Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Penjelasan Lengkap Anies Soal Reklamasi Ancol

Minggu, 12 Juli 2020 | 20:10 WIB
Oleh : Yustinus Paat / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memberikan penjelasan dan klarifikasi lengkap terkait perluasan lahan atau reklamasi kawasan Ancol sebagaimana diatur dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 237 Tahun 2020 Tentang Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dufan seluas ± 35 Ha dan Kawasan Rekreasi Taman Impian Ancol Timur seluas ± 120 ha.

Penjelasan Anies yang disampaikan melalui Youtube Pempov DKI memuat sejumlah poin dari tujuannya mencegah banjir hingga ingin menjadi Ancol sebagai area wisata atau rekreasi terbesar dan terbaik di Asia.

1. Reklamasi untuk cegah banjir Jakarta
Anies mengatakan bahwa reklamasi Ancol bertujuan untuk melindungi warga DKI Jakarta dari banjir. Pasalnya, reklamasi Ancol ini akan memanfaatkan tanah dari hasil pengerukan 13 sungai dan lebih dari 30 waduk di DKI Jakarta.

"Reklamasi ini sebuah kegiatan untuk melindungi warga Jakarta dari bencana banjir," ujar Anies.

Menurut Anies, salah satu penyebab banjir di Jakarta adalah pendangkalan atau sedimentasi 13 sungai dan lebih dari 30 waduh di Jakarta. Karena itu, kata dia, perlu dilakukan pengerukan secara terus menerus terhadap sungai dan waduk ini

"Dan lumpur hasil kerukan itu dikemanakan? Lumpur itu kemudian ditaruh di kawasan Ancol. Dan proses ini sudah berlangsung cukup panjang. Bahkan menghasilkan lumpur yang amat banyak 3,4 juta meter kubik. Nah, lumpur ini kemudian dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan Ancol," tutur Anies.

2. Berbeda dengan reklamasi 17 Pulau
Anies juga mengatakan bahwa reklamasi Ancol ini berbeda dengan reklamasi 17 pulau sebelumnya dan bukan kelanjutan dari reklamasi 17 pulau. Menurut Anies, maksud, cara dan pemanfaatan reklamasi Ancol dan reklamasi 17 pulau sebelumnya, sangat berbeda.

"Di sana (reklamasi 17 pulau) ada pihak swasta berencana membuat kawasan komersial, membutuhkan lahan, lalu membuat daratan, membuat reklamasi," ungkap dia.

Selain itu, kata Anies, dalam proses reklamasi 17 pulau sebelumnya, terdapat unsur menerabas ketentuan lingkungan hidup atau Amdal. Termasuk, kata dia, dalam reklamasi 17 pulau, terdapat unsur hilangnya hajat hidup para nelayan karena sebagian (pulau/pantai reklamasi) berhadapan dengan perkampungan nelayan, misalnya di Kamal Muara dan di Muara Angke.

"Lalu (pulau/pantai reklamasi) ini juga berhadapan dengan kawasan Cengkareng Drain dan muara sungai angke. Efeknya mengganggu aliran sungai ke laut lepas. Jadi bukan membantu mengendalikan banjir, tapi malah berpotensi menghasilkan banjir," terang dia.

Karena itu, kata Anies, dirinya telah menghentikan kegiatan reklamasi 17 pulau ini dengan cara mencabut 13 izin atas pulau reklamasi sehingga tidak bisa dilaksanakan. Sementara 4 pulau lainnya, kata dia, sudah terlanjur jadi sehingga harus mengikuti semua ketentuan hukum dan juga ikut memberikan manfaat bagi masyarakat.

Berbeda dengan reklamasi Ancol sekarang, kata Anies, yang mengedepankan kepentingan publik, dengan tujuan melindungi warga DKI Jakarta dari banjir dan tidak mengganggu nelayan di Jakarta Utara. Proses reklamasi Ancol ini, kata dia juga sudah mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.

"Nah, yang 17 pulau/pantai itu tidak sejalan dengan kepentingan umum, kemudian ada permasalahan dengan hukum, mengganggu rasa keadilan. Sementara yang di Ancol ini adalah proyek pemerintah untuk melindungi warga Jakarta dari banjir," tandas dia.

3. Izin reklamasi Ancol Seluas 155 Hektare
Anies mengakui bahwa tanah timbul hasil pengerukan sungai dan waduk di DKI Jakarta selama 11 tahun baru seluas 20 hektare di area Ancol Timur. Namun, Anies memberikan izin reklamasi seluas 155 ha, dengan rincian, 35 ha untuk reklamasi Dufan dan 120 untuk reklamasi Ancol Timur.

Menurut Anies, izin 155 ha tersebut diberikan karena pengerukan sungai dan waduk dilakukan terus menerus dan dibutuhkan lahan untuk menimbun hasil pengerukan tersebut termasuk menampung tanah hasil penggalian terowongan MRT. Angka 155 ha ini juga sudah dilakukan kajian.

"Jadi begini, pengerukan ini akan jalan terus. Pengerukan sungai dan waduk, bahkan ke depan penggalian terowongan MRT, tanahnya pun akan ditimbun di tempat ini. Karena itulah ada kajiannya, dan dari hasil kajian AMDAL, lokasi yang dibutuhkan adalah sebesar 155 ha, 120 ha di sisi timur, 35 ha di sisi barat yang juga disediakan kawasan yang nanti akan bersebelahan dengan stasiun MRT di Ancol," kata Anies.

4. Reklamasi Ancol tidak ganggu kegiatan nelayan
Anies juga menegaskan bahwa reklamasi Ancol tidak akan mengganggu kegiatan para nelayan di pantai utara Jakarta. Pasalnya, lokasi reklamasi jauh dari perkampungan nelayan. Hal ini, kata dia, berbeda dengan proyek reklamasi 17 pulau sebelumnya, yang justru berhadapan dengan perkampungan nelayan, seperti di Kamal Muara dan di Muara Angke.

"Lalu selama 11 tahun ini berjalan tenang-tenang aja. Mengapa? Ya sederhana, karena penimbunan ini (tanah untuk reklamasi) tidak mengganggu kegiatan nelayan. Kawasan ini jauh dari perkampungan nelayan. Kawasan ini berdampingannya dengan apa? Berdampingan dengan kawasan industri Ancol, dengan pelabuhan Tanjung Priok, dengan daerah pantai Taman Impian Jaya Ancol. Dan terkait lingkungan hidup, pihak Ancol diwajibkan untuk melakukan AMDAL dan semua kewajiban turunannya," terang Anies.

5. Jadi pusat wisata terbesar Asia dan dirikan Museum Nabi Muhammad SAW
Anies juga mengakui bahwa dengan reklamasi ini dirinya ingin menjadikan Ancol sebagai tempat wisata terbesar dan terbaik tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia. Karena itu, kata Anies, pihaknya merancang Ancol menjadi tempat rekreasi kelas internasional.

"Kawasan ini memang dirancang untuk berkembang untuk pusat kegiatan wisata, bukan saja bagi Indonesia, tapi harapannya bagi Asia Tenggara, bahkan lingkup wilayah Asia. Kawasan Ancol saat ini ukurannya sekitar 200 hektar. Setiap tahun ada lebih dari 20 juta pengunjung. Manfaat ekonominya bagi Jakarta amat besar. Jadi lahan yang sekarang terbentuk akan dimanfaatkan untuk pengembangan, dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas," ungkap Anies.

Selain itu, Anies juga akan membangun museum Nabi Muhammad SAW di lahan reklamasi kawasan Ancol Timur. Menurut Anies, museum ini akan dibangun di tanah seluas 3 hektare dari 120 ha luas lahan reklamasi Ancol Timur. Tanah 3 ha sudah ada karena berada di tanah timbul seluas 12 ha di Ancol Timur.

"Museum Sejarah Nabi ini akan menjadi museum yang dibangun di tepi pantai, bagian dari kawasan Ancol. Dan museum ini akan menjadi museum terbesar tentang sejarah Nabi di luar Saudi Arabia. Insya Allah ini akan menjadi magnet bagi wisatawan, bukan hanya Indonesia, tapi seluruh dunia," pungkas Anies.

6. Tidak langgar janji kampanye saat Pilkada
Lebih lanjut, Anies menegaskan bahwa reklamasi kawasan Ancol ini tidak melanggar janji kampanye Anies-Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Menurut Anies, justru reklamasi tersebut dilakukan untuk kepentingan warga DKI Jakarta.

"Jadi dikeluarkannya Kepgub ini (Kepgub 237 Tahun 2020) untuk memanfaatkan lahan yang sudah dikerjakan selama 11 tahun dan sama sekali tidak mengingkari janji. Justru ini menjadi pelengkap bahwa kita memang mengedepankan kepentingan umum, mengedepankan ketentuan hukum, mengedepankan keadilan sosial," kata Anies.

"Proses pembangunannya pun tidak merugikan nelayan. Dan kawasan ini terbentuk dari lumpur hasil pengerukan sungai untuk mencegah banjir. Jadi semuanya mengikuti ketentuan hukum yang ada," ungkap Anies menambahkan.

Anies menuturkan, dirinya telah dan akan terus memenuhi semua janji kampanye. Amanah yang diberikan warga DKI akan terus dipenuhi Anies dalam menjalankan roda pemerintahan DKI Jakarta.

"Sekali lagi saya tegakan insya Allah semua janji itu telah dan akan terus dilaksanakan. Semua ikhtiar dilakukan untuk melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya, sambil selalu berdoa kepada Allah SWT. Semoga selalu diberikan petunjuk, selalu dibukakan jalan-jalan yang lempang. Dan saya berharap dari semua, mohon doakan agar bisa amanah dalam menjalankan tugas ini," pungkas Anies.

Sebagaimana diketahui, Pada Pilkada DKI 2017, salah satu janji pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang menarik perhatian warga DKI adalah janji menghentikan reklamasi di Teluk Jakarta. Janji tersebut berbunyi, "Menghentikan reklamasi Teluk Jakarta untuk kepentingan pemeliharaan lingkungan hidup serta perlindungan terhadap nelayan, masyarakat pesisir dan segenap warga Jakarta".

Anies pun sebenarnya sudah mulia merealisasikan janji tersebut ketika pada September 2018, dia menyampaikan pencabutan izin reklamasi di 13 pulau dari 17 pulau di Teluk Jakarta. Pulau-pulau tersebut adalah A, B, E, I, J, K, M, O, P, Q, H, F dan M. Para pemegang izin reklamasi antara lain PT Kapuk Naga Indah, PT Jakarta Propertindo, PT Taman Harapan Indah, dan PT Pembangunan Jaya Ancol.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

622 Gardu Distribusi di Depok Diterjang Angin Puting Beliung, PLN Upayakan Keamanan Warga Terdampak

Wilayah layanan Listrik Jabar khususnya Depok mengalami gangguan, hujan deras disertai angin puting beliung yang mengakibatkan 622 gardu distribusi terdampak

MEGAPOLITAN | 21 September 2021

Ngeri, Ini Detik-detik Papan Nama RS Hermina Depok Terlempar Diterjang Hujan Badai

Papan nama RS Hermina yang terletak di Jalan Siliwangi, Depok yang tumbang dan terlempar akibat hujan disertai angin kencang yang melanda.

MEGAPOLITAN | 21 September 2021

Hujan Badai di Depok, Perjalanan KRL Terganggu

Terjadi pohon tumbang yang menghalangi Listrik Aliran Atas (LAA) pada jalur rel di sekitar Stasiun Depok.

MEGAPOLITAN | 21 September 2021

Hujan Disertai Angin Kencang, Kemacetan dan Pohon Bertumbangan di Depok

Hujan disertai angin kencang menyebabkan lalu lintas kendaraan macet di Jalan Kartini, Jalan Dewi Sartika, dan Jalan Arif Rahman Hakim.

MEGAPOLITAN | 21 September 2021

Operasi Patuh Jaya, Polisi Tilang 2.560 Pelanggar Lalu Lintas

Pelanggaran pada Operasi Patuh Jaya didominasi pekerja sebanyak 1.632, kemudian 407 sopir angkutan dan 403 pelajar atau mahasiswa.

MEGAPOLITAN | 21 September 2021

Polisi Gagalkan Peredaran 5,9 Kilogram Tembakau Gorila di Bogor

Penangkapan 11 pelaku tersebut, berawal dari penangkapan 3 tersangka pengedar dan pembuat tembakau gorila pada Mei 2021.

MEGAPOLITAN | 21 September 2021

Hujan Deras dan Angin Kencang, Kanopi Tutup Ruas Jalan Sawangan Depok

Hujan deras disertai angin kencang melanda kota Depok, Selasa (21/9/2021) sore mengakibatkan sejumlah bagian bangunan terlepas

MEGAPOLITAN | 21 September 2021

‎Polrestro Bekasi Kota Salurkan Bantuan Tunai Rp 1,2 Juta kepada PKL dan Warung

Wilayah Kota Bekasi ‎menyalurkan bantuan kepada 131 orang pedagang kaki lima dan warung di Mapolrestro Bekasi Kota.

MEGAPOLITAN | 21 September 2021

Oktober, Jalan Margonda Depok Mulai Diberlakukan Ganjil Genap

Jajaran Satlantas Polres Metro Depok berencana menerapkan ganjil genap di Jalan Margonda pada Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 21 September 2021

Peduli Lingkungan, Pengusaha Oilgas dan Li Foundation Lepas Ribuan Ekor Bibit Ikan Nila

Pelepasan ribuan ekor bibit ikan nila itu dilakukan di tiga titik yang berbeda, perempatan Pondok Kelapa Kalimalang, BKT dan Taman Waduk Pluit.

MEGAPOLITAN | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Persib Siap Turunkan Duet Castillion-Luiz Lawan Borneo FC

Persib Siap Turunkan Duet Castillion-Luiz Lawan Borneo FC

BOLA | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings