Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Liput TPS Liar di Tangerang, Seorang Jurnalis Kena Intimidasi

Rabu, 29 September 2021 | 07:55 WIB
Oleh : Chairul Fikri / EHD

Tangerang, Beritasatu.com - Seorang jurnalis media online Warta Kota, di Tangerang, berinisial GS mendapat intimidasi dari sejumlah orang saat dirinya tengah melakukan peliputan di lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang telah disegel pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Kamis (22/9/2021) lalu.

GS saat itu tengah melakukan peliputan di TPS liar di Gang Gaga dan Gang Menteng, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Neglasari Tangerang pada Jumat (23/9/2021) atau sehari setelah penyegelan oleh pihak KLHK.

Hal itu diungkapkan GS saat ditemui sejumlah media, Selasa (28/9/2021). "Saya coba liputan hari Jumat atau sehari setelah penyegelan TPS Liar oleh KLHK. Saya ambil gambar pemulung gitu di TPS Liar yang ada di Gang Gaga karena saya lihat masih ada aktivitas di TPS itu walaupun sudah disegel KLHK. Saat di lokasi pertama, peliputannya berjalan lancar dan mereka mengungkapkan kesedihan karena nggak ada mata pencaharian lagi karena TPS liar yang mereka diami akan ditutup pemerintah, saya juga sempat live dan ambil beberapa foto aktifitas yang terjadi disana," ungkap GS.

"Saat akan meliput ke TPS liar ke Gang Menteng yang lokasinya di sebelah TPS liar Gang Gaga, saya tiba-tiba dicegat sama salah seorang pria bertubuh tambun yang mengaku RW di lokasi TPS liar gang menteng itu. Saat itu dia nanya bilang mau liputan terkait penyegelan? saya bilang iya, dan saat itu dia bilang nggak boleh dan disuruh keluar dari TPS itu," lanjutnya.

Tak berhenti di situ, ternyata saat akan keluar dari lokasi TPS liar itu, GS ternyata sudah ditunggu oleh beberapa orang yang diperkirakan berjumlah 10 orang lebih dan mengerumuninya layaknya penjahat yang tertangkap karena melakukan kejahatan.

"Saya saat itu diminta meninggalkan lokasi dengan diteriaki. Lalu ada dua orang mendekati saya dan meminta paksa saya hapus foto dan video yang saya ambil sebelumnya. Mereka sambil mengancam gitu, dan meminta saya untuk menghapus semuanya, meski sebelumnya saya minta satu atau dua foto tapi mereka tidak mengizinkan. Padahal saya bilang saya wartawan tapi mereka tetap gak izinin dan minta saya hapus foto yang saya ambil, bahkan ada juga yang megang-megang motor saya," ceritanya lagi.

Tak hanya di situ, salah seorang lainnya juga menjelaskan bahwa apa yang dilakukan warga di situ bukan bermaksud ingin merusak lingkungan dengan mendirikan TPS liar. Namun apa yang mereka lakukan itu untuk membenahi bantaran Sungai Cisadane.

"Jadi ada satu warga yang menyebutkan apa yang dilakukan KLHK (menyegel lokasi TPS Liar) itu salah. Dia juga bilang ini lagi banyak diberitakan karena ngelanggar KLHK, jadi jangan dulu diambil lagi karena lagi panas situasinya. Disitu saya juga dikasih uang sama orang yang mengaku RW itu sebesar Rp 200.000 dan minta jangan beritahu, saya saat itu gak mau (terima uang) tapi dipaksa mereka sambil mengucap sumpah serapah. Yang ada dalam pikiran saya saat itu bagaimana caranya keluar dari tempat itu, karena kondisi saat itu mulai nggak kondusif dan Alhamdulillah akhirnya bisa keluar juga," tandasnya.

Atas intimidasi yang diterimanya itu, GS mengaku sudah melaporkannya kepada pihak kantor medianya. Namun GS belum berniat untuk melaporkan kasusnya itu kepihak yang berwajib.

"Belum ada rencana itu (laporan ke polisi), saya masih tunggu arahan kantor. Tapi yang pasti akibat kasus itu, foto dan video yang saya ambil saat liputan itu hilang karena dipaksa dihapus. Dan itu sudah masuk dalam kategori pengancaman tugas jurnalistik," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

DKI Kembali Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik

Pemprov DKI Jakarta kembali meraih penghargaan sebagai Pemerintah Derah Berkualifikasi Informatif dari Komisi Informasi Pusat (KIP) RI.

MEGAPOLITAN | 27 Oktober 2021


Musim Penghujan Kabupaten Bogor Keadaan Awas Bencana

Musim penghujan wilayah Kabupaten Bogor masuk dalam kategori awas bencana.

MEGAPOLITAN | 27 Oktober 2021

Tabrakan Maut Antarbus, Wagub Riza Sebut Tidak Mudah Jadi Sopir Transjakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan tidak mudah menjadi sopir Transjakarta.

MEGAPOLITAN | 27 Oktober 2021

Asproksi Bekasi Diharapkan Berkontribusi Tingkatkan Standar Produk Kesehatan

DPD Asproksi Bekasi diharapkan mempermudah jalur koordinasi kebutuhan alat kesehatan di wilayah Bekasi khususnya dalam menghadapi masa pandemi Covid-19.

MEGAPOLITAN | 27 Oktober 2021

Cerita Bima Arya Minta Tips Bangun Kota Bahagia ke Dubes Finlandia

Finlandia kembali didapuk sebagai negara paling bahagia di dunia pada 2020 dalam World Happiness Report 2021.

MEGAPOLITAN | 27 Oktober 2021

Pagi dan Sore Ini Jakarta Diguyur Hujan

Prakiraan cuaca BMKG, pada pagi hari semua wilayah Jakarta bakal diguyur hujan dengan intensitas ringan, kecuali Kepulauan Seribu hujan sedang.

MEGAPOLITAN | 27 Oktober 2021

BPBD Minta Warga Laporkan Bila Ada Bencana yang Terjadi di Kota Tangerang

BPBD Kota Tangerang saat ini tengah menyiapkan sarana dan prasarana untuk menghadapi fenomena La Nina sesuai prediksi BMKG Kota Tangerang.

MEGAPOLITAN | 27 Oktober 2021

Pemkot Tangerang Uji Coba Penerapan PeduliLindungi di Dua Pasar Tradisional

PD Pasar Kota Tangerang mulai uji coba penerapan penerapan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk dan belanja di dua pasar tradisional di Kota Tangerang.

MEGAPOLITAN | 27 Oktober 2021

Transjakarta Tunggu Hasil Investigasi Polisi Terkait Tabrakan Maut

Tabrakan maut mengakibatkan 2 orang tewas dan 31 lainnya mengalami luka-luka.

MEGAPOLITAN | 27 Oktober 2021


TAG POPULER

# Valentino Rossi


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Cristiano Ronaldo


# Anies Baswedan


# Timnas U-23



TERKINI
HUT Ke-8, Dermaster Gelar Kegiatan Amal

HUT Ke-8, Dermaster Gelar Kegiatan Amal

GAYA HIDUP | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings