Ramai dan Sportif, Menpora Acungkan Jempol untuk Piala Presiden Esports

Ramai dan Sportif, Menpora Acungkan Jempol untuk Piala Presiden Esports
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengapresiasi berlangsungnya Piala Presiden Esports, ICE BSD, Minggu 2 Februari 2020. (Foto: kemenpora.go.id)
Jayanty Nada Shofa / JNS Minggu, 2 Februari 2020 | 22:34 WIB

TANGERANG, Beritasatu.com - Piala Presiden Esports 2020 resmi berakhir.

Berlangsung ramai dan sportif, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengungkapkan kekagumannya terhadap babak final Piala Presiden Esports 2020.

"Pelaksanaan Piala Presiden Esports 2020 ini lebih meriah. Pendaftarnya saja lebih dari 177.000 peserta. Di tahun 2019, hanya ada sekitar 18.000 peserta saja," ujarnya di Indonesia Convention Exhbition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Minggu (2/2/2020).

Adapun peserta-peserta yang mengikuti turnamen ini berasal dari negara-negara Asean. Walaupun selaku tuan rumah, Indonesia tetap memastikan kompetisi berlangsung adil.

"Saat ini, tuan rumahnya Indonesia. Tetapi, juaranya dari Vietnam. Ini menunjukkan sportifitas dan fairnessnya dijunjung tinggi. Jadi, bukan mentang-mentang tuan rumah harus juara, tidak," tegas Zainudin.

Menpora pun berharap, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan PB ESport dapat mencapai lebih dari 200.000 peserta di tahun 2021.

Ia menambahkan, peran sponsor juga perlu ditingkatkan untuk mendorong perkembangan e-Sports Tanah Air. Sebab, minat masyarakat - khususnya kalangan muda - terus bertambah.

"Pemerintah akan mendorong terus keterlibatan pihak-pihak sponsor karena kemampuan pemerintah dan sumber daya pemerintah untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan besar seperti ini sangat terbatas," ujarnya.

Dalam hal ini, ia menekankan agar panitia memerhatikan pada profesionalisme dan transparansi pertandingan.

"Jika penyelenggaraan pertandingannya semakin hari semakin baik dengan profesionalisme dan transparan dari panitia, maka akan banyak sponsor juga yang akan ikut. Semoga kedepan semakin berkembang dan menjadi penyaluran yang baik untuk anak-anak muda kita karena di dalamnya ada sportifitas dan profesionalisme," tutupnya.

Pada babak final, tim Flash asal Vietnam berhasil menjuarai game Free Fire dengan hadiah Rp 300 juta. Mobile Premier League (MPL) turut dimenangkan oleh Aby Ramadhan dengan hadiah sebesar Rp 125 juta. Sedangkan, juara Pro Evolution Soccer (PES) meraih Rp 100 juta.

Tak hanya itu, turnamen ini juga mempertandingkan game karya anak bangsa yakni Ultra Space Battle Brawl (USSB) dengan hadiah sebesar Rp 25 juta.



Sumber: PR