Logo BeritaSatu

Pemprov DKI Tegaskan Mudik Lokal Jabodetabek Dilarang

Jumat, 7 Mei 2021 | 17:44 WIB
Oleh : Yustinus Paat / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa mudik lokal dalam kawasan aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) juga dilarang selama masa larangan mudik 6 hingga 17 Mei 2021. Perjalanan yang diizinkan di Jabodetabek hanya perjalanan dalam kaitan dengan tugas atau kepentingan mendesak nonmudik.

“Jadi narasi yang dibangun adalah larangan mudik. Jadi kalau tujuan mudik, pasti dilarang,” ujar Syafrin saat dihubungi, Jumat (7/5/2021).

Syafrin mengatakan, selama masa pelarangan mudik, yang diperbolehkan melakukan perjalanan adalah orang-orang yang melakukan perjalanan dinas atau bekerja. Termasuk, masyarakat umum dengan empat kategori kepentingan nonmudik, yakni untuk kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil/bersalin, pendamping ibu hamil (1 orang) dan pendamping persalinan (maksimal 2 orang).

“Jadi, larangan (mudik) di wilayah aglomerasi, sama dengan aturan pemerintah yang sudah ditetapkan,” tandas dia.

Lebih lanjut, Syafrin mengatakan sebenarnya mudah untuk mengidentifikasi apakah orang melakukan perjalanan untuk mudik atau untuk kepentingan pekerjaan. Hal ini berdasarkan pengalaman dari penjagaan di lapangan pada hari pertama larangan mudik 6 Mei kemaring.

“Kami di lapangan bisa mengindetifikasi dari perlengkapan saat dibawa dalam perjalanan. Saat mudik pasti berbeda barang bawaannya dengan kerja. Nah ini yang kami dapatkan dari kemarin sampai tadi pagi jam 08.00 WIB ada 19 kendaraan yang mau mudik kami putar balik,” ungkap dia.

Petugas, tutur Syafrin melakukan pemeriksaan di 8 titik, yakni Kalideres, Joglo, Pasar Jumat, Jalan Raya Bogor, Kalimalang, Bekasi dan Cakung. Begitu juga kendaraan yang menuju Jakarta jika tidak memenuhi syarat, maka akan diputarbalikan.

“Yang kami periksa mobil, yang pakai motor kami perkirakan pekan depan. Karena pergerakan motor memang lebih banyak untuk bekerja,” kata dia.

Dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan, tambah Syafrin, sejauh ini belum ada kendala. Petugas gabungan, kata dia, berjalan relati kondusif dan terkendali.

“Relatif kondusif, kami dalam bertindak humanis, preventif dan preentif. Ini yang bertugas gabungan. Kami dari Pemprov hanya membackup pelaksanaannya,” pungkas Syafrin.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

MTsN 19 Jakarta Masih Dipasangi Garis Polisi

Garis Polisi masih terpasang di MtsN 19 Jakarta usai tembok sekolah roboh dan mengakibatkan tiga siswa meninggal dunia. 

NEWS | 7 Oktober 2022

Tembok MTsN 19 Jakarta Roboh karena Tak Mampu Tahan Volume Banjir

Tembok MtsN 19 Jakarta di Pondok Labu, roboh diduga karena fondasi bangunan tidak mampu menahan volume air saat banjir.

NEWS | 7 Oktober 2022

Kondisi Terkini MTsN 19 Jakarta yang Tembok Sekolahnya Roboh

Begini kondisi terkini MTsN 19 Jakarta di Pondok Labu yang tembok sekolahnya roboh dan meninggal tiga siswa hingga meninggal dunia. 

NEWS | 7 Oktober 2022

Kejagung Periksa Eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti sebagai Saksi Kasus Garam

Penyidik Jampidsus Kejagung memeriksa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti sebagai saksi kasus dugaan korupsi impor garam industri.

NEWS | 7 Oktober 2022

37 Tewas, Korban Penembakan Massal Thailand Dikunjungi Raja dan PM

Raja Maha Vajiralongkorn dan Perdana Menteri (PM) pada hari Jumat (7/10/2022) ini akan mengunjungi para penyintas dari penembakan massal di Thailand.

NEWS | 7 Oktober 2022

Biden Ampuni Warga AS yang Dihukum karena Miliki Ganja Jumlah Kecil

Joe Biden memutuskan untuk mengampuni ribuan orang AS yang dihukum karena miliki ganja jumlah kecil di bawah hukum federal.

NEWS | 7 Oktober 2022

Perluas Kerja Sama, Indonesia-Hungaria Tambah Kuota Beasiswa

Beasiswa Stipendium Hungaricum akan mendapatkan penambahan kuota menjadi sebanyak 110 bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di Hungaria.

NEWS | 7 Oktober 2022

Baim Wong dan Paula Verhoeven Akan Penuhi Panggilan Polisi

Baim Wong dan Paula Verhoeven mengklaim bakal memenuhi panggilan polisi terkait kasus prank laporan KDRT.

NEWS | 7 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, TGIPF Tak Bisa Gulingkan Kepemimpinan Iwan Bule di PSSI

Anggota TGIPF Tragedi Kanjuruhan, Akmal Marhali menyatakan tidak bisa merekomendasikan kepemimpinan Iwan Bule di PSSI diganti terkait tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 7 Oktober 2022

BMKG: Puncak Musim Hujan Desember 2022-Januari 2023

BMKG memprakirakan puncak musim hujan di sebagian wilayah Indonesia terjadi pada Desember 2022 hingga Januari 2023.

NEWS | 7 Oktober 2022


TAG POPULER

# Jokowi Tak Salami Kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ini Kronologi Tembok MTsN 19 Jakarta Roboh dan Menimpa 3 Siswa hingga Tewas

Ini Kronologi Tembok MTsN 19 Jakarta Roboh dan Menimpa 3 Siswa hingga Tewas

NEWS | 11 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings