Srikandi Tani Kampung Becek Ajak Warga Tanam Hidroponik
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.524 (-11.32)   |   COMPOSITE 6376.76 (-85.96)   |   DBX 1366.47 (-4.13)   |   I-GRADE 184.394 (-4.05)   |   IDX30 516.608 (-10.51)   |   IDX80 138.726 (-2.53)   |   IDXBUMN20 405.249 (-8.22)   |   IDXESGL 142.142 (-2.59)   |   IDXG30 145.757 (-3.33)   |   IDXHIDIV20 455.745 (-7.55)   |   IDXQ30 148.268 (-2.8)   |   IDXSMC-COM 300.72 (-2.17)   |   IDXSMC-LIQ 363.064 (-5.5)   |   IDXV30 136.038 (-1.55)   |   INFOBANK15 1074.63 (-26.5)   |   Investor33 444.938 (-9.47)   |   ISSI 184.203 (-2.63)   |   JII 631.94 (-13.58)   |   JII70 222.617 (-4.41)   |   KOMPAS100 1239.85 (-24.1)   |   LQ45 968.215 (-19.75)   |   MBX 1728.57 (-26.45)   |   MNC36 329.564 (-6.33)   |   PEFINDO25 328.624 (-5.07)   |   SMInfra18 313.805 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 378.364 (-8.61)   |  

Srikandi Tani Kampung Becek Ajak Warga Tanam Hidroponik

Jumat, 27 November 2020 | 21:38 WIB
Oleh : Hotman Siregar / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Menyulap ruang sempit menjadi lahan hijau memang bukan perkara mudah. Namun, hal ini bisa dibuktikan oleh Kelompok Tani (Poktan) D'Syafa, Kampung Becek, Kelurahan Malaka, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Menerapkan urban farming, gerakan yang diinisiasi oleh ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RW 05 ini coba memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri kala dampak Covid-19 menghantam perekonomian mereka.

Melalui inovasi pertanian dengan metode aquaponik budi daya ikan dalam ember (budikdamber), kini lahan bekas pembuangan puing dan sampah itu jadi hijau dengan tanaman teleng, kelor, pokcoy, kangkung, dan bayam.

"Tadinya banyak puing dan sampah, akibatnya banyak orang terkena DBD di situ, akhirnya kami inisiatif ubah," ujar Haryati, anggota kelompok D'Syafa, Jumat (27/11/2020).

Bagi warga, berkebun mendekatkan mereka pada sumber makanan. Sayur-mayur yang ditanam sendiri lebih jelas perawatannya dan harganya pun lebih murah. Di pasaran, harga sayuran organik dibanderol 2-3 kali lipat dari sayur pada umumnya.

Ditumbuhi lebih dari 10 jenis tanaman, akhirnya seluruh sayuran bisa diperuntukan bagi warga serta dipasarkan ke sejumlah konsumennya.

"Warga mengusulkan agar hasil tanaman tadi dijadikan tambahan lauk. Dari situ, saya berpikir caranya agar hasil tanam ini bisa mendapatkan nilai jual lebih lagi," tambahnya.

Kegiatan yang dilakukan oleh para srikandi poktan ini rupanya menarik perhatian masyarakat. Bahkan, beberapa kelompok tani lain berkunjung untuk diskusi mengenai pengolahan hidroponik yang dilakukan oleh kelompok tani yang didirikan sejak tahun 2018 ini.

"Kami punya keunggulan untuk pengolahan bunga teleng dan abon lele," tutur Haryati. Walaupun upaya pelestarian lingkungan tidak melulu berjalan dengan lancar. Keterbatasan modal dan minimnya prasarana yang dimiliki masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan kelompok dan warga.

"Proses ini semua hasil swadaya masyarakat. Semoga saja bisa berkelanjutan mengelola ini semua," tambahnya.

Mendukung program tersebut, Relawan Indonesia Bersatu berinisiatif menyokong kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan memberikan 200 unit paket budikdamber, 10.000 ekor bibit lele, 2.400 pot kangkung, 4 instalasi hidroponik, dan 800 kg pakan lele.

Ketua Relawan Indonesia Bersatu Sandiaga Uno mengatakan, gagasan urban farming dengan konsep ekosistem terpadu budi daya ikan yang terintegrasi dengan sistem produksi sayuran merupakan inovasi yang memberikan dampak besar bagi keberlangsungan hidup.

"Dengan inovasi ini, kelompok tani D'syafa bisa lebih mandiri karena karena bisa menciptakan pasarnya sendiri," ujar Sandi di lokasi.

Selain manfaat ekonomi, Sandi berharap, kegiatan ini dapat menguatkan rasa kebersamaan dan menciptakan budaya gotong-royong dalam lingkungan tempat tinggal melalui kelompok tani dan usaha UMKM.

"Semoga ke depannya target UMKM kelompok tani ini bisa membuka lapangan kerja bagi warga,” jelasnya.

Relawan Indonesia Bersatu juga memberikan bantuan pelatihan pengelolaan budidaya pangan dari pakar pertanian, sehingga diharapkan masyarakat penerima bantuan memiliki keahlian untuk menjalankannya secara mandiri dan berkelanjutan.

Untuk mendukung keberlangsungan usaha mikro yang dikembangkan UMKM Poktan D'Syafa, Relawan Indonesia Bersatu memberikan bantuan mesin pembuat abon, penggiling daging, mesin pendingin, serta kompor.

Sebanyak 200 paket bantuan sosial juga diberikan kepada warga. Penerima bantuan adalah warga Kampung Becek yang sebagian besar berprofesi sebagai pedagang dan buruh harian lepas.

Relawan Indonesia Bersatu juga menggagas pembangunan taman hidroponik untuk membantu kemandirian ekonomi warga dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19.

"Semoga usaha kemandirian pangan hasil swadaya warga, dapat berperan dalam membangun perekonomian nasional," pungkas Sandi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Konfirmasi Positif Covid-19 di Depok Sentuh 10.000

Kasus positif Covid-19 di Depok, Jawa Barat hingga Jumat (27/11/2020) menyentuh angka 10.000 atau tepatnya 10.040 sejak pandemi ini berlangsung Maret lalu.

MEGAPOLITAN | 27 November 2020

Kurangi Emisi, Batiqa Hotel dan Jababeka Tanam Pohon Trembesi

Batiqa Hotel Jababeka bersama Jababeka Infrastruktur selaku pengelola Kawasan Industri Jababeka berkolaborasi melakukan penanaman pohon trembesi.

MEGAPOLITAN | 27 November 2020

Tim Swab Pemkot Bogor Ditolak Keluarga Rizieq, Bima Arya Marah

Sebelumnya, Rizieq melakukan test swab PCR secara mandiri tanpa sepengetahuan Pemkot Bogor.

MEGAPOLITAN | 27 November 2020

Kasus Kampung Kurma Grup, Polri: Datanya Amburadul

Penyidik memerlukan waktu untuk mengklarifikasi sejumlah transaksi yang tidak tercatat baik oleh perusahaan.

MEGAPOLITAN | 27 November 2020

Pemkab Bekasi Percepat Pembangunan Jalan Lingkungan di Pengujung Tahun

Selain menata permukiman kumuh, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mulai membangun jalan lingkungan di penghujung tahun 2020 ini.

MEGAPOLITAN | 27 November 2020

Pemkab Bekasi Gandeng TNI AD Tangani Permukiman Kumuh

Program Kotaku dan program Berseka sejalan dengan program pemerintah pusat dalam hal mengurangi permukiman kumuh.

MEGAPOLITAN | 27 November 2020

Kemparekraf Mulai Salurkan Dana Hibah ke Pengusaha Hotel dan Restoran

Saat ini Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tengah mendata hotel dan restoran yang akan mendapatkan bantuan.

MEGAPOLITAN | 27 November 2020

Kasudin Kesehatan Jakpus Tegaskan Belum Ada Klaster Petamburan

Saat ini Petamburan belum bisa disebut kluster baru karena tidak teridentifikasi.

MEGAPOLITAN | 27 November 2020

Cawalkot Positif Covid, KPU Depok Tetap Gelar Debat

KPU Depok akan tetap menggelar debat publik Pilkada Depok 2020 sesi II, Senin (30/11/2020) meski Calon Wali Kota Depok Mohammad Idris positif Covid-19.

MEGAPOLITAN | 27 November 2020

Polda Metro Jaya Akan Panggil Semua Saksi Kerumunan Petamburan

Polda Metro Jaya akan segera melakukan penjadwalan untuk pemanggilan semua saksi-saksi tindakan pidana pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 27 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS