Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Saksi: Kerumunan di Megamendung Tanggung Jawab Rizieq Syihab

Senin, 19 April 2021 | 21:31 WIB
Oleh : Tim Beritasatu.com / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah saat dihadirkan sebagai saksi sidang Rizieq Syihab mengatakan, kerumunan di Megamendung, Bogor menjadi tanggung jawab mantan pemimpin ormas Islam itu.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (19/4/2021), jaksa penuntut umum menanyakan kepada saksi mengenai siapa yang harus bertanggung jawab dalam kerumunan yang terjadi di Megamendung.

"Penyelenggara kegiatan, pemilik ponpes," kata Agus Ridhallah dalam persidangan.

Agus menjelaskan, kerumunan massa simpatisan itu terjadi dalam rangka penyambutan Rizieq Syihab yang datang untuk peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Markaz Syariat, pada 13 November 2021.

Agus juga menyampaikan sejumlah pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi saat kerumunan di Megamendung, salah satunya ada sejumlah massa yang tidak menggunakan masker.

Kebijakan
Namun, dalam persidangan, Rizieq Syihab menjelaskan bahwa pada saat itu Ponpes Markaz Syariat tengah memberlakukan kebijakan lockdown atau karantina wilayah dengan tidak menerima pengunjung dari luar.

Sehingga, menurut Rizieq, kerumunan massa hanya terjadi di sepanjang jalan menuju ponpes dan bukan arahan dari panitia kegiatan peletakan batu. Rizieq juga menanyakan kepada saksi mengenai alasan massa tersebut datang ke Megamendung.

"Pertanyaan saya, siapa panitia yang menyambut (massa) di Gadog," ujar Rizieq.

Para saksi, termasuk Kasatpol PP Kab. Bogor pun menjawab tidak ada panitia kegiatan yang menyambut sehingga Rizieq Syihab mengasumsikan bahwa kehadiran massa ke Megamendung merupakan spontanitas, dan bukan arahan panitia.

"Memang pesantren sedang lockdown. Tidak ada boleh yang masuk kecuali warga Markaz Syariat, kiai, santri, para guru, hanya itu saja yang boleh masuk, orang luar tidak boleh masuk," kata Rizieq.

Sementara itu, ‎tim pengacara Rizieq Syihab, Sugito Atmo Prawiro mengatakan, sidang pemeriksaan saksi kali ini terungkap, pelapor tidak mengetahui secara pasti pihak-pihak yang menjadi terlapor. Selain itu, tidak diketahui juga dimana lokasi persis kejadiannya saat membuat laporan polisi (LP).

"Pelapor tidak menyebutkan siapa yang menjadi terlapor," kata ‎Sugito Atmo Prawiro seusai sidang.

Lalu, kata Sugito, tempat kejadiannya‎ saksi di persidangan tidak mengungkap secara detail di mana terjadinya kerumunan tersebut.

"Saksi hanya menyebut di sekitar Simpang Gadog dan sepanjang jalan menuju ke Markaz Syariah, tetapi di dalam pondok pesantren tersebut tidak disebutkan karena mereka tidak hadir, tidak ada yang tahu," bebernya.

Dia menganggap, kesaksian empat orang hari ini sangat bias, tidak menyebutkan secara detail terlapor dan tempat kejadian perkaranya.

"Dalam proses pelaporan, harus ada minimal dua alat bukti‎. Alat buktinya tidak ada hanya foto-foto dan itu pun bukan sebagai alat bukti," katanya.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemekaran Bogor Timur Berakibat Pemkab Bogor Kehilangan 40% Pendapatan

Sumber pendapatan yang disumbangkan wilayah Bogor Timur didominasi oleh sektor industri.

MEGAPOLITAN | 19 April 2021

Anies: Jumlah Orang Miskin Jakarta Terendah Dibandingkan Provinsi Lain di Indonesia

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jumlah orang miskin di DKI Jakarta merupakan terendah dibandingkan provinsi-provinsi lain yang ada di Indonesia.

MEGAPOLITAN | 19 April 2021

Ditangkap karena Narkoba, Jeff Smith Menyesal dan Minta Maaf

Polisi menemukan barang bukti berupa ganja dalam plastik seberat 0,53 gram, satu plastik isi tembakau dengan berat 44 gram yang berada di dalam tas ransel.

MEGAPOLITAN | 19 April 2021

Ramadan, Jumlah Penumpang Bus Antarkota di Tangerang Turun Drastis

Penumpang yang menggunakan bus antarkota dari Terminal Poris Plawad Tangerang menurun drastis di awal Ramadan 2021 ini.

MEGAPOLITAN | 19 April 2021

BOR 30%, Alasan RS Lapangan Bogor Dinonaktifkan

Menurunnya, angka keterisian tempat tidur jadi alasan penonaktifan RS Lapangan.

MEGAPOLITAN | 19 April 2021

Pipa di Antasari Bocor, Pasokan Air di Sejumlah Wilayah Akan Terganggu

Pasokan air akan terganggu mulai 19 April 2021 pukul 19.00 WIB sampai dengan 20 April 2021 pukul 22.00 WIB.

MEGAPOLITAN | 19 April 2021

Kecelakaan Truk di Cileungsi Bogor, Sopir Es Tewas di Tempat

Korban yang sedang menurunkan muatan es dari truknya tiba-tiba ditabrak truk box dari arah belakang.

MEGAPOLITAN | 19 April 2021

Tangkap WNA Asal Nigeria, Polisi Sita 5.385 Butir Ekstasi

Kasus ini terungkap bermula dari kecurigaan petugas atas kiriman paket dari Jerman melalui Kantor Pos Pademangan Timur, Jakarta Utara.

MEGAPOLITAN | 19 April 2021

Vaksinasi Lansia di Kota Bogor Baru 30%, Ini Kendalanya

Retno mengakui, masih rendahnya angka vaksinasi sasaran lansia, dikarenakan baru dimulai satu bulan yang lalu.

MEGAPOLITAN | 19 April 2021

PN Tangerang Belum Cabut Perintah Eksekusi Tanah 45 Hektare di Tangerang

PN Kota Tangerang belum mengeluarkan pencabutan surat perintah eksekusi tanah seluar 45 hektare di kawasan Cipete dan Pinang, Tangerang.

MEGAPOLITAN | 19 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS