Selasa, 10 Desember 2019 | 16:45 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / MPA

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, literasi dan inklusi keuangan sejalan dengan program pembangunan dan pengembangan ekonomi berkelanjutan nasional.

Peningkatan literasi dan inklusi keuangan diyakini akan membuat masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan dan mudah mendapatkan akses layanan finansial, seperti tabungan dan kredit usaha.

“Ini penting sekali karena dari situlah ekonomi keluarga serta ekonomi usaha mikro dan kecil kita akan bisa naik ke kelas yang lebih atas lagi,” kataJokowi pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Kepala Negara juga mengapresiasi dibentuknya Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bekerja sama dengan pemerintah serta seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan inklusi keuangan di daerah.

“Saya sangat menghargai OJK yang telah membentuk tim percepatan akses keuangan daerah ini. Nantinya betul-betul bisa menghasilkan sebuah hal yang konkret sehingga tingkat literasi keuangan dan inklusi keuangan kita bisa naik lebih cepat dan tinggi lagi," kata Jokowi.

Menurut Presiden, pemerintah mengajak seluruh pemerintah daerah untuk mendorong masyarakat mengakses layanan keuangan atau perbankan, baik berupa tabungan maupun akses kepada layanan kredit usaha.

Sebagai contoh, pemerintah memiliki program pemberdayaan dan peningkatan serta permodalan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Bank Wakaf Mikro di lingkungan pesantren, dan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang diselenggarakan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

"Di usaha yang mikro dan kecil kita memiliki PNM Mekaar yang sekarang ini jumlahnya sudah 5,9 juta nasabah. Di PNM Mekaar bisa mengambil kredit pertama Rp2 juta hingga bisa naik ke Rp10 juta," katanya.

Sementara itu, di program KUR, pemerintah bahkan akan menaikkan total plafon anggaran hingga mencapai Rp190 triliun pada tahun 2020 atau meningkat Rp 50 triliun dibandingkan tahun 2019.

"KUR itu nanti di tahun 2020 ini target kita adalah Rp 190 triliun harus keluar dari perbankan kita untuk usaha-usaha kecil dan usaha-usaha mikro. Target yang saya berikan di tahun 2024 Rp 325 triliun harus keluar untuk usaha-usaha mikro dan usaha kecil," kata Jokowi.

Disebutkan, dari semua program yang kini berlangsung, baik KUR, PNM Mekaar, maupun Bank Wakaf Mikro, kata Jokowi, hasil dan respons yang didapatkan dari para nasabah amat menggembirakan. Bahkan, berdasarkan data yang diperoleh, tingkat kredit macet dari program tersebut juga tergolong kecil.

"Artinya yang kecil-kecil ini justru memiliki kedisiplinan, kejujuran, dan memiliki iktikad yang baik untuk mengembalikan. Ini kalau kita tidak memberikan sebuah ruang yang besar untuk bisa kita tambah plafonnya ya kebangetan kita," ujarnya.

Untuk itu, ia mengharapkan agar pemerintah daerah turut serta mendorong literasi dan inklusi keuangan di masing-masing wilayahnya. Pemerintah daerah disebutnya dapat membuat kelompok-kelompok usaha untuk kemudian mencarikan akses kepada bantuan permodalan seperti KUR.

"Ini tugas daerah karena banyak masyarakat kita itu enggak tahu bagaimana cara mengakses ke bank. KUR pun yang sampai Rp50 juta itu kalau dalam bentuk kelompok tidak memakai agunan. Kalau satu-satu pasti diminta agunan, tapi kalau dalam bentuk kelompok tidak," katanya.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Rupiah Ditutup Melemah 9 Poin Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 13.995 Rp 14.019 per dolar AS.

EKONOMI | 10 Desember 2019

Tak Berdaya, IHSG Ditutup Tergerus ke 6.183

Sebanyak 168 saham menguat, 226 saham melemah, dan 149 saham stagnan.

EKONOMI | 10 Desember 2019

Garuda Pastikan Operasional Berjalan Normal

Plt Dirut Garuda telah menunjuk pelaksana harian direksi perusahaan guna memenuhi aspek regulasi, operasi, dan keselamatan penerbangan.

EKONOMI | 10 Desember 2019

AP I Operasikan Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor

Terminal yang lebih luas delapan kali lipat dari terminal lama itu dibangun dalam waktu 17 bulan dengan dana Rp 2,2 triliun.

EKONOMI | 10 Desember 2019

Beri Solusi Perbankan, Telkomsigma Raih Penghargaan IIA 2019

15 perbankan dan 100 BPR telah memberikan kepercayaannya kepada solusi perbankan Telkomsigma.

EKONOMI | 10 Desember 2019

103 Kawasan Industri Siap Tarik Dana Investasi

15 kawasan industri yang masih dalam proses konstruksi dan 10 kawasan industri pada tahap perencanaan.

EKONOMI | 10 Desember 2019

Siang Ini, Rupiah Tertekan di Tengah Penguatan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 13.995-Rp 14.015 per dolar AS.

EKONOMI | 10 Desember 2019

Pemberdayaan Warga oleh Pertamina EP Rantau Field Diapresiasi Pemprov NAD

Pertamina EP Rantau Field tetap berkomitmen melanjutkan program CSR di lingkungan perusahaan

EKONOMI | 10 Desember 2019

Sesi I IHSG Berkurang 7 Poin

Sebanyak 169 saham naik, 198 saham melemah dan 142 saham stagnan.

EKONOMI | 10 Desember 2019

Tantangan Ekonomi Menghadang, Pembiayaan Properti Diprediksi Tumbuh Single Digit di 2020

Perbankan pada umumnya bersikap lebih hati-hati dalam menghadapi tahun 2020 karena masih ada tantangan likuiditas dan NPL.

EKONOMI | 10 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS