Kuasa Hukum Pradi-Afifah Laporkan Dugaan Politik Uang
Logo BeritaSatu

Kuasa Hukum Pradi-Afifah Laporkan Dugaan Politik Uang

Senin, 14 Desember 2020 | 17:01 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / JAS

Depok, Beritasatu.com - Dugaan politik uang terjadi di Depok pada Pilkada yang digelar 9 Desember lalu. Temuan dugaan tersebut pun sudah dilaporkan oleh kuasa hukum pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Depok nomor urut 01 Pradi Supriatna-Afifah Alia. Temuan itu dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Kuasa hukum paslon 01 Saharwan Perkasa mengatakan, pihaknya sudah memiliki saksi atas dugaan temuan tersebut. Bahkan pengakuan penerima dugaan politik uang juga sudah didokumentasikan. "Saksi yang kami punya sudah kami buat dalam bentuk dokumentasi, rekaman dan pengakuan si penerima. Dalam bentuknya ini dia menerima empat amplop," ujar Saharwan, Senin (14/12/2020) di Depok, Jawa Barat.

Dari hasil temuan pihaknya, dugaan politik uang tersebut terjadi pada H-2 pelaksanaan pencoblosan atau pada 7 Desember. Dugaan temuan itu terjadi di wilayah Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan.

"Diduga dilakukan oleh kubu Paslon 02 yang sampai saat ini sudah kami laporkan oleh tim advokasi ke Bawaslu. Proses hukum sedang berjalan dan semua alat bukti yang kami punya sudah disita oleh Bawaslu dan Gakumdu," beber Saharwan.

Pengakuan warga yang diduga menerima politik uang itu mendapat amplop berisi Rp 30.000. Warga itu menerima titipan dari seseorang sebanyak empat amplop. Namun hanya satu amplop saja yang sudah dibuka.

"Yang sudah dibuka satu amplop. Jadi asumsi dia (saksi) jumlah empat itu totalnya Rp 120.000. Karena satu amplop itu yang sudah dibuka itu isinya Rp 30.000 dengan pecahan Rp 20.000 dan Rp 5.000 dua lembar. Ini akan berkembang sepertinya," papar Saharwan.

Terpisah, Ketua Tim Pemenangan Paslon 02 Mohammad Idris-Imam Budi Hartono, Muhammad Hafid Nasir menyarankan agar kasus itu dilaporkan pada pihak penyelenggara Pilkada.

"Silakan sampaikan saja kalau memang ada bentuk-bentuk kecurangan yang dilakukan oleh siapapun ya, itu kan tugasnya KPU dan Bawaslu," ujar Hafid.

Dikatakan Hafid, pihaknya juga sudah sempat melaporkan beberapa kasus namun sayangnya hal itu tidak berjalan tuntas. "Kami juga sudah banyak menyampaikan laporan tapi tidak tuntas tuh," kata Hafid.

Terkait dugaan politik uang tersebut, Hafid menyarankan untuk dilaporkan.
"Kami bukan pada pihak yang membantah tapi silakan saja melaporkan nanti kan tinggal pembuktian apakah money politics, itu kan tugas penyelanggara pemilu. Kami paslon 01 atau 02 hanya sebagai peserta bukan sebagai yang mengawasi," papar Hafid.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini tak menampik dengan adanya laporan tersebut. Namun, dia mengaku belum bisa mengungkapkan kronologinya secara detail.

"Saya belum detail lihat ya, tadi saya lihat amplop isinya Rp 30.000. Jadi tidak signifikan, nanti mau dilihat lagi, makanya masih ditelusuri lagi. Memang uang tapi harus ditelusuri kembali apakah hanya uang saja atau plus sembako," tutur Luli.

Informasi yang diketahui Bawaslu, dugaan temuan itu terjadi di wilayah Kecamatan Sawangan. Menurutnya, itu masih dalam konteks azas praduga tak bersalah dan perlu pendalaman.

"Daerah Sawangan kalau tidak salah. Masih dugaan, asas praduga tak bersalahnya tetap berjalan dan penelusuran berproses apakah ada unsur atau tidak. Ada laporan dan kami menduga itu money politics, ada dugaan, ada laporan itu money politics, azas praduga tak bersalah keluar dulu," pungkas Luli.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Setelah Ancam Penggal Kepala Polisi, Pelaku Mengaku Khilaf

Tersangka S yang berprofesi pedagang juga mengaku khilaf dan hanya iseng.

MEGAPOLITAN | 14 Desember 2020

DKI Belum Putuskan Sekolah Tatap Muka Digelar Awal Tahun 2021

Pemprov DKI tidak menginginkan sekolah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

MEGAPOLITAN | 14 Desember 2020

2 Tersangka Kasus Kerumunan Diperiksa, Polisi Keluarkan Surat Penangkapan

Yusri menyampaikan, penyidik telah menetapkan keduanya sebagai tersangka dan telah mengeluarkan surat perintah penangkapan.

MEGAPOLITAN | 14 Desember 2020

Dinas UMKM DKI Temukan Parcel Tak Layak Edar di Kelapa Gading

Petugas melakukan pengawasan terhadap produk pangan di salah satu pusat ritel di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

MEGAPOLITAN | 14 Desember 2020

Penumpang KRL Naik 10%

KAI Commuter mencatat pada Senin (14/10/2020) hingga pukul 08.00 WIB jumlah pengguna KRL sebanyak 114.346 orang atau bertambah sekitar 10% dibanding pekan lalu.

MEGAPOLITAN | 14 Desember 2020

Pengendara Motor Masuk Tol Jakarta-Cikampek, Tewas Tercebur di Kali Bekasi

Dua orang yang mengendarai satu sepeda motor masuk Tol Jakarta-Cikampek melalui Gerbang Tol Bekasi Barat, Minggu (13/12/2020) sekitar pukul 01.30 WIB.

MEGAPOLITAN | 14 Desember 2020

Baku Tembak Polisi dan Laskar FPI, Ini Penjelasannya

Dua lainnya menembak ke arah petugas dengan senjata api sebanyak tiga kali.

MEGAPOLITAN | 14 Desember 2020

Ketua Umum FPI dan Panglima Laskar Diperiksa Polisi

"Kami datang bukan untuk menyerahkan diri, tapi kami datang untuk diperiksa."

MEGAPOLITAN | 14 Desember 2020

Polisi Ciduk 5 Pemuda Kerap Tawuran di Kolong Jembatan Cilincing

"Mereka mengaku melakukan pengeroyokan terhadap RS yang sedang melintas karena ada dendam pribadi," tambah Sudjarwoko

MEGAPOLITAN | 14 Desember 2020

Rekonstruksi: Penyerangan terhadap Polisi Terjadi Sejak Interchange Karawang Barat

Rekonstruksi merupakan hasil dari berita acara pemeriksaan, petunjuk dan olah tempat kejadian perkara.

MEGAPOLITAN | 14 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS