Kabut Asap, Operasional Bandara di Kalimantan dan Sumatera Masih Normal
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Kabut Asap, Operasional Bandara di Kalimantan dan Sumatera Masih Normal

Rabu, 11 September 2019 | 19:06 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / MPA

Jakarta, Beritasatu.com-Maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menghasilkan kabut asap mulai berdampak pada aktivitas penerbangan di sejumlah bandar udara di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan sekitarnya. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub) terus berupaya memastikan operasional penerbangan di bandara yang terdampak berjalan normal.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti menjelaskan, di sejumlah wilayah terdapat titik api dengan kategori sedang dan tinggi yang menyebar di Sumatera, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

“Kami akan terus memantau perkembangan kebakaran hutan di wilayah Sumatera dan Kalimantan serta berkoordinasi dengan stakeholder terkait sehingga semua tim dapat disiapsiagakan dan dapat segera menginformasikan langkah yang tepat untuk mengantisipasi hal – hal yang mengganggu penerbangan,” tegas Polana dalam keterangannya, Rabu (11/9/2019).

Polana berharap, semua pihak seperti Otoritas Bandar Udara (OBU), Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU), AirNav Indonesia, dan maskapai tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan penerbangan. “Saya imbau untuk semua pihak agar mematuhi aturan yang berlaku. Keselamatan adalah yang paling utama," tegas Polana.

Sementara itu, Plt Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Rahadi Usman Ketapang, Kalimantan Barat, Donny S Haris mengatakan, kondisi pada Rabu (11/9) lebih baik dibandingkan 4 hari yang lalu di mana jarak pandang hanya 500 meter terjadi pada pukul 06.00 – 08.00 WITA sehingga sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan (delay) hingga 4 jam.

“Kondisi saat ini, terjadi delay paling lama 1 sampai 1,5 jam, kami juga membagikan masker kepada pengguna jasa dan terus melakukan koordinasi dengan kepolisian, Pemprov Kalbar dan stakeholder terkait dalam penanganan kabut asap,” jelasnya.

Penerbangan di Bandara Rahadi Usman saat ini dilayani dua maskapai yaitu Nam Air dengan rute Ketapang – Pontianak (PP), Ketapang – Semarang (PP) dan Wing Air dengan rute Ketapang – Pontianak (PP).

Hal serupa juga terjadi di Bandar Udara, H Asan Sampit, Kalimantan Tengah, kondisi saat ini penerbangan masih berjalan normal.

“Meski ada maskapai yang sempat mengalami delay selama 1 jam karena masalah operasional. Pada pukul 14.47 visibility masih 7 km, asap sekitar runway 13 cukup tebal namun di runway 31 masih normal,” jelas Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara H Asan Sampit, Havandi Gusli.

Menurut Havandi, penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sampit sudah ditangani oleh 2 mobil damkar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), 1 unit milik Pemda dan 1 unit lagi milik PKP-PK bandara, juga ada 2 heli water bombing yang masih bekerja memadamkan titik api.

Kepala Unit penyelenggara Bandar Udara Tebelian, Sintang Kalimantan Barat, Patah Atabri, penerbangan masih berjalan normal dengan visibility mencapai 1000 hingga 3000 meter. “Kalau dua hari yang lalu, maksapai ada yang cancel karena cuaca gelap dan memutuskan RTB ke Pontianak,” jelasnya.

Patah mengatakan, maskapai Wings Air dan Nam Air berhasil landing dengan selamat. “Untuk memastikan kondisi, kami melakukan rapat koordinasi dengan BMKG, AirNav, maskapai untuk memastikan kondisi yang paling aman untuk landing pesawat, Alhamdulillah, calon penumpang tetap sabar menunggu kondisi aman untuk melakukan penerbangan,” tambah dia.
jelasnya.

Sementara itu , Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU), Japura Rengat, Indragiri Hulu Riau, Capt Mochammad Kurniawan mengatakan, dampak kabut asap tidak terlalu parah, visibility mencapai 5 kilometer. “Memang tidak ada penerbangan, tapi kita standby khususnya untuk helikopter BNPB untuk melakukan water bombing,” jelasnya.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Garuda Indonesia Luncurkan Aplikasi Tauberes

Tauberes merupakan platform digital untuk pengiriman barang.

EKONOMI | 11 September 2019

Presiden Minta Ekosistem Investasi Diperbaiki Secepatnya

Presiden Jokowi mengakui daya pikat Indonesia sebagai tujuan investasi masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga.

EKONOMI | 11 September 2019

Presiden Instruksikan Reformasi Ekosistem Investasi

Presiden menginstruksikan seluruh jajaran menteri mereformasi secara menyeluruh ekosistem investasi, dari regulasi, proses perizinan, dan pemberian insentif.

EKONOMI | 11 September 2019

Rupiah Ditutup Melemah 7 Poin Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.047- Rp 14.066 per dolar AS.

EKONOMI | 11 September 2019

IHSG Ditutup Melonjak 45 Poin, Ini Daftar Top 10 Market Cap

Indeks LQ-45 naik 9,6 poin (0,97 persen) ke level 1.002,5.

EKONOMI | 11 September 2019

Lion Parcel dan Line Clear Kerja Sama Logistik Lintas Batas

Kemitraan Lion Parcel dengan Line Clear Express membuka peluang potensi pengiriman produk UKM.

EKONOMI | 11 September 2019

Siang Ini, Rupiah Menguat di Tengah Bervariasinya Mata Uang Asia

Dolar Hong Kong menguat 0,002 (0,14 persen) mencapai 7,83 per dolar AS.

EKONOMI | 11 September 2019

Bursa Asia Siang Ini di Teritori Positif

Kospi di Korea Selatan naik 12,88 (0,62 persen) mencapai 2.044.

EKONOMI | 11 September 2019

AAJI Gelar Seminar Digital & Risk Management

Pelaku industri asuransi jiwa harus segera menyiapkan strategi untuk menjawab perkembangan dunia digital.

EKONOMI | 11 September 2019

Menteri Rini Dorong BRI-PNM Genjot Pembiayaan

Nasabah Mekaar yang menerima KUR umumnya memiliki usaha yang bergerak di bidang perdagangan, peternakan, dan pertanian.

EKONOMI | 11 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS