Dinkes dan Dinas LH Beda Persepsi Soal Limbah di Bekasi
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Dinkes dan Dinas LH Beda Persepsi Soal Limbah di Bekasi

Jumat, 10 Juli 2020 | 09:53 WIB
Oleh : Mikael Niman / HS

Jakarta, Beritasatu.com - Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyimpulkan tumpukan sampah yang diduga sebagai limbah medis dan diduga masuk kategori bahan berbahaya dan beracun (B3) merupakan sampah domestik. Adapun limbah tersebut dibuang dari rumah tangga warga Kota Bekasi. Penjelasan ini berbeda dengan keterangan dari Dinas Lingkungan sebelumnya yang mengatakan sebagai limbah medis.

“Sampah tersebut masuk kategori sampah domestik karena menggunakan kantong plastik hitam atau karung biasa,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, Kamis (9/7/2020).

Dia menegaskan sampah tersebut bukan berasal dari limbah medis yang dihasilkan oleh fasilitas kesehatan seperti klinik, Puskesmas maupun rumah sakit (RS) yang dibuang di Zona IV Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.

Berdasarkan hasil tinjauan di TPA Sumurbatu, rata-rata sampah yang ditemukan berupa masker yang dibuang bersamaan sampah domestik lainnya. Sampah tersebut dimasukkan ke dalam kantong plastik (polybag) warna hitam dan karung biasa, bukan tempat sampah medis yang ditandai dengan warna kuning.

Tanti menjelaskan, walaupun dari temuan sampah tersebut terdapat masker tetapi saat ini penggunaan masker sudah dilakukan semua warga. “Jangan dikira masker tersebut merupakan limbah medis karena digunakan semua orang, sudah menjadi sampah domestik,” imbuhnya.

Hal itu mengingat pemerintah telah mewajibkan masyarakat menggunakan masker selama masa pandemi Covid-19. “Terkait temuan resep, itu bisa dari mana saja. Bahkan, bisa berasal dari rumah tangga, bukan hanya berasal dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan,” tuturnya.

Khusus untuk limbah medis, rumah sakit ataupun fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), menandai dengan kantong berwarna kuning. Dengan begitu, tidak ditemukan indikasi tindak pidana sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Yayan Yuliana, mengatakan pelaku dugaan pembuangan limbah medis dan B3 ke Zona IV Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, telah teridentifikasi. Hal tersebut baru dari hasil temuan struk pembayaran dan beberapa resep obat yang mengatasnamakan salah satu rumah sakit (RS) swasta di Kota Bekasi.

"Dari hasil verifikasi dan inspeksi ke lokasi, terlihat adanya struk pembayaran dan beberapa kertas bekas resep atas nama RS swasta,” ujar Yayan Yuliana, Selasa (8/7).

Meski begitu, kata Yayan, pihaknya tidak menemukan limbah medis bekas penanganan pasien Covid-19 di Zona IV TPA Sumurbatu, maupun di zona-zona lainnya. “Tidak ditemukan limbah medis bekas penanganan pasien Covid-19 sebagaimana yang telah dilaporkan oleh pihak terkait kepada kami,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata dia, pihaknya telah menyerahkan kasus penemuan limbah medis itu kepada pihak berwajib dan tengah ditangani Satkrimsus (Satuan Kriminal Khusus) Polres Metro Bekasi Kota.

Khusus penanganan limbah B3, Pemkot Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup terus melakukan pengawasan dari hasil laporan per triwulan pengelolaan limbah dan fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan klinik. Saat ini ada sebanyak 46 RS swasta memiliki izin Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 (TPS-LB3).



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PDIP DKI Setuju Reklamasi Ancol dengan Syarat

Syaratnya, memastikan reklamasi Ancol tidak merusak lingkungan dan harus mendatangkan kesejahteraan untuk nelayan di kawasan Pantai Utara Jakarta

MEGAPOLITAN | 10 Juli 2020

Pemkot Tangerang Gencarkan Tes Swab

Angka positif Covid-19 di Kota Tangerang melandai meski angka positif terpapar corona di tingkat nasional terus meningkat.

MEGAPOLITAN | 9 Juli 2020

Polisi Dalami Motif Pembuatan Video Predator Seks Tua dari Prancis

Polda Metro Jaya masih mendalami motif pembuatan predator seks tua berusia 65 tahun asal Prancis yang dilakukannya terhadap ratusan anak di bawah umur.

MEGAPOLITAN | 9 Juli 2020

Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 293 Orang

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta kasus positif Covid-19 berjumlah 13.362 kasus, pasien sembuh tercatat 8.645 orang adapun yang meninggal dunia 676 orang.

MEGAPOLITAN | 9 Juli 2020

DKI: Perluasan Daratan Ancol Timur Tidak Sama dengan Reklamasi

Pemprov DKI mengatakan bahwa reklamasi Ancol Timur seluas 120 hektar tidak bisa disamakan dengan reklamasi Pulau L dahulu.

MEGAPOLITAN | 9 Juli 2020

Pemkot Bogor Dukung Program Bedah Rumah Kempupera

Pemkot Bogor mentargetkan hingga tahun 2024 sebanyak 20.000 rumah di Kota Bogor seluruhnya layak huni.

MEGAPOLITAN | 9 Juli 2020

Dinkes Sebut Bukan Limbah Medis di TPA, Tapi Sampah Domestik

Pemkot Bekasi menyimpulkan tumpukan sampah yang diduga limbah medis dan masuk kategori B3 merupakan sampah domestik yang dibuang dari rumah tangga.

MEGAPOLITAN | 9 Juli 2020

Universal BPR Bagikan Lebih dari 1.000 Paket Sembako

Bantuan ini merupakan upaya untuk terus membantu meringankan beban masyarakat terutama dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19.

MEGAPOLITAN | 9 Juli 2020

Bejat, Predator Seks Tua Asal Prancis Lecehkan 305 Anak Perempuan di Hotel Jakarta

Francois Abello Camille melakukan kekerasan seksual terhadap 305 anak di beberapa hotel di Jakarta Barat.

MEGAPOLITAN | 9 Juli 2020

Panglima TNI dan Kapolri Resmikan Kampung Tangguh di Kabupaten Tangerang

Kampung Tangguh yang diresmikan Kapolri dan Panglima merupakan program dari Polri dengan bantuan TNI untuk menjaga kesediaan pangan.

MEGAPOLITAN | 9 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS