Anggota DPRD: Penyaluran Bantuan Jangan Pakai Atribut Ormas Terlarang
Logo BeritaSatu

Anggota DPRD: Penyaluran Bantuan Jangan Pakai Atribut Ormas Terlarang

Senin, 22 Februari 2021 | 22:21 WIB
Oleh : Tim Beritasatu.com / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Bencana banjir yang terjadi di sejumlah daerah disinyalir telah dimanfaatkan oleh sejumlah organisasi massa (ormas) terlarang untuk menyalurkan bantuan sosial. Tujuannya diduga kuat untuk menarik simpati masyarakat yang tengah kesulitan.

Kepolisian pun sempat menegaskan tidak mempermasalahkan ormas yang memberikan bantuan. Hanya saja, penyaluran bantuan jangan sampai menggunakan simbol atau atribut ormas yang sudah dilarang.

Menyingkapi kondisi ini, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Pandapotan Sinaga, menilai, keputusan polisi melarang penggunaan atribut organisasi terlarang dalam memberikan bantuan korban banjir sudah tepat.

"Sudah tepat. Pemerintah jelas sudah membubarkan. Berarti segala atribut yang ada di Indonesia ini sudah dilarang," kata Pandapotan Sinaga, di Jakarta, Senin (22/2/2021).

Menurutnya, pembagian bantuan ke korban banjir memang tidak boleh menggunakan atribut ormas terlarang. Dia berharap masyarakat dapat mentaati keputusan tersebut.

"Soal dia (ormas) bagikan bansos ke korban banjir, ya jangan bawa-bawa nama organisasi yang dilarang. Jangan menjustifikasi berbuat baik tetapi melanggar aturan yang sudah diputuskan," ujarnya.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan, menilai, pendekatan persuasif polisi yang melarang penggunaan atribut ormas terlarang di daerah banjir sudah tepat.

"Kita melihat Polri tidak melakukan pendekatan refresif. Itu bagus agar situasi tetap kondusif. Kita minta kepada masyarakat silakan melakukan kegiatan kemanusiaan tetapi tidak menggunakan nama ormas yang dilarang," kata Edi.

Sebelumnya, salah satu ormas terlarang, yakni FPI memberikan bantuan kepada korban banjir di Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Namun demikian, saat memberikan bantuan, relawan FPI membawa simbol dan atribut ormas sehingga akhirnya dibubarkan polisi.

Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman pun sempat menyesalkan kejadian tersebut. Menurutnya, kerja kemanusiaan tidak boleh diganggu oleh oknum. Apa lagi, tim yang terjun ke lapangan mengatasnamakan Front Persaudaraan Islam bukan Front Pembela Islam seperti yang telah dilarang pemerintah.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Wapres: Terowongan Istiqlal-Katedral Simbol Kebinekaan

Terowongan silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengaan Gereja Katedral di Jakarta, merupakan simbol toleransi dan kebinekaan.

MEGAPOLITAN | 22 Februari 2021

Lagi, Emak-emak Kendarai Motor di Jalan Tol

Seusai diamankan, NH langsung diserahkan ke Polsek Ciawi untuk penanganan lebih lanjut.

MEGAPOLITAN | 22 Februari 2021

Pekerjaan Rekonstruksi Tahap 1 Simpang Susun Cikunir Selesai Lebih Cepat

Jasa Marga Transjawa Tollroad Regional Division (JTT) mempercepat penyelesaian pekerjaan rekonstruksi tahap 1 Simpang Susun Cikunir.

MEGAPOLITAN | 22 Februari 2021

Fredy Kusnadi Dijerat Pasal Berlapis

Fredy Kusnadi, tersangka pencaplokan tanah milik Zurni Hasyim Djalal, ibunda mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal, dijerat pasal berlapis.

MEGAPOLITAN | 22 Februari 2021

DKI Akan Bangun Waduk Seluas 26 Hektare

Pemprov DKI akan berupaya agar program tersebut selesai sesuai dengan target.

MEGAPOLITAN | 22 Februari 2021

Tanggul Jebol di Empat Lokasi Perparah Banjir Jakarta-Bekasi

Keempat tanggul yang jebol itu berada di Pondok Karya, Tegal Parang, Puri Gading serta Pondk Gede Permai.

MEGAPOLITAN | 22 Februari 2021

Dapur Umum Tetap Disiagakan di GOR Otista hingga Akhir Februari

Meskipun para pengungsi sudah pulang, dapur umum tetap beroperasi seperti biasa guna mempersiapkan dan mendistribusikan makanan kepada korban.

MEGAPOLITAN | 22 Februari 2021

Korban Banjir Tangerang Dapat Bantuan dari Perusahaan Ekspedisi

Posko Kecamatan Periuk telah menampung ribuan pengungsi.

MEGAPOLITAN | 22 Februari 2021

Pemprov DKI Sebut Sumur Resapan Efektif Kendalikan Banjir

Di tempat-tempat yang terdapat sumur resapan, relatif tidak ada genangan air atau banjir.

MEGAPOLITAN | 22 Februari 2021

Banjir Surut, Aparat dan Warga Bersihkan Jalan KH Hasyim Ashari Ciledug

Sejumlah genangan yang terjadi di Perumahan Ciledug Indah I dan Ciledug Indah II yang kemarin masih tergenang banjir hari ini sudah kembali surut.

MEGAPOLITAN | 22 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS