Sejumlah Pemuda Berdemo Minta KPK Jerat Istri Mantan Bupati Mojokerto
Logo BeritaSatu

Sejumlah Pemuda Berdemo Minta KPK Jerat Istri Mantan Bupati Mojokerto

Rabu, 2 Desember 2020 | 12:15 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Koalisi Mojokerto Bersih Untuk Indonesia (KMBUI) menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (2/12/2020). Dalam aksinya mereka mendesak KPK untuk menjerat Ikhfina Fahmawati, istri Mustofa Kamal Pasa, mantan Bupati Mojokerto.

Menurut Harjono, Koordinator Lapangan KMBUI mengatakan bahwa, Ikhfina Fahmawati diduga ikut andil dalam tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh Mustofa Kamal Pasa, suaminya. Saat ini KPK juga telah menyita barang bukti berupa tanah di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

"Barang bukti ini semakin menguatkan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan Mustafa Kamal Pasha," ujar Harjono di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Harjono memaparkan, diduga aliran uang haram hasil korupsi Mustofa Kamal Pasa selama dua periode menjabat Bupati Mojokerto masih banyak yang belum terungkap dan tidak menutup kemungkinan Ikhfina Fahmawati turut andil dalam kasus yang menjerat suaminya.

Seperti diketahui Mustofa Kamal Pasa dijerat KPK dalam kasus suap terkait pengurusan izin Pembangunan Menara Telekomunikasi di Kabupaten Mojoekerto tahun 2015. Mustafa juga diduga menerima fee untuk proyek-proyek di lingkungan Pemkab Mojokerto, termasuk pembangunan jalan di tahun 2015.

“Kemana saja uang haram ini mengalir, serta siapa saja yang turut menikmatinya. Hal ini perlu diusut setuntas-tuntasnya oleh KPK. Jangan sampai karena langkah lambat dari KPK, oknum-oknum yang seharusnya ikut bertanggungjawab dan menemani MKP Mustafa Kamal Pasha) di sel KPK malah bebas berlenggang bahkan berkesempatan mendapatkan kekuasaan," jelasnya.

KPK didesak agar segera memanggil, memeriksa, menangkap Ikhfina Fatmawati karena terindikasi kuat dalam tindak pidana pencucian uang. Pihaknya juga meminta KPK agar membua aturan bahwa keluarga koruptor tidak boleh mencalonkan dalam pemilihan politik baik Pilkada, Pilpres dan Pileg karena hanya akan melanjutkan kesengsaraan rakyat Indonesia.

"Meminta kepada KPK agar mencabut hak politik keluarga koruptor selama-lamanya atau seumur hidup. Meminta KPK agar mendiskualifikasi keluarga koruptor yang sedang mengikuti pilkada baik sebagai calon kepala daerah ataupun calon kepala daerah di seluruh Indonesia," paparnya.

Dalam aksi tersebut sempat berakhir ricuh. Kericuhan itu berawal ketika massa aksi mencoba masuk ke dalam Gedung KPK. Namun aparat kepolisian mencoba menghalangi hal tersebut. Bentrokan tak terhindarkan, dan akhirnya beberapa orang massa aksi sempat diamankan di pos penjaga lembaga antirasuah itu.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PLN: Listrik di Jaksel Sudah Menyala Seluruhnya

Aliran listrik di Jakarta Selatan dan sekitarnya sempat padam pada Selasa (1/12/2020) pukul 09.08 WIB.

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2020

Truk Tangki Terbakar di Pom Bensin MT Haryono

Truk tangki muatan Bahan Bakar Minyak (BBM), sempat terbakar di SPBU MT Haryono, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan.

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2020

Aliran Listrik di Jakarta Selatan Sempat Padam, Ini Kata PLN

Pemadaman listrik terjadi karena adanya gangguan pada jaringan 150 kilo Volt (kV).

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2020

Dijerat Pasal Berlapis, Tersangka Kerumunan Rizieq Bisa Ditahan

Tersangka dalam kasus dugaan pelangggaran protokol kesehatan di Petamburan Jakarta Pusat berpotensi ditahan polisi setelah dijerat pasal berlapis.

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2020

Penumpang Transjakarta Dimanjakan Wifi Berkecepatan Tinggi

Fasilitas wifi berkecepatan tinggi tanpa bayar dan tanpa batas kuota dapat digunakan secara instan tanpa harus melakukan registrasi dan terbuka aksesnya.

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2020

Anies dan Ariza Positif Covid-19, Bagaimana Roda Pemerintahan di DKI?

Wabah Covid-19 tak bisa dianggap enteng karena siapa saja bisa terkena.

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2020

Penyidik Polda Metro Jaya Masih Tunggu Kehadiran Rizieq Syihab

Selain Rizieq, penyidik juga memanggil menantu Rizieq bernama Hanif Alatas dan biro hukum FPI untuk dimintai keterangannya, di Mapolda Metro Jaya.

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2020

Kasus Rizieq di Kota Bogor, Polisi Tentukan Tersangka Senin Depan

Pemeriksaan dilanjutkan pada Selasa (1/11/2020) dengan memanggil enam perwakilan dari Satgas, Dinas Kesehatan Kota Bogor, petugas keamanan, dan ahli kesehatan.

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2020

Anies Baswedan Positif Covid-19

Gubernur Anies menyebut, saat ini kondisinya dalam keadaan baik dan tanpa gejala.

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2020

3.339 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di Wisma Atlet Kemayoran

Jumlah pasien tanpa gejala di Tower 4 dan 5 saat ini sebanyak 1.024 orang atau berkurang 126 orang.

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS