DKI Akan Hati-Hati Putuskan Sekolah Tatap Muka
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.593 (-2.12)   |   COMPOSITE 6140.17 (-31)   |   DBX 1202.23 (-7.34)   |   I-GRADE 182.055 (-0.59)   |   IDX30 520.23 (-3.14)   |   IDX80 139.249 (-0.62)   |   IDXBUMN20 408.872 (-1.63)   |   IDXESGL 143.85 (-0.25)   |   IDXG30 142.18 (0.09)   |   IDXHIDIV20 459.051 (-3.03)   |   IDXQ30 148.957 (-0.6)   |   IDXSMC-COM 277.162 (-0.91)   |   IDXSMC-LIQ 347.622 (-0.6)   |   IDXV30 138.219 (-0.5)   |   INFOBANK15 1055.23 (-7.44)   |   Investor33 446.478 (-2.09)   |   ISSI 180.128 (-0.71)   |   JII 636.549 (-4.61)   |   JII70 222.134 (-1.32)   |   KOMPAS100 1238.45 (-7.28)   |   LQ45 966.883 (-3.74)   |   MBX 1689.51 (-8.25)   |   MNC36 329.297 (-2.07)   |   PEFINDO25 325.3 (-0.25)   |   SMInfra18 310.992 (2.08)   |   SRI-KEHATI 381.519 (-2.14)   |  

DKI Akan Hati-Hati Putuskan Sekolah Tatap Muka

Rabu, 25 November 2020 | 22:01 WIB
Oleh : Yustinus Paat / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya akan memutuskan secara cermat terkait pembukaan sekolah tatap muka. Hal ini untuk mencegah sekolah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Jakarta.

“Jadi dalam ambil kebijakan tentu Pemprov, kami, semua, sangat hati-hati, melibatkan para ahli-ahli pendidikan, psikolog, epidemiologis, semua kami libatkan. Kami selalu rapat internal dengan pihak-pihak terkait, Forkopimda, dan pemerintah pusat,” ujar Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Yang jelas, kata Ariza, Pemprov DKI tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan para siswa, guru dan pihak lain yang terlibat dalam aktivitas belajar mengajar di sekolah. Hal ini, kata dia juga menjadi penekanan dari Presiden Joko Widodo untuk mengutamakan keselamatan warga.

“Kami ingin kebijakan yang diambil seirama, seiring dengan harapan semua pihak. Karena yang utama bagi kami adalah keselamatan. Pak Presiden Jokowi di berbagai kesempatan menyampaikan prioritas utama ini,” ungkap dia.

Hingga saat ini, lanjut Ariza, Pemprov DKI Jakarta belum memutuskan untuk membuka sekolah tatap muka. Pemprov DKI masih mencermati perkembangan data dan fakta angka kasus Covid-19.

“Jakarta sampai saat ini, masih memerpanjang PSBB transisi dan belum perkenankan tatap muka untuk pendidikan. Kita akan lihat perkembangan dalam 1 hingga 2 minggu, 1 hingga 2 bulan ini, nanti kita akan putuskan yang terbaik. Pastinya keselamatan siswa, warga Jakarta yang jadi keutamaan kita,” tandas dia.

Selain memperhatikan fakta dan data perkembangan kasus Covid-19, kata Ariza, pihaknya juga akan meminta pertimbangan dan persetujuan orang tua. Pemprov DKI, kata dia, tidak ingin mengambil kebijakan yang tidak sesuai dengan keinginan orang tua.

“Jadi, kalaupun kami memperbolehkan sekolah tatap muka, orang tua punya hak untuk tidak mengirimkan anaknya sekolah. Kami tidak ingin kalau kami buka tapi ternyata tidak dapat dukungan dari orang tua, anak-anak nggak diperkenankan sekolah. Itu artinya kebijakan yang kami ambil tidak seiring dengan harapan para orang tua,” pungkas Ariza.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Haris Azhar Sebut Tantangan Kubu Abdul Halim Bentuk Kepanikan

Kebenaran kasus sengketa lahan di Cakung Barat mulai terkuak, terutama dari hasil investigasi internal BPN.

MEGAPOLITAN | 24 November 2020

PLN Beri Pelatihan Pengelasan bagi Warga Korban PHK di Depok

Dengan pelatihan pengelasan tersebut, peserta akan mendapatkan bekal yang mumpuni hingga bisa membuka usaha pengelasan secara mandiri dan profesional.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Wali Kota Tangerang Minta Guru Waspadai Penyebaran Covid-19 di Sekolah

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah menyatakan bahwa proses KBM tatap muka di Kota Tangerang akan kembali berjalan pada Januari 2021 mendatang.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Klaster Petamburan Bisa Berkontribusi pada Penambahan Kasus Covid-19

Guna memastikan dan menarik benang merahnya harus pula dilakukan melalui surveilans dan penyelidikan epidemiologi.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Bea Cukai Bekasi Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp 247 Juta

Barang ilegal yang dimusnahkan Bea Cukai Bekasi yakni 46,4 liter rokok cair (liquid vape), lalu 20,2 kilogram tembakau iris dan 277.200 batang rokok.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Ketersedian Tempat TIdur Isolasi Kota Bogor di Atas 70%

Jumlah tempat tidur isolasi per 23 November Oktober 2020 adalah 446 unit dengan ICU 20 unit dari 21 rumah sakit rujukan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Penutupan Jalan di Petamburan, Kadishub DKI Lempar Tanggung Jawab ke Polisi

Menurut Kadishub DKI kewenangan pemanfaatan jalan tidak hanya ada di Dinas Perhubungan teapi juga di kepolisian.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Pemkot Bogor Siapkan RS Darurat

Dalam satu pekan terakhir rata-rata kasus harian Covid-19 Kota Bogor meningkat dari rata-rata 20 kasus pada Oktober, November ini rata-rata 40 kasus per hari.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Rencanakan Pembunuhan Suaminya, Seorang Ibu Rumah Tangga di Kramat Jati Ditangkap

Peristiwa yang nyaris merenggut nyawa Lucky Hutagalung itu terjadi pada Senin (23/11/2020) dinihari di kediaman tersangka kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Tabung Gas 12 Kg Meledak, 4 Orang Alami Luka di Bekasi

Penghuni rumah, Mary Wiriana (78) saat itu sedang menyalakan kompor dan terjadi ledakan.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS