Pemprov DKI: Kepatuhan Warga Jalankan Protokol Kesehatan di Angkutan Publik Jauh Lebih Baik

Pemprov DKI: Kepatuhan Warga Jalankan Protokol Kesehatan di Angkutan Publik Jauh Lebih Baik
Sejumlah penumpang KRL Commuter Line berada didalam gerbong yang telah diberi marka jarak sosial di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Kamis, 11 Juni 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Yustinus Paat / JAS Minggu, 2 Agustus 2020 | 22:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kapala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan masyarakat tidak perlu takut lagi menggunakan kendaraan umum atau publik untuk beraktivitas. Pasalnya, kata Syafrin, transportasi umum sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan tingkat kedisiplinan warga juga tinggi.

"Justru kepatuhan warga di angkutan umum apakah itu di MRT, Transjakarta, LRT, dan KRL dalam menggunakan masker itu 100 persen. Artinya sekarang angkutan umum kita sudah lebih baik penerapan protokol kesehatannya dibandingkan dengan kegiatan di tempat lain," ujar Syafrin di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (2/8/2020).

Selain itu, kata Syafrin, kontrol sosial antara warga di angkutan publik sangat tinggi sehingga tidak segan-segan menegur sesama penumpang jika tidak menerapkan protokol kesehatan.

"Dalam rangka menjaga jarak atau physical distancing justru sekarang sesama warga mengingatkan penumpang lain jika ada penumpang yang mau duduk di tempat duduk yang di-cross (dilarang). Artinya warga kita sudah paham kita belum selesai dengan pandemi Covid-19," terang dia.

Lebih lanjut, Syafrin mengatakan angkutan umum juga telah menyiapkan semua sarana dan prasarana untuk menerapkan protokol kesehatan. Dia mencontohkan, pengelola transportasi umum telah menyiapkan wastafel atau hand sanitizer di stasiun, terminal atau halte sehingga penumpang bisa mencuci tangan di air mengalir menggunakan sabun.

"Di seluruh sarana dan prasarana angkutan umum saat ini sudah disiapkan alat ataupun tempat untuk menjaga kebersihan di mana kita diwajibkan melakukan cuci tangan dengan air yang mengalir," ungkap dia.

Karena itu, kata Syafrin, masyarakat tidak perlu khawatir jika harus beralih ke transportasi publik dalam menjalankan aktivitas karena penerapan sistem-ganjil genap. Dia yakin protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat di angkutan publik.

"Kami sampaikan kebijakan pembatasan lalu lintas ganjil genap menjadi emergency break yang diterapkan Pemprov DKI di tengah pandemi Covid-19 untuk mengingatkan kembali warga bahwa kita jangan melakukan mobilitas untuk kegiatan yang tidak penting tetap tinggal di rumah sehingga kita dapat segera mengatasi dan mencegah wabah ini lebih cepat," pungkas Syafrin.



Sumber: BeritaSatu.com