Masih Zona Kuning, Kota Tangerang Belum Izinkan Sekolah Dibuka

Masih Zona Kuning, Kota Tangerang Belum Izinkan Sekolah Dibuka
Ilustrasi belajar di rumah. (Foto: Antara)
Chairul Fikri. / CAH Minggu, 12 Juli 2020 | 16:10 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Masyati Yulia menegaskan bahwa proses belajar mengajar di Tahun Ajaran 2020/2021 akan dimulai serentak Senin (13/7/2020) besok. Namun lantaran wilayah Kota Tangerang masih dalam zona kuning penyebaran Covid-19, maka proses belajar mengajar akan digelar secara daring.

"Kita masih belum bisa belajar di sekolah dengan menggunakan metode tatap muka, karena Kota Tangerang masih dalam zona kuning. Proses pengajarannya akan menggunakan metode daring saat pelaksanaan tahun ajaran baru yang dimulai dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru," ungkap Masyati saat dihubungi sejumlah media, Minggu (12/7/2020). 

Baca Juga: Tahun Ajaran Baru, Tangsel Belum Izinkan Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka

Ditambahkannya, kegiatan belajar mengajar melalui metode tatap muka baru akan berlangsung bila Kota Tangerang sudah berada dalam zona hijau.

"Sistem ini (melakukan proses belajar dengan menggunakan metode daring) sudah disosialisasikan kepada semua Kepala Sekolah di tingkat SD, SMP dan SMA yang ada di Kota Tangerang. Kami juga memberikan pulsa untuk data internet bagi keluarga yang tidak mampu. Selain itu kalau tidak ada (Seragam baru), ya enggak usah pakai seragam dulu. Begitu juga dengan beli buku. Kami sudah siapkan semua mata pelajaran di aplikasi Tangerang Live Room," lanjutnya.

Sebelumnya, Gubernur Wahidin Halim dalam kesempatannya menyatakan bahwa proses belajar mengajar tatap muka di Tangerang Raya masih belum bisa dilaksanakan. Bahkan Gubernur dari Partai Demokrat itu menyatakan bahwa proses kegiatan belajar mengajar tatap muka akan dimulai Desember 2020 mendatang.

Baca Juga: Kegiatan Belajar Mengajar di Tangerang Raya Baru Efektif Desember 2020

"Kalau kita melihat perkembangannya sekarang, Desember ya bisa dimulai normal. Karena kita khawatir kalau ini dipaksakan (sekolah masuk) akan bisa meningkatkan angka pasien baru di Banten," tegasnya.

"Untuk mengatasi masalah pendidikan melalui metode daring, Pemprov Banten sudah menganggarkan dana pendidikan melalui Bantuan Operasional Daerah (Bosda) untuk siswa senilai Rp 5,5 juta per tahun untuk membantu siswa didik yang enggak mampu. Jadi biar digunakan untuk kepentingan pendidikan jangan malah buat pacaran," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com