Satu Persatu Jenazah Penumpang Sriwijaya Air Teridentifikasi
Logo BeritaSatu

Satu Persatu Jenazah Penumpang Sriwijaya Air Teridentifikasi

Kamis, 21 Januari 2021 | 20:30 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, kembali mengumumkan empat nama penumpang Sriwijaya Air SJ-182, yang teridentifikasi, Kamis (21/1/2021) sore.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, menyebutkan nama Selvia Daro, perempuan (24); Angga Fernanda Afrion (27), laki-laki; Rion Yogatama (29), laki-laki, Rusni (44), perempuan, teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA.

"Tim berhasil mengidentifikasi empat korban pada hari ini. Sehingga korban yang berhasil diidentifikasi sebanyak 47," ujar Rusdi, di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (21/1/2021).

Rusdi menerangkan, Tim DVI telah menerima 324 kantong jenazah dan juga 264 kantong properti hingga hari ke-13 pasca-kecelakaan. Selanjutnya, tim akan terus bekerja mengidentifikasi body part yang diterima agar memberi kepastian kepada keluarga.

"Mudah-mudahan besok tim bisa mengidentifikasi lagi korban yang dapat dikenali, sehingga memberi kepastian kepada keluarga korban," ungkapnya.

Tim DVI
Komandan DVI Polri Komisaris Besar Polisi Hery Wijatmoko mengungkapkan, Tim DVI Pusdokkes Polri melibatkan setidaknya 76 ahli yang terus bekerja siang-malam di Posko Antemortem dan Postmortem.

"Kalau antemortem kami libatkan 51 ahli, dari postmortem kita libatkan 25 ahli, termasuk dari ontokologi forensik, toksikologi forensik, kemudian dari antropologi, dan sebagainya," katanya.

Hery menyampaikan, dalam menjalankan tugas, Tim DVI juga terus berkoordinasi dengan pihak Pusinafis Polri, Dirjen Dukcapil Kemdagri, maskapai Sriwijaya Air, Jasa Raharja, dan instansi lainnya. Pusinafis Polri dan Dirjen Dukcapil dilibatkan dalam proses identifikasi melalui proses pemeriksaan sidik jari. "Kami ada keterlibatan Dukcapil dan Inafis yang memiliki kemampuan untuk sidik jari dan sidik iris. Kemudian ada juga pemeriksaan ontomologi dental dari rekam medik, medis maupun properti," katanya.

Berdasarkan catatan, proses DVI adalah kegiatan pencocokan yang menggunakan parameter atau ukuran primer dan sekunder. Primer tingkat keyakinan atau absolutely paling tinggi, semisal sidik jari, gigi geligi dan DNA. Sementara, sekunder dari medis atau properti. Medis itu tanda yang menempel di tubuh, sedangkan properti adalah barang yang nempel di badan saat terakhir korban hidup. Dalam proses identifikasi, prinsip kehati-hatian sangat diutamakan.

Fase identifikasi dimulai dari temuan body part di lokasi kejadian yang kemudian dikirim menggunakan kantong jenazah ke RS Bhayangkara Polri. Kemudian, masuk fase postmortem. Pada proses postmortem ada tim patologi forensik, tim odontologi forensik dan tim DNA forensik serta ahli lain yang dibutuhkan. Setiap bagian tubuh akan dinilai kondisinya, dicek, diambil datanya, dan dilabeli.

Kemudian, masuk ke dalam fase ketiga yakni, antemortem. Posko antemortem menerima dan menangani laporan yang masuk dari keluarga penumpang seperti identitas diri, jenis kelamin, properti, rekam medis, dan sebagainya. Pada pengumpulan data antemortem yang diutamakan adalah data primer seperti sidik jari korban pada saat hidup di KTP, ijazah, SIM dan lainnya. Kemudian gigi geligi semisal ada gigi palsu atau rontgent gigi.

Sementara pemeriksaan DNA pada antemortem sampelnya bisa diambil dari benda-benda pribadi yang tidak mungkin dipakai orang lain seperti sikat gigi. Sementara, DNA pada postmortem diambil sampel dari sel-sel di bagian tubuh.

Ketika data postmortem dan antemortem sudah terkumpul, selanjutnya masuk ke fase terakhir yaitu, rekonsiliasi. Masing-masing data antemortem dan postmortem dibawa ke sidang rekonsiliasi. Masuk proses matching, direkonsiliasi, dan hasilnya dirilis.

Seiring waktu berjalan, Tim DVI kini fokus atau lebih menitikberatkan pemeriksaan DNA dalam proses identifikasi penumpang Sriwijaya Air SJ-182. "Pemeriksaan yang saat ini digunakan, kami lebih menitikberatkan pada pemeriksaan DNA forensik karena semakin lama semakin ada keterbatasan untuk pemeriksaan yang lain, termasuk sidik jari," kata Hery.

Selain bergantung pada proses evakuasi di lokasi, Hery menambahkan, situasi pandemi Covid-19 juga menjadi kendala tersendiri dalam proses identifikasi.

"Kendala, operasi DVI adalah operasi yang terkait dengan stakeholder yang lain. Ada beberapa fase yang kemarin saya sampaikan, khususnya yang Sriwijaya ini TKP-nya di laut, sehingga kami sangat bergantung dengan hasil yang didapatkan di fase 1, recovery-recovery di TKP, pertama itu. Yang kedua adalah suasana sekarang suasana pandemi. Kami telah menerima ratusan kantong dan kami sudah lakukan pemeriksaan, dan hari ini akan terus lakukan pemeriksaan. Kendalanya karena fase pandemi kami lakukan protokol kesehatan sehingga jangan sampai di dalam operasi DVI ini ada klaster baru karena operasi ini," ucapnya.

Hery menyampaikan, Tim DVI tetap mengedepankan protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran Covid-19 dalam mengidentifikasi jenazah penumpang. "Pertama karena kita menghindari kerumunan jadi kemampuan kami melakukan pemeriksaan tidak kami laksanakan secara full. Kami memanfaatkan beberapa, tadi kami sampaikan hanya empat meja. Kami punya 20 meja pemeriksaan, dan 20 meja kalau satu tim itu ada lima (ahli). Kami tidak mau ada klaster di kamar jenazah. Kami juga melaksanakan 3 M," katanya.

Menurut Hery, Tim DVI juga menggunakan sistem shift sehingga bisa bergantian dalam melaksanakan pemeriksaan. "Karena apa? Pemeriksaan di kamar jenazah itu memerlukan waktu sehingga kami harus refreshing untuk timnya. Kemudian personel yang kita turunkan, kita batasi, dan untungnya tim kami sudah solid, stakeholder juga solid, kondisi bagus, saling mendukung dan mengisi. Kemudian dari tim-tim yang mendampingi keluarga juga solid sekali," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Tim Rekonsiliasi Disaster Victim Identification (DVI) Polri Kombes Pol Agung Widjajanto mengatakan, operasi DVI memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda dalam setiap peristiwa. Namun, tujuannya sama melakukan identifikasi terhadap korban secara ilmiah.

"Setiap operasi DVI memiliki tingkat kerumitan yang berbeda-beda. Jadi tidak ada operasi DVI yang permasalahannya itu sama. Namun pada intinya, tujuan akhirnya adalah melakukan identifikasi. Artinya, menyatakan bahwa seseorang memang ada dalam peristiwa tersebut, dan tentunya dalam keadaan meninggal. Sehingga status meninggalnya itu diperkuat dalam pemeriksaan ilmiah dan dapat diterbitkan akte atau surat kematian dan surat administrasi lain yang diperlukan misalnya, terkait asuransi dan lainnya," kata Agung.

Agung menuturkan, dalam kasus kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182, juga memiliki kesulitan berbeda dengan peristiwa kecelakaan pesawat sebelumnya. "Namun, Alhamdulillah yang jelas untuk data antemortem itu bisa terkumpul semua dan relatif sangat lengkap. Namun, tidak semua data antemortem ini bisa dimanfaatkan. Kenapa, karena pembandingnya tidak ada. Kenapa pembandingnya tidak ada? misalnya contoh properti atau barang-barang kepemilikan, barang yang dipakai, cincin dan sebagainya. Kita tahu sebagain besar body part yang ditemukan ini kondisinya sedemikian rupa ukurannya sangat tidak mewakili, artinya tidak berbentuk sehingga propertinya tidak ada. Jadi temuan dari AM (antemortem) tidak semuanya bisa dipasangkan dengan PM (postmortem)."

Agung menyampaikan, proses identifikasi bisa dilakukan melalui pemeriksaan DNA, sidik jari dan dental record. Kemudian, data medis dan properti. "Alhamdulillah, di awal-awal finger print itu memegang peranan karena Alhamdulillah body part yang ditemukan ada sidik jarinya. Kemudian, berikutnya meskipun kecil-kecil (body part), tapi kita punya lab DNA, sehingga pemeriksaan DNA bisa dilakukan. Memang pemeriksaan DNA perlu waktu kurang lebih hari keempat dan kelima kita bisa menyelesaikan dan bisa dipasangkan DNA-nya," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bank DKI Beri Dukungan Mobil Unit Donor Darah ke PMI

Bank DKI juga menyerahkan lima unit mobil sebagai apresiasi atas partisipasi PMI DKI Jakarta pada program JakOne Vaganza.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Pemprov DKI Dimintai Waspadai Kerumunan Massa Penerima Bansos Tunai

Komisi A Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta August Hamonangan meminta agar Satgas Covid-19 RT/RW dan Kelurahan dilibatkan untuk mengawasi jalannya penyaluran bansos.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Pemprov DKI Sediakan 5 Lokasi Penjualan Daging Sapi

Harga jual daging sapi di Toko Tani Indonesia Center (TTIC) berkisar Rp 70.000 hingga Rp 90.000 per kilogram.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Pedagang Daging Sapi di Depok Masih Mogok Jualan

Belum ada pedagang daging sapi yang berjualan di sejumlah pasar tradisional di Depok.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Cegah Mogok Pedagang Daging Sapi Berlanjut, Ini Upaya Kadin DKI

Kadin DKI menggelar konsolidasi dengan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia serta sejumlah perwakilan pedagang daging di Jakarta.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Putra Wakil Wali Kota Tangerang Divonis 8 Bulan Penjara Terkait Kasus Narkoba

Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya Akmal, Syarif dan Taufik dituntut penjara selama 10 bulan.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Pedagang Daging: Jual Rp 130.000 Baru Impas

Rencananya aksi mogok berlangsung hingga Jumat (22/1/2021).

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Sah, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono Pemenang Pilkada Depok 2020

Mohammad Idris-Imam Budi Hartono berdasarkan perolehan suara meraih sebanyak 415.657 suara atau 55,54% dari total suara sah pasangan calon.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ-182 Resmi Dihentikan

Operasi pencarian kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 resmi dihentikan Kamis (21/1/2021) sore.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021

Di Tengah Pandemi, Sumbangan Dana untuk PMI DKI Jauh Melebihi Target

Padahal, pada 2020, masyarakat Indonesia termasuk Jakarta menghadapi pandemi Covid-19.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS