Polisi Sebut Banyak Darah di Baju Yodi Prabowo
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 479 (-0)   |   COMPOSITE 5975 (1)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1396 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-0)   |   IDX30 473 (0)   |   IDX80 128 (0)   |   IDXBASIC 1245 (-1)   |   IDXBUMN20 361 (0)   |   IDXCYCLIC 739 (-0)   |   IDXENERGY 741 (7)   |   IDXESGL 130 (-0)   |   IDXFINANCE 1328 (-0)   |   IDXG30 133 (0)   |   IDXHEALTH 1274 (5)   |   IDXHIDIV20 418 (0)   |   IDXINDUST 965 (3)   |   IDXINFRA 871 (-1)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 739 (-0)   |   IDXPROPERT 876 (-1)   |   IDXQ30 136 (0)   |   IDXSMC-COM 280 (0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (0)   |   IDXTECHNO 3334 (19)   |   IDXTRANS 1040 (3)   |   IDXV30 127 (0)   |   INFOBANK15 957 (-0)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 408 (-0)   |   ISSI 176 (-0)   |   JII 579 (-0)   |   JII70 205 (-0)   |   KOMPAS100 1135 (-0)   |   LQ45 890 (0)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1594 (0)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 303 (0)   |   PEFINDO25 295 (-0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (0)   |   SRI-KEHATI 342 (-0)   |   TRADE 872 (0)   |  

Polisi Sebut Banyak Darah di Baju Yodi Prabowo

Senin, 27 Juli 2020 | 19:46 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya, menegaskan banyak bekas darah di pakaian almarhum Yodi Prabowo, yang ditemukan terbujur kaku, di sisi tembok Tol Lingkar Luar Jakarta, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Hal itu, dikatakan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat, merespon pernyataan orang tua korban yang mengatakan kalau baju anaknya bersih ketika ditemukan di lokasi.

"Banyak darahnya. Kan fotonya banyak. Foto yang di balik (telentang), banyak beredar. Darahnya banyak, masa iya orang luka begitu nggak banyak. Nggak logis," ujar Tubagus, Senin (27/7/2020).

Tubagus menyampaikan, penyidik tidak mau berpolemik soal pernyataan baju korban bersih itu. "Teman-teman media bisa melihat sendiri fotonya. Itu di situ kan tanah, tanahnya merembes. Untuk apa juga itu dibohongi, nggak ada pentingnya. Cuma saya memahami kondisi psikologi keluarga, jadi ya sudah," ungkapnya.

Menyoal kenapa barang bukti baju dibungkus pada saat jumpa pers Sabtu kemarin, Tubagus menyatakan, baju korban dibungkus pakai kertas coklat karena bau.

"Bajunya dibungkus karena bau darah. Kalau saya sih wajar. Saya berempati saja, saya tidak dalam kapasitas memaksakan keyakinan, ya nggak papa. Kalau masalah darahnya itu banyak kok. Cuma nanti kalau ditampilkan yang penuh darah, nanti nggak enak lagi, nggak bagus begitu, kelihatan ada kejinya, kekerasan. Tapi kalau dibilang nggak ada (darah), ada kok. Tapi masak iya itu ditampilkan ke media juga?" katanya.

Sementara itu, Tubagus menuturkan, Yodi pergi ke dokter spesialis kulit dan kelamin Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, beberapa hari sebelum meninggal dunia.

"Ke RSCM itu beberapa hari sebelum kematiannya. Dan ada dokternya sudah diperiksa, resepsionisnya sudah diperiksa, tanggal bayarnya ada, hasil lab-nya ada. Masa iya saya mengarang-mengarang. Bayar pakai (kartu) debetnya ada, yang mana yang harus dibuktikan lagi," jelasnya.

Diketahui, Suwandi, orang tua Yodi Prabowo, menilai polisi terlalu cepat mengambil kesimpulan kalau anaknya meninggal dunia diduga kuat akibat bunuh diri.

"Iya menurut saya terlalu mengambil kesimpulan anak saya bunuh diri karena dia menyimpulkan barang bukti. Kalau saya lihat difaktanya dari segi TKP jenazah masih bersih, itu agak aneh masa iya orang bunuh diri bajunya bersih. Paling nggak darah melebar ke mana-mana," katanya.

Dia menilai, mau tiga hari atau sebulan ditemukan, darah pasti menempel di badan dan berbekas di baju korban.

"Nggak mungkin bajunya itu langsung bersih sendiri. Itu kan posisi telungkup. Paling nggak ada bekas-bekasnya lah atau keringatan saja di bajunya bergelombang biar sudah kering apalagi ini darah. Kalaupun dia pakai kaos, pakai apa, darah menggumpal pasti ada di kaos itu. Dari segitu saja orang pakai nalarnya saja sudah nggak masuk akal. Makanya polisi nggak pernah membahas itu. Saya pernah meminta coba peragakan kalau anak saya bunuh diri di situ, kasih tahu saya bunuh dirinya seperti apa? Apakah berdiri atau seperti apa? Kan nggak dijelasin di situ," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kabupaten Bekasi Punya Sentral Oleh-oleh Pasarkan Produk UMKM

Gerai Bunda Sugih dijadikan sentral pemasaran produk usaha kecil se-Kabupaten Bekasi seperti batik Bekasi, makan ringan, minuman, serta kerajinan tangan.

MEGAPOLITAN | 27 Juli 2020

Tangsel Sudah Izinkan Pernikahan dan Kompetisi Olahraga

Pemkot Tangerang Selatan telah memerbolehkan penyelenggaraan pesta pernikahan dan olahraga kompetisi di wilayah tersebut.

MEGAPOLITAN | 27 Juli 2020

Polda Metro Siap Amankan Iduladha

Personel Polda Metro Jaya akan melakukan pengamanan dan pengawalan terkait penerapan protokol kesehatan.

MEGAPOLITAN | 27 Juli 2020

Pembahasan Kontrak PLTSa Rawa Kucing Diperpanjang 3 Bulan

Pembahsan kontrak PLTSa yang rencananya akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Rawa Kucing, Neglasari, Kota Tangerang, diperpanjang tiga bulan.

MEGAPOLITAN | 27 Juli 2020

Pemprov DKI Jakarta Dapat Pinjaman Rp 12,5 T

Pemprov DKI Jakarta sebagai pusat keuangan nasional akan menggunakan sumber pembiayaan PEN ini sebagai stimulus untuk menggerakkan keuangan.

MEGAPOLITAN | 27 Juli 2020

Hati-hati, Remaja Ini Alami Jari Bengkak Akibat Terimpit Cincin

Seorang remaja bernama Heriyanto (16), yang mengalami luka bengkak di jari akibat terimpit cincin, di Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat.

MEGAPOLITAN | 27 Juli 2020

Polda Metro Kerahkan 5.000 Personel Awasi Protokol Kesehatan Tiap Hari

Polda Metro Jaya, mengerahkan sekitar 5.000 personel pengamanan terkait pengawasan dan meningkatkan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

MEGAPOLITAN | 27 Juli 2020

Pandemi Covid-19, Berikut Prosedur Penerbangan ke Luar Negeri

Apabila ditemukan indikasi suspect Covid-19, penumpang akan diperiksa lebih lanjut dan dirujuk ke Wisma Atlet.

MEGAPOLITAN | 27 Juli 2020

Sanksi Denda Pelanggar Masker, Pemkot Bogor Masih Tunggu Pergub

Pemkot Bogor masih menunggu Pergub Jawa Barat terkait sanksi denda bagi warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan menggunakan masker.

MEGAPOLITAN | 27 Juli 2020

Polisi Gerebek Judi Koprok di Kembangan, 3 Orang Ditangkap

Penangkapan para pelaku bermula dari informasi dan keresahan masyarakat terkait arena perjudian koprok di lokasi.

MEGAPOLITAN | 27 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS