Tersandung Kasus Penggelapan, Mantan Atlet Nasional Dimediasi
Logo BeritaSatu

Tersandung Kasus Penggelapan, Mantan Atlet Nasional Dimediasi

Selasa, 28 Juli 2020 | 13:12 WIB
Oleh : Carlos Roy Fajarta / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Mantan atlet nasional cabang atletik Maria Lawalata (ML) sempat tersandung kasus penggelapan dana sebesar Rp 150 juta saat hendak membuka Sekolah Sepak Bola (SSB) pada 2016 silam.

"Sempat ada perjanjian kerja sama sebesar Rp 150 juta antara ML dengan korban BI untuk menyewa lapangan untuk keperluan sepak bola. Tapi justru digunakan untuk kepentingan pribadi," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, di Mapolres, Senin (27/7/2020).

Maria Lawalata merupakan atlet peraih medali emas dari cabang atletik pada SEA Games Filipina 1991.

Budhi menjelaskan korban yang merasa uangnya tidak dikembalikan melaporkan kasus tersebut ke Polres Metro Jakarta Utara karena merasa ditipu. "Januari 2019, ML ini kita tetapkan sebagai tersangka. Namun tidak kita tahan, karena pertimbangan jasa-jasanya di bidang olahraga, dan merupakan istri anggota Polri," tambah Budhi.

Lebih lanjut saat itu pihak kepolisian meminta agar ML segera menyelesaikan persoalannya dengan BI. Namun karena kekurangan uang (masalah finansial) ML belum bisa mengembalikan uang korban.

"Korban kemudian melapor lagi kepada kami bahwa hingga 2020 belum diselesaikan, kita sempat memanggil MP namun sempat sulit ditemui. Kemudian di bulan Juli (2020) kami tahan MP dan sudah proses. Berkas ini sudah berjalan, dan kami kirimkan tahap pertama ke kejaksaan. Kejaksaan menganggap berkas itu sudah P21 atau lengkap. Tinggal barang bukti dan tersangka kita serahkan ke kejaksaan (tahap kedua)," ungkap Budhi.

Namun di tengah proses tahap kedua ke kejaksaan tersebut, hadir pihak Kempora meminta Polres Metro Jakarta Utara untuk melakukan mediasi antara kedua belah pihak. "BI dan ML terjadi mediasi. Dan kerugian BI sudah dikembalikan, serta korban sudah mencabut laporannya. Surat pencabutan dari korban kita koordinasikan ke pihak terkait. Karena dalam penegakan hukum ini harus ada asas kepastian hukum, rasa keadilan dan kemanfaatan," tandas Budhi.

Dalam pernyataan, Maria Lawalata mengucapkan terima kasih atas upaya mediasi yang di upayakan Kempora dan Polres Metro Jakarta Utara untuk menyelesaikan persoalannya dengan korban BI.

"Saya mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat tercinta, doakan saya, saya ingin tetap membangun bangsa dan negara. Mungkin ini khilaf, maaf sudah membuat heboh di tengah masyarakat. Kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan," kata Maria Lawalata.

Sementara Tenaga Ahli Menpora, Brigjen Pol Uden Kusuma Wijaya menyebutkan pihaknya merupakan perwakilan dari negara untuk membantu orang yang pernah berjasa di bidang olahraga.

"Sehingga kemudian atas petunjuk bapak Menteri, kami mengadakan koordinasi dengan bapak Kapolres, dan memang ada jalan keluar itu. Syukur alhamdullilah pada hari ini kita bisa wujudkan dengan perdamaian antara pihak pelapor dan sebagainya. Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada Polres Metro Jakarta Utara untuk mantan atlet kita ini. Semoga dia bisa memperbaiki kehidupannya di masa yang akan datang," kata Uden Kusuma Wijaya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Pemkot Bogor Minta Perusahaan Transportasi Online Percepat Produksi Sekat

"Tidak perlu bagus-bagus, cukup buat yang sederhana. Sekat ini bisa menjadi salah satu wujud nyata upaya mencegah penyebaran virus," Wakil Wali Kota Bogor.

MEGAPOLITAN | 28 Juli 2020

Petugas Samsat Polda Metro Terpapar Covid-19 Telah Dinyatakan Negatif

Sebanyak 20 petugas Samsat Polda Metro Jaya, yang sempat tertular Covid-19 telah dinyatakan negatif. Saat ini, mereka masih menjalani isolasi mandiri

MEGAPOLITAN | 28 Juli 2020

Disnaker DKI Dorong Kantor-kantor Tes Covid-19 Karyawannya

Pimpinan perusahaan membentuk Tim Gugus Tugas Covid-19 internal perusahaan yang terdiri dari pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3, dan petugas kesehatan.

MEGAPOLITAN | 28 Juli 2020

Produksi Kompos, Upaya TPST Bantargebang Pertahankan Lahan

Ribuan ton kompos ini ditampung di bagian produksi, sebelum dipasarkan ke sentral-sentral toko pertanian.

MEGAPOLITAN | 28 Juli 2020

DKI Pinjam Uang Berbunga Rp 7 T, Anggota DPRD Minta Anies Tak Gegabah

Menurut Jupiter, pinjaman uang sebesar Rp 12,5 triliun berkonsekuensi pada bunga yang tidak kecil yakni Rp 7 triliun. Sehingga akan membebani keuangan DKI.

MEGAPOLITAN | 27 Juli 2020

ASN Positif Covid-19, Lima Pelayanan di Kecamatan Matraman Ditutup

Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, menghentikan untuk sementara waktu lima kantor pelayanan publik akibat seorang ASN terkonfirmasi positif Covid-19.

MEGAPOLITAN | 27 Juli 2020

Tahapan Konstruksi Jakarta International Stadium Capai 24,6%

Pembangunan proyek JIS masih terus berjalan walau dengan keterbatasan.

MEGAPOLITAN | 27 Juli 2020

Jumlah Kabupaten/Kota Zona Merah Covid-19 Meningkat Jadi 10,31 %

Wiku Adisasmito mengatakan dalam satu pekan jumlah kabupaten/kotamadya yang berada di zona risiko tinggi Covid-19 atau zona merah dan oranye meningkat.

MEGAPOLITAN | 27 Juli 2020

Polisi Sebut Banyak Darah di Baju Yodi Prabowo

Polda Metro Jaya menegaskan banyak bekas darah pada pakaian Yodi Prabowo menanggapi pernyataan pihak keluarga yang menyatakan baju almarhum bersih.

MEGAPOLITAN | 27 Juli 2020

Kabupaten Bekasi Punya Sentral Oleh-oleh Pasarkan Produk UMKM

Gerai Bunda Sugih dijadikan sentral pemasaran produk usaha kecil se-Kabupaten Bekasi seperti batik Bekasi, makan ringan, minuman, serta kerajinan tangan.

MEGAPOLITAN | 27 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS