Hari Pertama Tahun Ajaran Baru, Belum Ada Sekolah Tatap Muka

Hari Pertama Tahun Ajaran Baru, Belum Ada Sekolah Tatap Muka
SD Rawa Badak Utaran 01 Pagi, Jakarta Utara, belum memulai belajar secara tatap muka, Senin (13/7/2020). (Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Barus)
Carlos Roy Fajarta / BW Senin, 13 Juli 2020 | 13:45 WIB

Jakarta, Berisatu.com – Semua sekolah, baik sekolah negeri dan sekolah swasta di Jakarta Utara belum melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka pada tahun ajaran baru 2020/2021 yang dimulai pada Senin (13/7/2020).

"Sampai siang ini belum ada sekolah, baik negeri maupun swasta yang melaksanakan sekolah tatap muka. Kalau sekolah swasta ada yang tatap muka pasti akan terpantau dan kita tegur," ujar Kasudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, Abdul Rachem.

Ia menyebutkan, sistem pembelajaran selama tiga hari yang masih masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) maupun setelahnya akan dilakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Tatap muka belum ada, masih melalui daring (online)," tambahnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Kasudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Utara, Riza Manfaluthi yang menyebutkan para pelajar masih belajar di rumah secara daring.

"Tim pengawas kami memantau di lapangan, memastikan sekolah tidak ada yang tatap muka," tutur Riza.

Menurut hasil pengamatan di sejumlah lokasi, belum ada sekolah yang melaksanakan tatap muka. Hanya ada sejumlah orang tua murid bertanya mengenai informasi ke dalam sekolah.

Heri (33), petugas keamanan SMPN 277 menyebutkan, pada hari pertama, belum ada kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

"Hanya ada orang tua yang datang menanyakan teknis sekolah, beberapa juga ada pelajar yang mau ambil raport," kata Heri.

Dikatakan, pada penerimaan siswa kelas VII, beberapa waktu lalu setidaknya ada 280 peserta yang terbagi ke dalam 7 kelas.

Ronald (50) petugas keamanan SDN 01 Rawa Badak Utara juga menyebutkan, belum ada pembelajaran tatap muka. "Masih pembelajaran di rumah," kata Ronald.

Ia mengungkapkan, kelas satu berjumlah empat kelas. Ada 32 murid di masing-masing kelas.

Hal serupa juga diungkapkan Torik (54), petugas keamanan SMAN 13. Total ada 320 pelajar kelas X yang diterima pada tahun ajaran baru ini.



Sumber: BeritaSatu.com