PDIP DKI Setuju Reklamasi Ancol dengan Syarat

PDIP DKI Setuju Reklamasi Ancol dengan Syarat
Seorang nelayan menunjuk rencana lokasi perluasan kawasan rekreasi Taman Impian Ancol Timur, Jakarta Utara, Minggu (5/7/2020) sore. (Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus)
Yustinus Paat / FMB Jumat, 10 Juli 2020 | 07:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Fraksi PDIP DKI Jakarta mengaku setuju dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan reklamasi kawasan rekreasi Dufan dan Taman Impian Jaya Ancol Timur seluas 155 hektar. Namun, persetujuan ini bersyarat, yakni memastikan reklamasi tidak merusak lingkungan dan harus mendatangkan kesejahteraan untuk nelayan di kawasan Pantai Utara Jakarta.

"Setuju, prinsipnya adalah jangan adanya reklamasi mengorbankan, pertama nelayan, kedua merusak lingkungan. Itu harus jadi konsentrasi kita semua," ujar Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono saat dihubungi, Kamis (9/7/2020).

Pemprov DKI Jakarta, kata Gembong, harus memikirkan langkah-langkah konkret untuk mendatangkan kesejahteraan bagi nelayan dengan adanya reklamasi Ancol tersebut. Dia mencontohkan, melalui reklamasi tersebut, di Ancol dibangun tempat pelelangan ikan kelas internasional.

"Pemerintah daerah turun bagaimana supaya hidup mereka (nelayan) lebih sejahtera. Misalnya di Ancol nanti dibuat tempat pelelangan ikan yang memang kelasnya terbaik, ikan harganya lebih mahal, karena yang beli ikan di sana bukan orang susah. Kelas dia juga naik," tutur dia.

Terkait potensi kerusakan lingkungan, lanjut Gembong, Pemprov DKI bisa menggunakan teknologi-teknologi untuk meminimalisir potensi kerusakan lingkungan akibat reklamasi. Menurut dia, teknologi sudah canggih dalam mengelola lingkungan.

"Sekarang kan teknologi (sudah canggih). Ada rekayasa lingkungan, teknologi kita manfaatkan, kita maksimalkan," tandas dia.

Menurut Gembong, reklamasi Ancol menjadi momentum bagi Anies untuk meletakkan legacy yang baik sebagai Gubernur DKI Jakarta. Anies, kata dia, mempunyai kesempatan menaikan kelas Ancol menjadi kawasan rekreasi kelas dunia.

"Fraksi PDIP mendorong sekurang-kurangnya harus kelasnya terbaik di Asia Tenggara. Harus dinaikkan kelasnya, jangan cuma seperti sekarang, bikin yang lebih hebat sekalian supaya momen yang baik bagi Pak Anies menaikkan kelas kita," jelas dia.

Lebih lanjut, Gembong juga mengingatkan Anies agar memastikan PT Pembangunan Jaya Ancol sehat sehingga bisa melakukan pengembangan Ancol. Pasalnya, jika tidak sehat bisa berdampak negatif bahkan menghambat proses pengembangan Ancol.

"Kalau nggak sehat nanti ujung-ujungnya minta PMD (penyertaan modal daerah). Kalau PT Pembangunan Jaya Ancol relatif sehat, tetapi perlu audit secara independen," imbuh dia.



Sumber: BeritaSatu.com