Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

DPRD Siap Kawal Bantuan Uang Pangkal Siswa Tak Lolos PPDB DKI

Senin, 20 Juli 2020 | 22:30 WIB
Oleh : Yustinus Paat / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mengatakan pihaknya siap mengawal rencana bantuan Pemprov DKI Jakarta untuk membiayai uang pangkal siswa yang tidak lolos seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Tahun Pelajaran 2020/2021. Zita mengharapkan bantuan tersebut tepat sasaran.

"Wacana bantuan uang pangkal ini harus kita kawal, jangan sampai tidak tepat sasaran. Ini baru rencana, euforianya jangan berlebihan dulu," kata Zita di Jakarta, Senin (20/7/2020).

Menurut Zita, memang menjadi kewajiban Pemprov DKI untuk memperhatikan semua peserta baik di sekolah negeri maupun di sekolah swasta. Bahkan, kata dia, Pemprov DKI ke depanya, seharusnya tidak hanya membiaya uang pangkal tetapi juga biaya yang lainnya.

"Yang besar itu uang gedungnya. Harusnya dibantu semuanya, jangan hanya uang pangkal. Kalau Pemprov dengar suara rakyat di bawah, semuanya teriak minta digratiskan masuk sekolah swastanya. Bukan hanya uang pangkal," tandasnya.

Zita menilai tidak ada alasan pemerintah DKI tidak bisa menggratiskan biaya sekolah. Di daerah lain, kata dia, pemerintah daerahnya menggratiskan sekolah swasta seperti di Brebes.

"Kita punya APBD puluhan triliun, ini masuk di APBD Perubahan, sumber paling aman dari BTT. Maksimalkan juga program kerja sama dengan pihak swasta untuk biayai pendidikan siswa yang terkena dampak Covid-19. Kalau kita mau, pasti bisa untuk itu," imbuh dia

Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyiapkan dana sebesar Rp 247 miliar untuk membiaya uang pangkal para siswa yang tidak lulus seleksi PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021. Dana tersebut akan dialokasi untuk membiaya uang pangkal 126 siswa SD, SMP, dan SMA yang tidak lulus masuk sekolah negeri.

"Sudah kasih semua yang masuk swasta (yang tidak lulus masuk sekolah negeri), sehingga rakyat kita juga merasa tenang, nggak perlu ngurus surat miskin macam-macam," ujar Anies saat memimpin rapat bantuan tentang biaya sekolah di Youtube Pemprov DKI yang dikutip, Senin (20/7/2020).

Awalnya, Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Catur Laswanto memaparkan bahwa siswa yang gagal masuk sekolah negeri dan layak mendapatkan bantuan uang pangkal karena terdampak Covid-19 sebanyak 85.508 siswa. Total dana yang diperlukan sebesar Rp 171 miliar.

Namun, Anies menilai dampak Covid-19 tidak hanya terkena pada sebagian masyarakat. Karena itu, kata dia, bantuan uang pangkal dari Pemprov diberikan kepada semua siswa yang gagal masuk sekolah negeri.

"Jadi akhirnya setelah dihitung uangnya kalau hanya sebagian atau 85 ribu siswa, anggarannya Rp 171 miliar dan bila diberikan seluruhnya (126.000 siswa), anggarannya Rp 247 miliar. Kita memilih berikan (uang pangkal) kepada semuanya," ungkap dia.

Anies mengatakan siswa SD/MI akan mendapatkan bantuan uang pangkal masing-masing Rp 1 juta. Dengan jumlah siswa SD/MI yang tidak lulus PPDB sebanyak 17.859 orang, maka total dana yang dibutuhkan sebesar Rp 17.859.000.000.

Untuk siswa SMP/MTS, masing-masing akan mendapatkan uang pangkal Rp 1,5 juta. Dengan jumlah siswa SD/MI yang tidak lulus PPDB sebanyak 40.867 orang, maka total dana yang dibutuhkan sebesar Rp 61.314.000.000.

Sementara siswa SMA/SMK/MA, masing-masing akan mendapatkan uang pangkal Rp 2,5 juta. Dengan jumlah siswa SD/MI yang tidak lulus PPDB sebanyak 67.285 orang, maka total dana yang dibutuhkan sebesar Rp 168.212.500.000.

Dengan demikian, perkiraan total dana yang dibutuhkan Pemprov DKI untuk membiayai uang pangkal siswa dari jenjang SD hingga SMA sebesar Rp 247.385.500.000.

Terkait sumber dana, Anies mendorong dianggarkan dari Belanja Tak Terduga atau BTT yang terdapat di APBD DKI. Dia pun meminta jajarannya agar segera menggodok skema pembiayaan dan penganggarannya agar segera cair.

"BTT aja. Diarahkan BTT, nanti Pak Inspektur (Michael Rolandi) bantu bicarakan dengan semua bagian compliance, lalu segera mungkin kita keluarkan dan kita umumkan," tutur Anies.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Banjir Pancoran Mas Depok, Jalan Raya Sawangan Semakin Macet

Ketinggian air mencapai 40 Cm dan lokasi ini merupakan salah satu titik yang sering banjir.

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

Pagi-Malam Ini Sebagian Jakarta Diguyur Hujan

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, pada pagi hari hujan ringan terjadi di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

KNPI Jakarta Ingatkan Giring PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

Ketua KNPI Jakarta Ronny Bara Pratama mengingatkan Plt Ketum PSI, Giring Ganesha untuk bijak dalam berkomentar.

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

Toko Obat Ilegal di Bekasi Digerebek Polisi

Pelaku menjual obat-obatan ilegal di toko kosmetik miliknya.

MEGAPOLITAN | 22 September 2021


Mudahkan Warga, Gerai Vaksinasi Dibuka di Terminal Induk Kota Bekasi

Sasaran target peserta vaksinasi adalah para awak bus serta masyarakat yang hendak melakukan perjalanan keluar atau masuk ke Kota Bekasi.

MEGAPOLITAN | 22 September 2021

Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Mal, tetapi Dilarang ke Tempat Wisata

Di tengah situasi Covid-19 di Ibu Kota yang makin terkendali, Anies mulai mengizinkan anak di bawah 12 tahun untuk melakukan aktivitas di luar rumah.

MEGAPOLITAN | 22 September 2021

Muncul 25 Klaster Baru Covid-19, Wagub Riza: PTM di Jakarta Sudah Sesuai Prosedur

Jika ada guru atau peserta didik yang terpapar Covid-19, kata Riza, kemungkinan besar tertularnya bukan di sekolah.

MEGAPOLITAN | 22 September 2021

Tiga Kereta Api Lokal Kembali Beroperasi Mulai Hari Ini

Terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pelanggan KA tersebut.

MEGAPOLITAN | 22 September 2021

Penumpang Internasional Diwajibkan Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta

Seluruh penumpang dari luar negeri adalah menjalani tes Covid-19 yakni tes molekuler isotermal yang hasilnya dapat diterbitkan paling lama 1 jam.

MEGAPOLITAN | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Soal Kasus Pajak, Ini Pernyataan Bank Panin

Soal Kasus Pajak, Ini Pernyataan Bank Panin

NASIONAL | 30 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings