Pemkot Bogor Segera Sosialisasi Tarif Rapid Test Paling Mahal Rp 150.000

Pemkot Bogor Segera Sosialisasi Tarif Rapid Test Paling Mahal Rp 150.000
Ilustrasi tes cepat Covid-19. (Foto: Antara / M Agung Rajasa)
Vento Saudale / JAS Rabu, 8 Juli 2020 | 18:48 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor segera melakukan sosialisasi juga melakukan survei lapangan terkait harga Rapid test. Hal itu menyusul surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemkes) terkait batas atas tarif pengambilan sampel cepat atau rapid test mandiri Rp 150.000.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno menyebut sudah menerima info surat edaran itu Selasa 7 Juli 2020. Pun demikian, Pemkot Bogor masih menunggu surat resmi dari Kemkes RI.

"Infonya kami sudah mengetahui, tapi kami masih menunggu surat resminya dari Kemkes. Baru pemkot akan membuat surat edaran terusan yang ditembuskan ke berbagai fasilitas kesehatan di Kota Bogor," Retno mengonfirmasi, Rabu (8/7/2020).

Secara nonformal, kata Retno, informasi itu sudah diteruskan kepada pihak rumah sakit. Hal itu dilakukan untuk persiapan rumah sakit sebelum penyeragaman tarif nantinya.

Ia melihat, surat edaran Kemkes itu dimaksudkan untuk penyeragaman tarif rapid test yang dilakukan secara mandiri. Namun demikian, lanjut Retno, sebagai langkah awal Pemkot akan melakukan tinjau lapangan berapa harga satuan rapid test kit yang digunakan 17 rumah sakit di Kota Bogor saat ini.

"Sepengetahuan saya, yang banyak digunakan rapid test kit saat ini masih impor dan harganya Rp 200.000 per item. Kan tidak mungkin, harga itemnya Rp 200.000, tarif tesnya Rp 150.000," paparnya.

Tarif rapid test biasanya dihitung berdasarkan komponen harga item rapid test kit ditambah biaya jasa tenaga medis.

Retno pun menilai, harga tarif tertinggi Rp 150.000 dimungkinkan bisa lebih murah karena rapid kit diproduksi dari dalam negeri dan saat ini pemkot masih menunggu kepastian terkait ketersediaannya dari Kemkes.

Untuk itu, Pemkot akan memberikan tenggang kepada rumah sakit untuk menghabiskan stok rapid test kit yang beredar di rumah sakit saat ini, sebelum standarisasi atau penyeragaman harga untuk rapid test.

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran tertang tarif tertinggi pemeriksaan tes cepat atau rapid test Covid-19 mandiri yakni Rp 150.000. Batas tertinggi itu untuk menyeragamkan harga rapid test yang di daerah yang berbeda-beda.

Surat edaran itu dikeluarkan Kementerian Kesehatan Senin 6 Juli 2020. Dalam surat nomor HK.02.02/I/2875/2020 yang ditandatangani Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Bambang Wibowo menjelaskan bahwa batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan rapid test antibodi adalah Rp 150.000.

Besaran tarif tertinggi ini sebagaimana yang dimaksud berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan rapid test atas permintaan sendiri.

Pemeriksaan rapid test dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan.

“Agar fasilitas pelayanan kesehatan atau pihak yang memberikan pelayanan pemeriksaan rapid test dapat mengikuti tarif tertinggi yang telah ditetapkan,” tulis surat edaran tersebut.

Adapun tujuan dari surat edaran tersebut untuk memberikan kepastian bagi masyarakat dan pemberi layanan pemeriksaan rapid test agar tarif yang ada dapat memberikan jaminan bagi masyarakat. Agar mudah untuk mendapatkan pelayanan pemeriksaan rapid test.

Untuk itu surat edaran agar diikuti mulai dari kepada daerah, kepala dinas kota/kabupaten, rumah sakit, labotarium, hingga klinik.

“Sehubungan dengan hal tersebut, kepada pihak terkait agar menginstruksikan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan rapid test antibodi agar mengikuti batas maksimal batas tarif tertinggi Rp 150.000 atas permintaan sendiri,” bunyi surat tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com