PPDB SMP di Depok Berjalan Lancar

PPDB SMP di Depok Berjalan Lancar
Siswa mengisi formulir Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara daring melalui gawainya. (Foto: ANTARA FOTO / Muhammad Bagus Khoirunas)
Bhakti Hariani / JAS Kamis, 9 Juli 2020 | 17:50 WIB

Depok, Beritasatu.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Depok melalui jalur zonasi berjalan lancar. Hal tersebut dikarenakan, konsep zonasi yang diterapkan berdasarkan kelurahan.

"Alhamdulillah, sampai saat ini karena pendekatan kami zonasi kelurahan, sehingga warga memiliki hak yang sama untuk bisa masuk di sekolah negeri," tutur Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Mohammad Thamrin di Depok, Jawa Barat, Kamis (9/7/2020).

Tahun ajaran baru di Depok masih dilakukan dengan program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan di masa pandemi Covid-19. Kegiatan belajar secara virtual tersebut diharapkan memiliki tujuan terhadap pengembangan kurikulum.

Thamrin mengatakan, metode belajar dari rumah ini sudah dilakukan sejak diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kali ini, dirinya berharap pelaksanaan PJJ lebih terarah.

"Kami tentu harus punya strategi dan langkah dalam menyusun pedoman PJJ. Karena kegiatan ini akan dilakukan selama satu semester ke depan, sehingga harus lebih serius," ujar Thamrin.

Karena itu, dalam rangka mempersiapkan PJJ di tahun ajaran baru, dirinya mempersilakan kepada satuan pendidikan untuk memberikan pembekalan terhadap para guru. Meskipun, imbuhnya, pedoman KBM di masa new normal, saat ini terus disosialisasikan.

Disdik juga terus mematangkan persiapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), yang akan digelar pada 13 Juli mendatang. Salah satunya dengan menetapkan jam sekolah mulai dari pukul 07.00 - 12.00 WIB.

"Biasanya sekolah mulai pukul 07.30 WIB, kali ini di masa PJJ jam wajib belajar atau sekolah menjadi 07.00 - 12.00 WIB. Keputusan ini berlaku untuk siswa SD dan SMP," kata Thamrin.

Ditegaskan Thamrin, pada waktu tersebut anak-anak harus belajar dan tidak boleh berada di luar rumah. Meskipun, materi pelajaran selesai sebelum waktu yang telah ditentukan.

"Selain itu, aturan baru lainnya di masa PJJ yaitu anak harus mengenakan seragam sekolah. Menyesuaikan jadwal setiap harinya," kata Thamrin.

Kadisdik juga meminta kerja sama dari para orang tua atau wali murid untuk melakukan pengawasan terhadap proses belajar anak. Dengan demikian, efektivitas PJJ dapat berjalan secara baik.

"Kebijakan-kebijakan baru ini kami lakukan sebagai upaya perbaikan, agar selama satu semester ini, siswa tetap mendapatkan hak belajarnya, walaupun di tengah pandemi," tutur Thamrin. 



Sumber: BeritaSatu.com