Pemalsu Surat Keterangan Swab Diancam Hukuman 6-12 Tahun Bui
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Pemalsu Surat Keterangan Swab Diancam Hukuman 6-12 Tahun Bui

Senin, 25 Januari 2021 | 16:17 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menangkap delapan tersangka terkait kasus pemalsuan surat keterangan hasil tes rapid antibodi, swab antigen dan swab PCR, di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat. Pembuat surat swab palsu terancam dijerat hukuman 6 hingga 12 tahun penjara.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, para tersangka dikenakan pasal tindak pidana pemalsuan dan atau pemalsuan surat keterangan dokter sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 KUHP dan atau pasal 268 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

"Kemudian, tindak pidana setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengerusakan informasi elektronik dan atau dokumen elekronik dengan tujuan informasi elektonik dan atau dokumen elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik dan atau pemalsuan dan atau pemalsuan surat keterangan dokter sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 Juncto Pasal 51 Undang-undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Infomasi Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dalam Undang-undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Infomasi Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara," ujar Yusri, Senin (25/1/2021).

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat menegaskan, pada Pasal 263 KUHP tidak hanya pembuat surat palsu yang dijerat hukuman, namun juga penggunanya.

Pasal 263 KUHP ayat 1 berbunyi: "Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar· dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun."

Ayat 2: "Diancam dengan pidana yang sama, barang siapa dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian."

"Di dalam Pasal 263 kita terapkan semuanya ayat 1 yang membuat, ayat 2 yang menggunakan. Jadi yang membuat kena dan yang menyuruh melakukan kena, yang menggunakan surat palsu kena," ungkapnya.

Tubagus menyampaikan, penyidik masih mendalami siapa saja yang menggunakan surat palsu dalam perkara ini.

"Kita masih dalami siapa saja yang sudah menggunakan surat ini, karena harus dipastikan apakah yang menggunakan ini benar-benar negatif atau tidak. Jadi apa itu bisa dikenakan dan diterapkan upaya hukum (kepada pengguna), jawabannya adalah bisa. Kami akan mendalami kepada yang sudah memesan dan sudah menggunakan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, membekuk delapan tersangka terkait kasus pemalsuan surat keterangan hasil tes rapid antibodi, swab antigen dan swab PCR, di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat. Modusnya adalah menawarkan melalui media sosial.

Para tersangka yang diamankan berinisial, RSH (20), laki-laki, perannya menawarkan surat hasil swab antigen Covid-19 melalui Facebook, membuat surat hasil swab antigen Covid-19 palsu dan perantara pembelian surat hasil swab PCR Covid-19 palsu dengan mendapat keuntungan. Kemudian, RHM (22), perempuan, berperan bersama-sama RSH membuat surat hasil swab palsu.

Selanjutnya, IS (23), laki-laki; DM -di bawah umur-, laki-laki; dan MA (25), perempuan, selaku pemesan serta pembeli surat keterangan swab palsu.

Tiga tersangka berikutnya berinisial SP (38), laki-laki, berperan menyuruh tersangka MA memesan dan membayar surat hasil swab PCR palsu; kemudian M (20), perempuan, menyuruh tersangka Y membuat surat hasil swab palsu; terakhir tersangka Y (23), laki-laki, perannya membuat surat hasil swab PCR palsu.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemprov DKI Beri 4 Layanan Jaminan Kesehatan Gratis di Luar JKN

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyediakan empat layanan jaminan kesehatan di luar program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara gratis.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

DKI Sediakan 4 Layanan Kesehatan Gratis di Luar JKN

Widyastuti menyampaikan, 97,7 persen penduduk DKI Jakarta telah memiliki kepesertaan program jaminan kesehatan nasional atau JKN.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Polisi Tangkap 8 Tersangka Pemalsuan Surat Swab

Modusnya para pelaku pemalsuan surat keterangan swab menawarkan melalui media sosial Facebook, bahkan ada juga yang dari pintu ke pintu.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Pengguna KRL Bertambah 3% Dibanding Senin Pekan Lalu

Pada Senin (25/1/2021) hingga pukul 11.00 WIB, jumlah pengguna KRL mengalami peningkatan sebesar 3% dibandingkan dengan Senin (18/1/2021) pekan lalu.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Timbulkan Kerumunan, Penginapan OYO di Komplek Ruko Permata Ditutup

Satpol PP DKI Jakarta menutup Hotel Ava OYO Guest House Ancol yang kerap menimbulkan kerumumunan remaja saat dini hari pada Senin (25/1/2021).

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Pengetatan PSBB, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Naik 34%

Salah satunya, makin memperkuat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di tingkat paling kecil yakni rukun warga (RW).

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Pemprov DKI Tambah 1.941 Bed Isolasi

Hingga 24 Januari 2021, kata Widyastuti, kapasitas tempat tidur isolasi tersisa 14 persen dan tempat tidur ICU tersisa 16 persen.

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2021

Pemkab Tangerang Targetkan Vaksinasi Covid-19 Rampung 2 Pekan

Sebanyak 11.100 tenaga kesehatan menjadi penerima vaksin Covid-19 tahap pertama di Kabupaten Tangerang.

MEGAPOLITAN | 24 Januari 2021

Anies Akan Maksimalkan Peran Satgas Covid-19 Tingkat RW

Satgas Covid-19 tingkat RW akan fokus menjangkau dan menekan terjadinya klaster keluarga.

MEGAPOLITAN | 24 Januari 2021

Perpanjangan PSBB, Pemprov DKI Catat 23.720 Pelanggar Penggunaan Masker

Total nilai denda dari pelanggar penggunaan masker di Jakarta sebesar Rp 90.500.000.

MEGAPOLITAN | 24 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS