Kembalikan Uang Rp 500 Juta, Petugas KRL Diganjar Hadiah dari BUMN

Kembalikan Uang Rp 500 Juta, Petugas KRL Diganjar Hadiah dari BUMN
Menteri BUMN, Erick Thohir (kiri) memberikan apresiasi untuk Mujenih salah satu di antara dua petugas yang mengembalikan uang Rp 500 juta di KRL. (Foto: Istimewa)
Lona Olavia / JAS Senin, 13 Juli 2020 | 14:02 WIB

Jakarta,Beritasatu.com - Kementerian BUMN dan lima perusahaan BUMN memberikan apresiasi kepada dua pekerja kontrak PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang menemukan kantong plastik hitam berisi uang tunai Rp 500 juta di kolong bangku prioritas salah satu gerbong. Pemberian apresiasi ini diharapkan akan memberikan dampak positif serta menginspirasi banyak insan BUMN lainnya.

"Penghargaan yang diberikan kepada Saudara Egi dan Mujenih sebagai apresiasi kami, sekaligus penghormatan atas kejujuran dan amanah yang mereka dilakukan saat bekerja. Ini cermin nyata sebuah akhlak yang dicontohkan teman-teman yang bertugas di barisan paling depan dan berhubungan dengan konsumen. Hal ini harus menginspirasikan kita semua yang bekerja sebagai pengambil kebijakan di level atas atau manajerial," ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara "Apresiasi Petugas KRL" yang berlangsung di Synergy Lounge, Kementerian BUMN, Senin (13/7/2020).

Sementara, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi, Wakil Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Catur Budi Harto, Pelaksana Tugas Wakil Direktur Utama Bank Negara Indonesia Adi Sulystyowati, dan Direktur Utama BNI Life Shadiq Akasya, Direktur Utama AXA Mandiri Financial Service Handojo G. Kusuma, serta Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro memberikan beragam apresiasi.

Apresiasi tersebut antara lain, Bank BRI memberikan bantuan Asuransi Davestera (Dana Investasi Sejahtera) yang merupakan Gabungan dari Asuransi Perlindungan Jiwa, Proteksi, dan Investasi dengan nilai Uang Pertanggungan per orang hingga Rp 500 juta.

Lalu, Bank Mandiri melalui perusahaan anak AXA Mandiri Financial Services menyerahkan bantuan berupa perlindungan Asuransi Jiwa dengan Uang Pertanggungan sebesar Rp 500 juta per orang yang dibayarkan kepada ahli warisnya apabila insan BUMN tersebut mengalami risiko meninggal dunia dalam kurun waktu lima tahun.

Bank BNI melalui anak perusahaan BNI Life memfasilitasi keduanya dengan produk Asuransi BNILife Mprotection Plus yang memberikan manfaat lengkap dalam satu produk berupa investasi, proteksi jiwa sampai dengan kesehatan dengan nilai premi/investasi sebesar Rp 50 juta, serta ditambah fasilitas kesehatan berupa manfaat rawat inap.

Jika terjadi risiko meninggal, penerima manfaat juga akan mendapatkan Rp 100 juta ditambah nilai investasi.

Selain itu, untuk tiga tahun polis asuransi juga bisa dicairkan, plus pengembangan investasi dari premi Rp 50 juta.

Telkomsel pun turut memberikan apresiasi berupa handphone dan kuota internet senilai Rp 200.000 per bulan selama 1 tahun, serta saldo LinkAja masing-masing sebesar RP 5juta.

Egi dan Mujenih juga memperoleh hadiah paling berharga yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Kedua tulang punggung keluarga itu diangkat menjadi pegawai tetap di anak perusahaan PT KAI/KCI.

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menambahkan, apa yang dilakukan dua pegawai kontrak tersebut sejatinya sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari PT KAI dan PT KCI. Setidaknya ada ratusan barang dalam sebulan yang dilaporkan petugas melalui layanan lost and found.

“Barang-barang penumpang yang tertinggal di dalam kereta dan ditemukan oleh petugas dicatat dalam sistem lost and found PT KCI yang memang terhubung dengan 80 stasiun KRL. Jika barang tersebut tidak diambil oleh pemiliknya hingga lebih dari dua bulan, tetapi masih layak pakai, seperti pakaian, perkakas atau tempat makan maka akan disumbangkan ke panti
asuhan dan Yayasan yang membutuhkan,” kata Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti.

Untuk informasi, petugas pengawalan KRL Egi Sandi Saputra (24) dan petugas kebersihan kereta Mujenih (34) melakukan tindakan mulia saat bertugas menjaga keamanan dan kebersihan KRL Jakarta-Bogor, Senin, 6 Juli 2020. Mereka menemukan kantong plastik hitam berisi uang tunai Rp 500 juta di kolong bangku prioritas salah satu gerbong.

Tanpa pikir panjang. Keduanya pun menyerahkan uang tersebut kepada petugas passanger service yang membantu mengembalikannya kepada sang penumpang. 



Sumber: BeritaSatu.com