Logo BeritaSatu

Disdik Kota Bekasi Evaluasi Berjenjang PTM Terbatas

Sabtu, 18 September 2021 | 21:26 WIB
Oleh : BW

Bekasi, Beritasatu.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Jawa Barat, melakukan evaluasi berjenjang pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas yang diterapkan mulai awal September 2021.

"Sudah berjalan dua pekan ini, kami kemarin melakukan evaluasi secara berjenjang untuk memastikan semua berjalan dengan baik," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah di Bekasi, Sabtu (18/9/2021).

Pemerintah Kota Bekasi telah memulai PTM terbatas pada 1 September 2021 untuk jenjang sekolah nenengah pertama (SMP) serta pada 6 September untuk murid sekolah dasar (SD).

Inay mengatakan, evaluasi secara berjenjang penting dilakukan untuk melihat sejauh mana proses belajar dan mengajar berjalan terutama dari aspek kesehatan guna mencegah potensi penularan virus corona.

Secara keseluruhan, kata dia, dari total 611 SD serta 139 SMP yang sudah melaksanakan PTM secara terbatas, seluruhnya digelar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan ketat sesuai yang ditetapkan pemerintah.

"Evaluasinya hingga saat ini secara umum berjalan lancar. Sekolah-sekolah tersebut telah menerapkan SOP (standar operasional prosedur) yang ditetapkan," katanya.

Animo
Kemudian jika melihat animo para orang tua siswa serta tenaga pengajar dan seluruh pihak yang terlibat langsung di lingkungan satuan pendidikan, seluruhnya menyambut positif dengan merespons penerapan protokol kesehatan secara ketat sesuai kebijakan pemerintah.

Seperti diketahui bahwa sekolah yang diizinkan menggelar PTM secara terbatas diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan mulai dari ketersediaan sarana penunjang protokol kesehatan, kepatuhan seluruh insan satuan pendidikan menerapkan protokol kesehatan, hingga sertifikasi tenaga pengajar dalam kegiatan pembelajaran campuran atau blended learning.

"Mereka harus siap mengajar di sekolah sekaligus mengajar di rumah dalam waktu bersamaan jika ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya datang ke sekolah," katanya.

Inay menjelaskan fungsi evaluasi ini mengacu surat edaran nomor 421/Kep.422.Disdik/VIII/2021 terkait pembentukan tim monitoring dan evaluasi PTM terbatas di Kota Bekasi yang mewajibkan masing-masing pengawas untuk bertanggung jawab dalam melakukan monitoring di wilayah binaannya.

"Pengawas-pengawas tersebut kemudian berkoordinasi ke kami, dinas kesehatan, serta aparatur di wilayah kelurahan dan kecamatan. Jika suatu hari ke depan menemukan ada sekolah yang melanggar ketentuan protokol kesehatan, mereka akan melaporkan kepada kami untuk selanjutnya kami akan mengambil tindakan tegas," katanya.

"Tindakan tegas itu dengan menghentikan sementara PTM di sekolah tersebut lalu mengevaluasi segenap tenaga pendidik berikut tenaga pendampingnya," imbuh dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

20 Korban Tabrakan Bus Tranjakarta Masih Dirawat di Rumah Sakit

Sebanyak 20 orang dari 37 orang korban luka dalam tabrakan bus Transjakarta di Cawang, Jakarta Timur masih dirawat di rumah sakit.

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Tempat Indekos, Polisi Tangkap 4 Pelaku

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggerebek indekos yang menjadi kantor operasional pinjol ilegal di Cengkareng, Jakbar. Polisi menangkap empat penagih utang.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Tabrakan Antarbus, Ini Peringatan Keras Wagub Riza Patria untuk Transjakarta

Kecelakaan ini menjadi pelajaran penting bagi jajaran Transjakarta untuk lebih berhati-hati agar tabrakan tidak terjadi lagi.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Anies Pastikan Review Transjakarta Usai Tabrakan yang Tewaskan 2 Orang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan meninjau atau review Transjakarta usai tabrakan yang menewaskan dua orang dan melukai 37 orang lainnya.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Kota Bogor Proyeksikan 4 Pedestrian Lagi di Jalur Protokol hingga 2024

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menata empat jalur protokol dengan pedestrian hingga 2024.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Anies Jamin Para Korban Tabrakan Maut Bus Transjakarta Dapat Tanggungan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan para korban tabrakan bus Transjakarta di Cawang akan mendapat tangungan dari Transjakarta.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Polisi Selidiki Sampel Nasi Kotak yang Diduga Sebabkan Warga Koja Keracunan

Kepolisian Sektor Koja menyelidiki sampel nasi kotak yang dibagikan oleh kader PSI dan diduga menyebabkan sejumlah warga Koja, Jakarta Utara, keracunan.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Pemanfaatan TPST Bantargebang, Rahmat Effendi: Tidak Ada Penambahan Hak dan Kewajiban

Rahmat Effendi menegaskan tidak ada penambahan hak dan kewajiban dari Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi dalam pengelolaan lahan di TPST Bantargebang.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

Dentuman Keras Terdengar saat LRT Jabodebek Tabrakan

Sejumlah warga Cipayung, Jakarta Timur, mengaku mendengar suara dentuman keras saat terjadi tabrakan kereta light rail transit (LRT) Jabodebek.

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021



TAG POPULER

# LRT Tabrakan


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Fahri Hamzah


# Tes PCR


# Taliban



TERKINI
Manfaatkan PLTS, Medco dan Salim Group Ekspor Listrik ke Singapura

Manfaatkan PLTS, Medco dan Salim Group Ekspor Listrik ke Singapura

EKONOMI | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings