Positif Covid-19, Anies Serukan Penguatan Ikhtiar 3M
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Positif Covid-19, Anies Serukan Penguatan Ikhtiar 3M

Rabu, 2 Desember 2020 | 12:02 WIB
Oleh : Yustinus Paat, Lennny Tristia Tambun, Hotman Siregar, Ari Suprianti Rikin / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan dirinya positif Covid-19. Pada saat yang sama ia mengingatkan seluruh warga bahwa siapa saja bisa terpapar sehingga semua pihak diminta untuk berikhtiar menjalankan protokol kesehatan 3M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, secara disiplin. Kalangan DPRD mengapresiasi pernyataan Anies yang mengumumkan statusnya pada kesempatan pertama.

“Covid-19 ini masih ada dan bisa menghampiri siapa saja. Mari kita lebih disiplin menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Ikhtiar itu harus dilakukan untuk kita bersama-sama menjaga dari risiko penularan,” ujar Anies, saat mengumumkan kepada publik perihal statusnya yang positif terinfeksi Covid-19, di Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Anies dinyatakan positif Covid-19 berdasar hasil tes usap PCR yang keluar pada Selasa (1/12/2020). Sebelumnya, pada Rabu (25/11/2020), Anies mengungkapkan, dirinya menjalani tes usap secara rutin dan saat itu hasilnya negatif.

Selanjutnya, pada Minggu (29/11/2020), setelah Wagub DKI Jakarta Riza Patria dinyatakan positif Covid-19, Gubernur Anies juga sempat melakukan tes usap antigen dan hasilnya negatif.

Anies mengaku, saat ini kondisinya dalam keadaan baik dan tanpa gejala. “Setelah berkonsultasi dan sesuai dengan arahan dokter, saya akan menjalani isolasi mandiri dan mengikuti prosedur pengobatan yang ditetapkan tim medis,” ujarnya.

Dia juga berharap, agar semua orang yang pernah berinteraksi selama beberapa hari terakhir, untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan seperti isolasi mandiri atau tes usap PCR. “Bagi siapa pun yang pernah bertemu saya dalam beberapa hari terakhir, bisa kontak ke puskesmas terdekat untuk menjalani swab test. Tentu tim tracing dari Dinkes juga akan mendata dan menghubungi kontak erat saya. Seluruh prosedur terkait akan dijalankan,” tambahnya.

Sementara itu kalangan wakil rakyat di DPRD DKI Jakarta mengapresiasi sikap terbuka Anies yang secara sukarela mengumumkan statusnya pada kesempatan pertama. Ketua Komisi E (bidang Kesehatan) DPRD Jakarta Iman Satria mengapresiasi kejujuran Anies Baswedan. Hal itu penting agar orang-orang yang pernah melakukan kontak erat dengan Anies dapat segera menjalani tracing.

Menurut politisi Gerindra itu, terpaparnya Anies adalah peringatan bahwa Covid tidak mengenal kelas sosial. Dia meminta seluruh elemen untuk konsisten menjalankan protokol kesehatan Covid. “Ini harus jadi pembelajaran bagi kita untuk meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Sedangkan menurut Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, meskipun gubernur dan wakil gubernur terpapar Covid-19, roda pemerintahan di DKI Jakarta tetap berjalan. “Tentu ini adalah peristiwa berat untuk Pemprov DKI. Gubernur (Anies) dan Wakil Gubernur (Ahmad Riza Patria) positif (Covid-19). Tetapi bagaimana pun saya meminta agar roda pemerintahan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” kata Prasetio.

Menyadarkan Warga
Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengharapkan masyarakat sadar untuk tetap menerapkan protokol kesehatan setelah Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI terkonfirmasi positif Covid-19.

“Satgas berharap diagnosis positif Covid-19 pada pimpinan daerah dapat menyadarkan masyarakat bahwa Covid-19 berpotensi untuk menular kepada siapapun, siapa saja, tanpa memandang status atau latar belakang bahkan apapun pekerjaannya,” kata.

Wiku menyampaikan rasa prihatin atas kabar Anies Baswedan dan Ahmad Riza Patria yang harus menjalani isolasi mandiri karena positif Covid-19. “Jadi satgas turut prihatin dengan terkonfirmasi positif Covid yang dialami oleh bapak Gubernur dan Wagub DKI Jakarta,” ujarnya.

Meskipun keduanya harus menjalani isolasi mandiri, Wiku mengharapkan kebijakan pencegahan Covid-19 di Ibu Kota tetap dapat berjalan dengan lancar dan tetapi fokus kepada implementasi strategi 3M dan 3T (testing, tracing, dan treatment).

“Maka dari itu, Satgas ingatkan agar masyarakat tertib protokol kesehatan dan jangan pergi ke lokasi yang ada kerumunan. Dilarang berkerumun,” tegas Wiku Adisasmito.

Wiku mengungkapkan Satgas Covid-19 saat ini sedang menggalakkan upaya tracing dan testing di DKI Jakarta, mengingat angka kasus positif di Ibu Kota terus naik dalam sepekan terakhir ini. “Maka tracing dan testing sangat dibutuhkan untuk memutus rantai penularan,” terangnya.

Terlena Vaksinasi
Menanggapi perkembangan kasus Covid-19 yang terus melonjak, epidemiolog Universitas Airlangga Laura Navika Yamani mengingatkan masyarakat dan aparat pemerintah untuk tidak terlena dengan informasi rencana vaksinasi pada awal tahun depan. Jangan sampai informasi mengenai vaksinasi Covid-19 dalam waktu dekat mengendurkan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan, serta upaya tracing, testing, dan treatment.

“Dunia menantikan kehadiran vaksin. Namun masyarakat jangan lengah, meskipun vaksinasi dimulai, protokol kesehatan 3M tetap harus dijalankan, karena durasi kekebalan tubuh yang ditimbulkan dari vaksin belum bisa dipastikan waktunya,” jelasnya.

Oleh sebab itu, vaksinasi akan terus dimonitor untuk melihat kemampuan vaksin memberikan kekebalan apakah itu 1 tahun atau lebih. Sama halnya dengan pandemi flu yang belakang diketahui virusnya dan ada vaksin yang pemberiannya harus berulang setahun sekali.

“Masyarakat harus tahu bahwa vaksin tidak bisa ditemukan cepat, ada proses vaksin memberikan kekebalan,” katanya.

Dia mengingatkan, berdasarkan sejarah, tidak semua pandemi akan berakhir dengan vaksin. Inilah yang harus diingat masyarakat untuk tidak lengah.

Vaksin dibuat dari mulai produksi hingga distribusi butuh waktu 1-2 tahun. Apalagi jika ketersediaan vaksin masih bergantung pada luar negeri. Selain itu pemberian dosis belum tentu langsung memberikan kekebalan, oleh sebab itu monitoring penting dilakukan.

“Masyarakat juga perlu memahami dengan protokol kesehatan 3M ketat seharusnya bisa lolos dari pandemi tanpa bergantung vaksin,” ujarnya.

Namun, Laura mengakui, mengubah perilaku dengan kebiasaan baru 3M di Indonesia tidak mudah. Padahal perubahan perilaku 3M perlu dilihat dan dimaknai bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat. Sebab tidak ada yang tahu apakah akan terjadi pandemi lagi di kemudian hari.

Dia mencontohkan, penduduk di Taiwan terbiasa memakai masker untuk mengantisipasi polusi udara. Masyarakat Indonesia juga perlu diberi pemahaman terus menerus bahwa pemakaian masker juga punya tujuan positif untuk kesehatan seseorang.

“Jangan jadikan 3M menjadi beban. Tapi lihat manfaatnya untuk jangka panjang. Perubahan perilaku tidak hanya untuk mencegah Covid-19 tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan,” ucapnya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo Covid-19 mengatakan, Covid-19 adalah ancaman penyakit berbahaya yang dapat menimbulkan kematian bagi kelompok rentan yakni lansia dan pemilik penyakit penyerta (komorbid) seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan penyakit paru. Apabila terpapar Covid-19 maka risikonya sangat tinggi. Angka kematian kelompok rentan ini mencapai 80-85 %.

Oleh sebab itu, masyarakat diminta mematuhi protokol kesehatan. Termasuk ketika vaksin diberikan pun tidak serta merta bebas tanpa masker, tetap harus gunakan masker. Sebab Vaksin tidak menghentikan Covid-19.

“Covid-19 akan ada terus sepanjang waktu sampai kapan, hanya Tuhan Maha Kuasa yang mengetahuinya,” ucapnya.

Sementara itu, terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Ibu Kota, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan saat ini ada sebanyak 67 laboratorium di wilayah DKI Jakarta yang melakukan kegiatan pemeriksaan spesimen.

Sedangkan, Koordinator Operasional RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kol CKM Stefanus Donny mengakui, ada kenaikan jumlah pasien beberapa hari terakhir. “Tower 4 yang sempat ditutup sekarang sudah mulai diisi kembali dan sudah terisi sebanyak 183 orang,” tambahnya.

Pemda Diminta Serius
Sementara itu, merespons lonjakan kasus secara nasional, Wiku Adisasmito meminta, hal ini harus menjadi perhatian masyarakat tanpa kecuali. Tingginya angka kasus positif Covid-19 menjadi cerminan meningkatnya penularan.

“Kasus aktif tinggi berpotensi penularan lebih tinggi apalagi jika mengabaikan protokol kesehatan. Kami minta masyarakat patuhi protokol kesehatan. Kami pahami masyarakat sudah mulai lelah hadapi pandemi,” katanya dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (1/12).

Meski begitu, masyarakat tidak boleh kalah dan harus tetap produktif, beradaptasi dengan kebiasaan baru 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak). “Covid-19 bisa menyerang siapa saja termasuk pimpinan daerah dan ini perlu jadi perhatian siapa pun terutama pejabat publik agar tetap berhati-hati dan menjaga protokol kesehatan karena penularan bisa berasal dari siapa pun. Tidak terkecuali pejabat atau masyarakat biasa sekali lagi jangan pernah lengah,” ungkapnya.

Kepala daerah juga diminta mengoptimalkan peran satgas Covid daerah dalam melakukan pengawasan dan penegakan disiplin protokol kesehatan. Selain itu, testing atau pemeriksaan juga harus dioptimalkan. Jika mengacu standar WHO dengan penduduk Indonesia 267 juta jiwa, harus dilakukan testing 267.000 orang per minggu.

Saat ini kata Wiku, testing sudah mencapai 90,64 % pada minggu keempat November mendekati target WHO. Kendala yang masih ditemui antara lain jumlah reagen, ketersediaan sumber daya manusia, kapasitas lab serta kondisi geografis Indonesia.

Dalam rangka penguatan testing lanjutnya, seluruh laboratorium rujukan yang terdaftar di Kementerian Kesehatan telah terintegrasi dengan sistem data nasional sehingga hasilnya dapat langsung tercatat demi menghasilkan data real time.

Hasil testing dengan laboratorium terstandardisasi akan memberikan hasil akurat. Sebab hasil testing menjadi penentu awal atau penelusuran kontak. Wiku mengimbau, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh daerah, pejabat agar mendukung tracing.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gambar Hasil Lab Tes Usap Rizieq Syihab Beredar di Medsos

Sebelumnya, MER-C dikabarkan melakukan tes usap terhadap Rizieq Syihab, di Rumah Sakit Ummi, Bogor, Jawa Barat.

MEGAPOLITAN | 2 Desember 2020

Isolasi Mandiri, Anies Siapkan Sendiri Live Instagram

Aktivitas pelayanan publik juga dikerjakan Anies, di antaranya video konferensi terkait persoalan pertanahan di Jakarta.

MEGAPOLITAN | 2 Desember 2020

Kebakaran di SPBU MT Haryono Terjadi Ketika Listrik Menyala

Peristiwa kebakaran itu terjadi diduga akibat adanya percikan pada saat aliran listrik kembali menyala setelah sebelumnya padam.

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2020

KPU Depok Wajibkan KPPS Jalani Rapid Test

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok mewajibkan seluruh anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk menjalani rapid test.

MEGAPOLITAN | 2 Desember 2020

Satgas Covid-19 Prihatin Anies dan Ariza Terjangkit Covid-19

Wiku menyampaikan rasa prihatin atas kabar Anies Baswedan dan Ahmad Riza Patria yang harus menjalani isolasi mandiri karena positif Covid-19.

MEGAPOLITAN | 2 Desember 2020

Menantu Rizieq Syihab Tidak Datang dari Panggilan Polisi

Hanif tidak datang karena sudah memiliki kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2020

Pria Tanpa Identitas Tertabrak Kereta di Perlintasan Pasar Baru Bekasi

Korban diperkirakan berusia 30 tahun mengenakan celana pendek hitam, kemeja putih, memakai topi biru Levis serta di lengan kanan terdapat tato.

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2020

Kota Tangerang dan Tangerang Selatan Kembali Masuk Zona Merah

Minggu ke 38 masa Pandemi Covid-19 terjadi lonjakan di Kota Tangerang yang mencapai 206 kasus selama sepekan terakhir.

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2020

137 Surat Suara di Pilkada Depok yang Rusak Sudah Diganti

Kondisi kertas suara yang rusak tersebut dikatakan Ketua KPU Depok Nana Shobarna dalam kondisi ada yang sobek, berbercak sedikit.

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2020

Geliat Petani Milenial di Masa Pandemi Covid-19

Kelompok Tani Leuit Jajaka, terus berupaya dan berinovasi di tengah sempitnya lahan pertanian di kawasan Kota Bogor dengan metode tanam yang efisien.

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS