Anies Sebut Libur Panjang Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Anies Sebut Libur Panjang Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta

Sabtu, 9 Januari 2021 | 16:05 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya sudah mengetahui pola pergerakan penularan kasus Covid-19 di Jakarta dengan mengacu pada pengalaman penanganan Covid-19 selama kurang lebih sembilan bulan. Salah satu yang pola yang paling menonjol, kata Anies, adalah kasus Covid-19 mengalami lonjakan usai libur panjang.

“Ketika ada masa libur, dan kita bersama-sama melakukan kegiatan liburan bersama, maka penularan meningkat dan kasus aktif bertambah,” ujar Anies saat konferensi pers yang disiarkan channel Youtube Pemprov DKI, Sabtu (9/1/2021).

Anies memaparkan momen-momen libur panjang yang membuat 10 sampai 14 hari sesudahnya terdapat lonjakan kasus Covid-19. Pertama, kata Anies, pada Bulan Agustus 2020 terdapat cuti bersama yang cukup panjang, yakni 15-17 Agustus dan 20-23 Agustus 2020. Dampaknya, dua pekan kemudian terjadi lonjakan kasus aktif yang signifikan.

“Dua minggu setelah libur panjang penambahan itu, kasus harian dan penambahan kasus aktif melonjak dengan cepat. Di bulan September, 2 minggu setelah itu, dalam 11 hari pertama, 30 Agustus sampai 11 September 2020, kasus aktif melonjak sebanyak 49% dari 7.960 kasus menjadi 11.824 kasus. Bahkan tingkat kematiannya loncat 17%,” jelas dia.

BACA JUGA: Ini Perbedaan PSBB Awal, Jilid Satu, dan Jilid Dua di Jakarta

Lonjakan kasus pada September 2020 tersebut, kata Anies, membuat Pemprov DKI Jakarta saat itu mengambil kebijakan rem darurat (emergency brake) dengan melakukan pengetatan PSBB transisi dan kembali ke PSBB dalam periode 14 September hingga 13 Oktober 2020. Anies mengakui bahwa saat itu terdapat pro dan kontra terhadap langkah Pemprov DKI tersebut.

Namun, Anies mengatakan, jika pihaknya tidak melakukan intervensi kebijakan saat itu, maka lonjakan kasus akan semakin tinggi dan kapasitas pelayanan kesehatan tidak bisa mengimbangi lonjakan tersebut.

“Kalau kita tidak melakukan intervensi, maka grafik (kasus Covid-19) akan terus naik ke atas. Tetapi kita melakukan intervensi untuk memastikan jumlah kasus tidak meningkat. Dan apa yang terjadi, kasusnya melandai bahkan kita menyaksikan adanya penurunan yang cukup signifikan,” ungkap Anies.

Kemudian, lanjut Anies, terdapat libur panjang lagi pada 28 Oktober hingga 2 November 2020. Dampak dari libur panjang tersebut, dalam waktu 10 sampai 14 hari sesudahnya terdapat lonjakan kasus yang signifikan.

Pada 7 November 2020, total kasus positif tercatat 111.201 dan melonjak 11,62% menjadi 125.822 per 21 November. Selanjutnya melonjak lagi 13,4% menjadi 142.630 kasus per 5 Desember.

BACA JUGA: Anies: Penanganan Covid-19 Harus Lintas Sektoral dan Terintegral

Lonjakan kasus setelah libur panjang 28 Oktober hingga 2 November 2020 didominasi dari klaster keluarga. Dari total kasus positif sejak 23-29 November, sebanyak 47,1 persen di antaranya disumbang klaster keluarga, yakni 410 klaster keluarga dengan total 4.052 kasus positif.

“Ketika ada libur panjang, dua minggu kemudian ada lonjakan kasus. Kita kembali menyaksikan adanya penambahan kasus yang sama signifikan. Jadi, setelah libur 28 Oktober hingga 2 November, 10 sampai 14 hari kemudian kasusnya melonjak dan klaster penularan tersebut adalah klaster keluarga, ada 40-an persen dari klaster keluarga,” kata dia.

Saat ini, kata Anies, lonjakan kasus juga sudah mulai meningkat secara signifikan sebagai dampak dari libur panjang pada akhir Desember 2020 hingga awal Januari 2021. Karena itu, kata dia, Pemprov DKI Jakarta harus segera mengantisipasi dengan cara melakukan pengetatan kembali PSBB sebagaimana pernah dilakukan pada September-Oktober 2020.

“Oleh sebab itu, sekarang dilakukan antisipasi, pertama, antisipasi lonjakan jumlah pasien, kedua kita harus melakukan pengetatan PSBB seperti bulan September lalu. Jadi kita rasa bersyukur dengan data itu yang kita miliki, kita memiliki informasi lengkap,” pungkas Anies.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Perbedaan PSBB Awal, Jilid Satu, dan Jilid Dua di Jakarta

Inilah perbedaan PSBB awal, PSBB jilid I, dan PSBB jilid II.

MEGAPOLITAN | 9 Januari 2021

Balap Liar di Cilandak, 32 Sepeda Motor Diamankan

Polisi banyak menerima laporan dari warga kalau sering terjadi aksi balap liar, di depan Gedung PSW Tower, Jalan Pangeran Antasari Raya, Cilandak, Jaksel.

MEGAPOLITAN | 9 Januari 2021

Anies: Penanganan Covid-19 Harus Lintas Sektoral dan Terintegral

Pemprov DKI Jakarta sangat mendukung kebijakan Pemerintah Pusat terkait pemberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat (PPKM) untuk daerah-daerah di Jawa-Bali.

MEGAPOLITAN | 9 Januari 2021

Polri Benarkan Fadli Zon Dilaporkan ke Bareskrim

Ketua Umum APMI Febriyanto Dunggio melaporkan Anggota Komisi I DPR Fadli Zon ke Bareskrim Polri lantaran akun Twitter-nya menyukai konten porno.

MEGAPOLITAN | 9 Januari 2021

Dituding Like Konten Porno, Fadli Zon Dilaporkan ke Bareskrim

Menurut APMI, tindakan Fadli Zon menyukai konten pornografi dinilai sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang anggota dewan.

MEGAPOLITAN | 9 Januari 2021

Ini Perincian Pengetatan PSBB di Jakarta

Tempat kerja melakukan 75% work from home dan belajar mengajar masih dilakukan secara jarak jauh.

MEGAPOLITAN | 9 Januari 2021

Tindaklanjuti Arahan PPKM, Anies Kembali Perketat PSBB Mulai Senin

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar berlaku mulai hari Senin, 11 Januari hingga 25 Januari 2021.

MEGAPOLITAN | 9 Januari 2021

4.349 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran

Jumlah ini bertambah 171 orang dibandingkan hari sebelumnya sebanyak 4.240 pasien.

MEGAPOLITAN | 9 Januari 2021

Polisi Bakal Olah TKP Kasus Video Syur Gisel

Polisi berencana melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Medan, Sumatera Utara.

MEGAPOLITAN | 9 Januari 2021

BMKG: Jakarta Selatan Berpotensi Hujan Petir

BMKG meminta masyarakat mewaspadai hujan disertai petir dan angin kencang di wilayah Jakarta Selatan pada Sabtu.

MEGAPOLITAN | 9 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS