Survei SMRC: Pemprov DKI Gagal Tegakkan PSBB untuk Rizieq Syihab
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Survei SMRC: Pemprov DKI Gagal Tegakkan PSBB untuk Rizieq Syihab

Kamis, 26 November 2020 | 18:56 WIB
Oleh : Robertus Wardy / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dinilai gagal menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam acara resepsi pernikahan dan Maulid Nabi yang diselenggarakan oleh pemimpin FPI Rizieq Syihab. Hal itu terbukti dari adanya kerumunan pada dua acara tersebut yang menimbulkan klaster baru penyebaran Covid 19.

“Ada sekitar 49% warga tahu adanya acara resepsi pernikahan dan Maulid Nabi yang diselenggarakan Rizieq,” kata Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas dalam paparan hasil survei di Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Ia menjelaskan dari 49% warga yang tahu dua acara tersebut, sekitar 57% berpendapat Gubernur DKI Jakarta gagal menjalankan aturan PSBB secara adil kepada semua warga DKI Jakarta tanpa memandang etnis, agama, atau golongannya. Mayoritas dari warga yang tahu juga memandang pemerintah layak bertindak tegas terhadap acara pernikahan putri Rizieq dan Maulid Nabi yang dihadiri ribuan orang.

“Dari total 49% warga yang tahu acara tersebut, mayoritas (77 persen) setuju seandainya aparat keamanan membubarkan acara itu dengan alasan Covid-19. Yang tidak setuju 17% . Yang tidak menjawab 6%,” ujar Abbas.

Menurut Abbas, hasil survei menunjukkan adanya dukungan warga terhadap upaya pemerintah menegakkan aturan atau protokol kesehatan untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Warga minta pemerintah tidak ragu melakukan tindakan tegas dalam hal pelanggaran protokol kesehatan.

Survei nasional SMRC juga menunjukkan sekitar 28% warga tahu pencopotan Kapolda Metro Jaya (Jakarta Raya) dan Kapolda Jawa Barat karena dinilai gagal menegakan protokol/aturan kesehatan Covid-19. Dari yang tahu, sekitar 48% setuju dengan sikap Kapolri tersebut dan yang tidak setuju 37%.

Selain itu, sekitar 30% warga tahu adanya teguran pemerintah melalui Kemenko Polhukam kepada aparat Kepolisian untuk menindak tegas pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19. Dari yang tahu, mayoritas (86%) setuju dengan sikap pemerintah tersebut.

Begitu pula sekitar 29% warga tahu adanya teguran pemerintah pusat melalui Kemenko Polhukam kepada pemerintah daerah yang kurang tegas menegakkan aturan larangan berkumpul. Dari yang tahu, mayoritas (90%) setuju dengan sikap pemerintah pusat tersebut.

Survei SMRC dilakukan melalui wawancara pada tanggal 18-21 November 2020. Survei melibatkan sampel sebanyak 1.201 responden yang dipilih secara random. Tingkat kesalahan (margin of error) diperkirakan sekitar 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Baliho Catut Logo, KPU Tak Akan Lapor ke Bawaslu

Sejatinya, dalam pencatutan logo KPU di baliho yang marak bertebaran tersebut tidak ada aturan yang dilanggar.

MEGAPOLITAN | 26 November 2020

Sekolah Belum Dibuka, 2 Guru di Kabupaten Tangerang Terpapar Covid-19

Dua guru yang positif Covid-19 tersebut kini telah menjalani perawatan dan isolasi di Hotel Yasmin, Tangerang.

MEGAPOLITAN | 26 November 2020

Bertemu DPRD DKI, Kapolda Bahas Penanganan Covid-19 di Jakarta

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran melakukan kunjungan dan silahturahmi ke pimpinan DPRD DKI Jakarta pada Kamis (26/11/2020).

MEGAPOLITAN | 26 November 2020

Terobos Mabes Polri, Mobil Pajero Berpelat RI 1 Palsu Cuma Ingin Cari Perhatian

Mobil tersebut dimiliki oleh seorang oknum anggota LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang sengaja menggunakan pelat palsu RI 1 untuk mencari perhatian.

MEGAPOLITAN | 26 November 2020

WHEA Pertanyakan Alasan Pemprov DKI Belum Izinkan Spa Kesehatan Beroperasi

Padahal menurut Lourda, selama ini para pengusaha Spa Kesehatan telah menerapkan protokol kesehatan dengan super ketat sesuai panduan dan arahan Satgas.

MEGAPOLITAN | 26 November 2020

Rizieq Syihab Dirawat di Rumah Sakit di Bogor

Rizieq Syihab dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Bogor. Rizieq Syihab dirawat setelah melakukan general medical check up dan tidak ingin dijenguk.

MEGAPOLITAN | 26 November 2020

Diduga Prostitusi Online, Satu dari 4 Orang yang Diamankan Diduga Artis

Dari ke empat orang yang diamankan di salah satu hotel di Jakarta itu ada satu laki-laki dan satu perempuan merupakan mucikari.

MEGAPOLITAN | 26 November 2020

Kerumunan Rizieq di Petamburan, Polisi Naikkan ke Penyidikan

Polisi menemukan adanya unsur pidana sehingga kasus kerumunan Rizieq Syihab dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan.

MEGAPOLITAN | 26 November 2020

Kasus Pelanggaran Protokol Kesehatan di Petamburan Naik ke Penyidikan

Status kasus pelanggaran protokol kesehatan di acara Rizieq Syihab dinaikkan ke penyidikan karena ditemukan unsur tindak pidana.

MEGAPOLITAN | 26 November 2020

RAPBD DKI Jakarta 2021 Sebesar Rp 82,5 Triliun

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi dan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Ahmad Riza Patria.

MEGAPOLITAN | 26 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS