Ganjil Genap Diterapkan, Jam Operasi MRT Diperpanjang

Ganjil Genap Diterapkan, Jam Operasi MRT Diperpanjang
Penumpang berada di dalam MRT Jakarta, di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO / Muhammad Adimaja)
Thresa Sandra Desfika / CAH Minggu, 2 Agustus 2020 | 16:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT MRT Jakarta memperpanjang operasional Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menjadi hingga pukul 22.00 mulai 3 Agustus 2020. Hal tersebut dilakukan sehubungan dengan perpanjangan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi dan penerapan kembali ganjil genap mobil pribadi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi mengatakan, perubahan kebijakan jadwal operasional ini dilakukan sebagai dukungan kebijakan Pemerintah Provisinsi DKI Jakarta seiring diterapkannya kembali kebijakan
pembatasan kendaraan pribadi dengan plat nomor ganjil genap.

“Layanan jam operasional MRT Jakarta kami perpanjang sampai dengan pukul 22.00 WIB. Kami juga tetap pastikan seluruh protokol kesehatan diterapkan dengan baik sehingga MRT Jakarta dapat menjadi alternatif pilihan masyarakat dalam bermobilisasi dan pengguna dapat merasa aman dan nyaman dalam menggunakan transportasi publik,” ujar Muhammad Effendi dalam keterangannya, Minggu (2/8/2020).

Baca Juga: Ganjil Genap Harus Diikuti Pembagian Jam Kerja dan Perbaikan Kapasitas Angkutan Umum

Dia menjelaskan, perubahan kebijakan layanan operasi MRT Jakarta untuk hari kerja mulai pukul 05.00 - 22.00 WIB dan pada akhir pekan mulai pukul 06.00 - 20.00 WIB. Sedangkan jarak antarkereta, yaitu pada hari kerja tiap 5 menit untuk jam sibuk (07.00 - 09.00 WIB dan 17.00 – 19.00 WIB) serta tiap 10 menit untuk jam nonsibuk. Lalu untuk akhir pekan tiap 20 menit.

"Pembatasan jumlah penumpang 62-67 orang per kereta atau 390 orang per satu rangkaian kereta," imbuh Muhammad Effendi.

Dia menekankan, PT MRT Jakarta senantiasa mengajak kembali masyarakat untuk menggunakan transportasi publik dalam kegiatan sehari-hari. Adapun menurut Ruth Collins, yakni Associate Professor of Molecular Medicine dari Cornell University dan Melissa Perry Epidemiologis terkemuka sekaligus Ketua Department of Environmental and Occupational Health di George Washington University’s Milken Institute School of Public Health, menyatakan bahwa risiko penularan Covid-19 di transportasi publik merupakan yang paling kecil potensinya.

Baca Juga: Ganjil Genap Kembali Diberlakukan, TransJakarta Antisipasi Lonjakan Penumpang

Dengan menggunakan transportasi publik juga dapat mengurangi setidaknya 76 persen emisi karbon dari penggunaan kendaraan pribadi, serta dapat secara signifikan mengurangi polusi udara dan mencegah perubahan iklim, sebagaimana dipublikasikan oleh scientificamerican.com.

PT MRT Jakarta, terang Muhammad, telah menerapkan protokol kesehatan yang selama ini telah dilaksanakan seperti pemeriksaan suhu tubuh, mewajibkan pemakaian masker bagi pengguna MRT Jakarta, dan selalu mengedukasi pengguna untuk selalu menjaga jarak, rajin mencuci tangan, serta tidak berbicara, baik satu atau dua arah, selama di dalam kereta dan area peron stasiun.

"PT MRT Jakarta juga senantiasa membersihkan dan melakukan disinfeksi secara rutin dan menyeluruh fasilitas stasiun dan kereta Ratangga sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam menggunakan transportasi publik," papar Muhammad Effendi.

 



Sumber: BeritaSatu.com