Dinilai Efektif, Polda Metro Berencana Tambah 50 Kamera ETLE
Logo BeritaSatu

Dinilai Efektif, Polda Metro Berencana Tambah 50 Kamera ETLE

Kamis, 21 Januari 2021 | 21:39 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, berencana menambah 50 kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) pada pengembangan tahap ketiga sistem penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik itu, di wilayah Jakarta. Termasuk, di jalan tol dan jalur busway.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo mengatakan, hingga saat ini, kamera ETLE yang terpasang di tahap dua berjumlah 53 unit.

"Tahun 2021 ini, kita akan kembangkan tahap ketiga dengan penambahan sekitar 50 kamera baru yang proposalnya dalam waktu dekat akan kita ajukan ke Pemda DKI sebagai hibah kepada kita," ujar Sambodo, Kamis (21/1/2021).

Dikatakan Sambodo, pada tahap tiga, Ditlantas juga berkoordinasi dengan pengelola tol dan Transjakarta, terkait pemasangan kamera ETLE di jalan tol dan jalur busway.

"Agar di jalan tol maupun jalur busway itu juga dipasang kamera ETLE, sehingga bagi para pengendara yang nyelonong masuk jalur busway bisa tertangkap kamera. Demikian juga dengan kendaraan-kendaraan yang melanggar batas kecepatan di jalan tol bisa tertangkap di kamera," ungkapnya.

Sambodo menyampaikan, penerapan sistem ETLE sangat efektif menurunkan pelanggaran, dan sebaliknya meningkatkan disiplin pengguna kendaraan.

"Pada titik-titik yang ada kamera ETLE-nya terjadi peningkatan disiplin lalu lintas. Hal ini menunjukkan bahwa kamera ETLE sangat efektif untuk meningkatkan kedisiplinan. Terbukti dari data yang menunjukkan bahwa di titik-titik yang terdapat kamera ETLE terjadi penurunan pelanggaran yang tercapture oleh kamera. Artinya, di titik tersebut terjadi peningkatan disiplin berlalu lintas. Hal ini menunjukkan efektifitas dari kamera ETLE dalam meningkatkan disiplin lalu lintas pengendara di Jakarta," katanya.

Sementara itu, pemerhati masalah transportasi Budiyanto, mengatakan penegakan hukum menggunakan sistem ETLE yang berbasis sistem elektronik akan mengurangi interaksi antara pelanggar dengan petugas sehingga menghindari praktik penyimpangan uang.

"Kelebihan dari sistem penegakan hukum dengan ETLE, pertama petugas tidak bersentuhan langsung dengan pelanggar sehingga menghindari KKN (korupsi, kolusi, nepotisme). Kemudian, bekerja 24 jam penuh," jelasnya.

Budiyanto menambahkan, melalui kamera ETLE, semua pelanggar dapat terdeteksi atau ter-capture, mudah dalam pembuktian karena data valid dan akurat, serta konsisten terhadap semua pelanggaran. "Selain itu, meminimalkan keterlibatan personel di lapangan," katanya.

Budiyanto menjelaskan, ETLE merupakan sistem penegakan hukum di bidang lalu lintas yang cukup efektif dengan menggunakan teknologi automatic number plate recognition (ANPR) yang dapat mendeteksi tanda nomor kendaraan bermotor secara otomatis, merekam dan menyimpan bukti pelanggaran untuk dipergunakan sebagai barang bukti di pengadilan.

"Penegakan hukum dengan sistem elektronik ini bertujuan untuk mewujudkan supremasi hukum, transparansi, akuntabilitas, dan memberikan jaminan serta perlindungan HAM," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Sriwijaya Air

Penemuan CVR akan memberikan informasi yang signifikan dalam proses investigasi penyebab kecelakaan Sriwijaya SJ-182.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Satu Persatu Jenazah Penumpang Sriwijaya Air Teridentifikasi

Tim Disaster Victim Identification Polri berhasil mengidentifikasi 47 korban Sriwijaya Air SJ-182 hingga Kamis (21/1/2021).

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Bank DKI Beri Dukungan Mobil Unit Donor Darah ke PMI

Bank DKI juga menyerahkan lima unit mobil sebagai apresiasi atas partisipasi PMI DKI Jakarta pada program JakOne Vaganza.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Pemprov DKI Dimintai Waspadai Kerumunan Massa Penerima Bansos Tunai

Komisi A Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta August Hamonangan meminta agar Satgas Covid-19 RT/RW dan Kelurahan dilibatkan untuk mengawasi jalannya penyaluran bansos.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Pemprov DKI Sediakan 5 Lokasi Penjualan Daging Sapi

Harga jual daging sapi di Toko Tani Indonesia Center (TTIC) berkisar Rp 70.000 hingga Rp 90.000 per kilogram.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Pedagang Daging Sapi di Depok Masih Mogok Jualan

Belum ada pedagang daging sapi yang berjualan di sejumlah pasar tradisional di Depok.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Cegah Mogok Pedagang Daging Sapi Berlanjut, Ini Upaya Kadin DKI

Kadin DKI menggelar konsolidasi dengan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia serta sejumlah perwakilan pedagang daging di Jakarta.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Putra Wakil Wali Kota Tangerang Divonis 8 Bulan Penjara Terkait Kasus Narkoba

Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya Akmal, Syarif dan Taufik dituntut penjara selama 10 bulan.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Pedagang Daging: Jual Rp 130.000 Baru Impas

Rencananya aksi mogok berlangsung hingga Jumat (22/1/2021).

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Sah, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono Pemenang Pilkada Depok 2020

Mohammad Idris-Imam Budi Hartono berdasarkan perolehan suara meraih sebanyak 415.657 suara atau 55,54% dari total suara sah pasangan calon.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS