BNNP DKI Jakarta Siap Limpahkan Berkas Anak Wakil Wali Kota Tangerang

BNNP DKI Jakarta Siap Limpahkan Berkas Anak Wakil Wali Kota Tangerang
Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Pol Tagam Sinaga. (Foto: istimewa)
Chairul Fikri / CAH Rabu, 15 Juli 2020 | 16:19 WIB

 

Tangerang, Beritasatu.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta telah melakukan pemeriksaan terhadap  AKM, anak Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin. Berdasarkan hasil pemeriksaan, berkas hasil pemeriksaan akan kembali dilimpahkan ke Polda Metro Jaya minggu ini.

"Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap AKM dan dalam minggu ini berkas perkara kasus narkobanya akan segera dilimpahkan (ke Kejaksaan)," ungkap Kepala BNNP DKI Brigjen Pol Tagam Sinaga kepada media, Rabu (15/7/2020).

Ditambahkannya, pemeriksaan yang dilakukan diantaranya meliputi seberapa besar ketergantungan, termasuk jaringan pengedar atau tidak dan lainnya. 

Baca Juga: Anak Wakil Wali Kota Tangerang Patungan Beli Sabu

"Hasil pemeriksaan itu nantinya akan menentukan apakah pengajuan rehabilitasi diterima atau tidak dan berapa jangka waktu rehabilitasi. Dan berdasarkan pemeriksaan, dia sudah pemakai aktif belum. Kalau pemakai aktif kita rehabilitasi sembilan bulan misalnya. Tapi kalau dia pemula bisa empat bulan, tiga bulan, jadi tergantung hasilnya," lanjutnya.

Meski mengaku sudah melakukan pemeriksaan, namun Tagam mengaku enggan membocorkan hasil pemeriksaan terhadap putra bungsu wakil wali kota Tangerang itu.

Baca Juga: Anak Wakil Wali Kota Tangerang Ajukan Rehabilitasi

"Hasilnya bukan untuk publik tapi untuk penyidik, saran saya tanya penyidik ya," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, anak Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin berinisial AKM ditangkap di Jalan Taman Bunga V, Tangerang bersama tiga temannya yakni DS, SY, MT. Penangkapan itu terjadi pada Sabtu (6/6/2020) lalu sekira pukul 00.15 WIB.

Barang bukti yang disita yakni sabu seberat 0,51 gram. Setelah dilakukan interogasi keempat tersangka menerangkan bahwa sabu didapatkan secara patungan. Usai di tangkap tim pengacara kemudian mengajukan rehabilitasi.

 



Sumber: BeritaSatu.com