Ganjil Genap Sosialisasi 3 Hari, Setelah Itu Ditindak Tilang

Ganjil Genap Sosialisasi 3 Hari, Setelah Itu Ditindak Tilang
Petugas kepolisian mengatur lalulintas saat hari pertama penindakan sistem ganjil-genap di kawasan Matraman, Jakarta, Senin (9/9/2019). (Foto: ANTARA FOTO / Galih Pradipta)
Bayu Marhaenjati / WBP Minggu, 2 Agustus 2020 | 11:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kembali menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap di 25 ruas jalan, di Ibu Kota Jakarta, mulai Senin (3/8/2020) besok. Selama tiga hari ke depan petugas masih melakukan sosialisasi, setelah itu langsung diberlakukan penindakan tilang kepada pelanggar.

"Untuk melaksanakan penindakan pelanggaran, maka kami sampaikan bahwa selama tiga hari kami melaksanakan sosialisasi terlebih dahulu. Artinya Senin, Selasa, Rabu, kita belum melaksanakan penindakan dengan tilang, baik secara manual maupun ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement)," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo, di Jakarta, Minggu (2/8/2020).

Dikatakan Sambodo, pada hari Kamis (6/8/2020), polisi mulai melakukan penindakan tilang kepara pelanggar aturan ganjil genap.

"Hari Kamis berbarengan dengan selesainya Operasi Patuh selesai tanggal 5, di hari Kamis tanggal 6 Agustus, baru kita akan melaksanakan penindakan terhadap kendaraan yang melanggar peraturan ganjil-genap ini baik secara manual maupun secara elektronik," ungkapnya.

Baca juga: Ingat! Polda Metro Jaya Terapkan Ganjil Genap Besok

Sambodo menegaskan, ketika sosialisasi pada hari Senin, Selasa, Rabu mendatang, bagi kendaraan yang tidak sesuai tanggal, semisal kendaraan dengan nomor pelat akhir genap dioperasikan pada tanggal ganjil, maka akan diberikan teguran.

"Tetap akan diberhentikan petugas, kemudian akan ditegur, tetapi belum akan ditilang. Selama tiga hari kita akan menanamkan kembali pemahaman kepada masyarakat bahwa ganjil-genap sudah berlaku dan nanti pada Kamis baru kita melaksanakan penindakan," katanya.

Diketahui, pelanggar ganjil-genap dapat dikenakan Pasal 287 ayat (1) Undang-undang 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berbunyi, "Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar rambu perintah atau larangan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp. 500.000.

Sistem ganjil-genap berlaku setiap hari kerja (kecuali Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional), pukul 06.00 - 10.00 WIB dan 16.00 - 21.00 WIB. Pelat ganjil boleh beroperasi pada tanggal ganjil, sebaliknya pelat genap pada tanggal genap.

Berikut 25 ruas jalan yang diberlakukan sistem ganjil-genap:

1. Jl. Pintu Besar Selatan.
2. Jl. Gajah Mada.
3. Jl. Hayam Wuruk.
4. Jl. Majapahit.
5. Jl. Medan Merdeka Barat.
6. Jl. M.H Thamrin.
7. Jl. Jenderal Sudirman
8. Jl. Sisingamangaraja.
9. Jl. Panglima Polim.
10. Jl. Fatmawati mulai dari Simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan Simpang Jalan TB Simatupang.
11. Jl. Suryopranoto.
12. Jl. Balikpapan.
13. Jl. Kyai Caringin.
14. Jl. Tomang Raya.
15. Jl. Jenderal S. Parman mulai dari Simpang Jalan Tomang Raya sampai dengan Jalan Gatot Subroto.
16. Jl. Gatot Subroto.
17. Jl. M.T Haryono
18. Jl. H.R. Rasuna Said.
19. Jl. D.I Panjaitan.
20. Jl. Jendral A. Yani mulai dari Simpang Jalan Bekasi Timur Raya sampai dengan Simpang Jalan Perintis Kemerdekaan.
21. Jl. Pramuka.
22. Jl. Salemba Raya.
23. Jl. Kramat Raya.
24. Jl. St Senen.
25. Jl. Gn. Sahari.



Sumber: BeritaSatu.com