Haris Azhar Sebut Tantangan Kubu Abdul Halim Bentuk Kepanikan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (-1.14)   |   COMPOSITE 6258.75 (-10.28)   |   DBX 1361.34 (-0.65)   |   I-GRADE 179.18 (-0.62)   |   IDX30 502.509 (-1.33)   |   IDX80 134.874 (0.02)   |   IDXBUMN20 393.542 (-2.05)   |   IDXESGL 138.721 (0.08)   |   IDXG30 140.869 (-0.28)   |   IDXHIDIV20 444.908 (-0.07)   |   IDXQ30 144.657 (-0.05)   |   IDXSMC-COM 296.3 (0.74)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (3.56)   |   IDXV30 132.413 (1.76)   |   INFOBANK15 1051.36 (-9.47)   |   Investor33 433.839 (-1.51)   |   ISSI 179.41 (0.06)   |   JII 608.801 (0.64)   |   JII70 214.954 (0.38)   |   KOMPAS100 1205.85 (-1.58)   |   LQ45 941.363 (-1.13)   |   MBX 1692.14 (-3.13)   |   MNC36 321.868 (-1.1)   |   PEFINDO25 321.871 (0)   |   SMInfra18 304.318 (3.57)   |   SRI-KEHATI 368.746 (-1.3)   |  

Haris Azhar Sebut Tantangan Kubu Abdul Halim Bentuk Kepanikan

Selasa, 24 November 2020 | 20:53 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Haris Azhar, kuasa hukum tersangka kasus dugaan pemalsuan surat tanah, Benny Tabalujan menanggapi santai tantangan kubu Abdul Halim terkait sengketa tanah 7,7 hektare di Cakung Barat, Jakarta Timur. Haris Azhar menyebut pernyataan kubu Halim yang menantangnya menghadirkan Benny merupakan bentuk kepanikan lantaran kebenaran kasus sengketa yang mulai terkuak, terutama dari hasil investigasi internal BPN.

“Sudah jelas kok. Ada putusan MA yang inkracht menyatakan SHGB PT Salve milik keluarga Tabalujan. Sudah ada vonis BPN yang menghukum 10 oknum karena menyalahi aturan, mulai dari membatalkan SHGB PT Salve, menerbitkan SHM Abdul Halim hanya dalam tempo sehari dengan melanggar prosedur, hingga tanah Abdul Halim yang secara ajaib membesar jadi 7,7 hektare, padahal dia mengakunya punya 5 hektar,” kata Haris, dalam keterangannya, Selasa (24/11/2020).

Haris yang dikenal kerap mengadvokasi tanah adat rakyat mengajak kubu Abdul Halim menggunakan logika yang lurus. Dari sisi kronologis, kata Haris, keluarga Tabalujan memiliki tanah itu sejak 1975 dan statusnya sudah SHM. Pada 2011, tanah diturunkan haknya ke HGB lalu diimbrengkan ke PT Salve untuk kepentingan bisnis. Namun, pada 2018, Abdul Halim mendadak muncul dan mengajukan gugatan berdasarkan AJB.

“Ini kita bukan ngomongin tanah 100 atau 200 meter lho ya. Tanah itu, kalau dihitung-hitung NJOP-nya saja saat ini di atas 500 miliar. Wajar nggak kalau kabarnya dia bilang itu dapat hibah? Kalaupun beli, umur Abdul Halim saat itu masih 25 tahun, uang dari mana dia untuk membeli tanah itu? Saya malah menduga mungkin Abdul Halim sendiri tidak tahu nilainya segitu," kata Haris.

Untuk itu, Haris yang juga pendiri Kantor Hukum dan HAM Lokataru Foundation meyakini Abdul Halim hanya "boneka" yang digunakan pihak lain untuk menjalankan aksi merebut tanah.

“Makanya saya bilang, dia itu jadi boneka, jadi wayang saja. Kalau kata Metallica, ada lagi master of puppet-nya. Tuan si bonekanya ada. Abdul Halim dipakai ‘sang dalang’ untuk meraih simpati masyarakat. Dia diprofilkan sebagai orang tua miskin yang tanahnya direbut mafia tanah. Andalan mereka cuma nuduh Benny mafia tanah yang menzalimi Abdul Halim, termasuk dengan menggunakan buzzer, ” tegas Haris.

Dalam wawancara dengan media, pihak BPN menyebutkan status tanah yang masih dalam sengketa tersebut saat ini kini sudah berpindah tangan. Tercatat nama seorang pengusaha di bidang pelayaran sebagai pemilik baru lahan itu.

"Perubahan kepemilikan itu tercatat di kantor Pertanahan Jakarta Timur pada Juli 2O20," kata Inspektur Jenderal BPN, Sunraizal,

Sebelumnya, kubu Abdul Halim melalui kuasa hukumnya, Hendra, menantang Haris Azhar untuk menghadirkan kliennya dan berpikir secara logika. Hendra mengatakan kliennya, Abdul Halim adalah seorang kakek yang cuma memiliki satu bidang tanah.

Sedangkan Benny Tabalujan, kata Hendra, punya tanah di mana-mana.

“Abdul Halim, yang cuma punya satu bidang tanah, dimakan oleh Benny Tabalujan. Pakai logika saja," kata Hendra.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PLN Beri Pelatihan Pengelasan bagi Warga Korban PHK di Depok

Dengan pelatihan pengelasan tersebut, peserta akan mendapatkan bekal yang mumpuni hingga bisa membuka usaha pengelasan secara mandiri dan profesional.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Wali Kota Tangerang Minta Guru Waspadai Penyebaran Covid-19 di Sekolah

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah menyatakan bahwa proses KBM tatap muka di Kota Tangerang akan kembali berjalan pada Januari 2021 mendatang.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Klaster Petamburan Bisa Berkontribusi pada Penambahan Kasus Covid-19

Guna memastikan dan menarik benang merahnya harus pula dilakukan melalui surveilans dan penyelidikan epidemiologi.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Bea Cukai Bekasi Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp 247 Juta

Barang ilegal yang dimusnahkan Bea Cukai Bekasi yakni 46,4 liter rokok cair (liquid vape), lalu 20,2 kilogram tembakau iris dan 277.200 batang rokok.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Ketersedian Tempat TIdur Isolasi Kota Bogor di Atas 70%

Jumlah tempat tidur isolasi per 23 November Oktober 2020 adalah 446 unit dengan ICU 20 unit dari 21 rumah sakit rujukan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Penutupan Jalan di Petamburan, Kadishub DKI Lempar Tanggung Jawab ke Polisi

Menurut Kadishub DKI kewenangan pemanfaatan jalan tidak hanya ada di Dinas Perhubungan teapi juga di kepolisian.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Pemkot Bogor Siapkan RS Darurat

Dalam satu pekan terakhir rata-rata kasus harian Covid-19 Kota Bogor meningkat dari rata-rata 20 kasus pada Oktober, November ini rata-rata 40 kasus per hari.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Rencanakan Pembunuhan Suaminya, Seorang Ibu Rumah Tangga di Kramat Jati Ditangkap

Peristiwa yang nyaris merenggut nyawa Lucky Hutagalung itu terjadi pada Senin (23/11/2020) dinihari di kediaman tersangka kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Tabung Gas 12 Kg Meledak, 4 Orang Alami Luka di Bekasi

Penghuni rumah, Mary Wiriana (78) saat itu sedang menyalakan kompor dan terjadi ledakan.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020

Buntut Kerumuman di Petamburan, Sejumlah Kadis Terancam Dicopot

Wagub Riza Patria mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menyampaikan hasil evaluasi SKPD tersebut dalam beberapa pekan mendatang.

MEGAPOLITAN | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS