Gerbang Tol Sawangan 4 Bikin Macet, Wali Kota Depok Meradang

Gerbang Tol Sawangan 4 Bikin Macet, Wali Kota Depok Meradang
Pengendara melintas memasuki pintu gerbang tol Sawangan 4 di Depok, Jawa Barat, Jumat, 3 Juli 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim)
Bhakti Hariani / CAH Rabu, 8 Juli 2020 | 17:06 WIB

 

Depok, Beritasatu.com - Operasional Gerbang Tol Sawangan 4 pada Tol Desari seksi II yang berada di Jalan Raya Sawangan membuat kemacetan panjang di ruas jalan tersebut. Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, ada beberapa kesepakatan yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu oleh pihak kontraktor sebelum gerbang tol dibuka untuk kelancaran arus lalu lintas.

"Pihak kontraktor sudah melakukan audiensi dengan kami dan kami memberikan masukan-masukan. Ada beberapa hal yang harus dilengkapi dari sisi analisis dampak lalu lintas. Antaralain terutama di pintu keluar tol, karena posisi keluar tol ada yang belok ke kanan ke arah Bojongsari dan ke kiri ke arah Jalan Margonda Raya," ujar Idris di Depok, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020).

Selain itu, lanjut Idris, traffic light yang tepat berada di depan pintu masuk dan keluar tol harusnya terkoneksi dengan Area Traffic Control System (ACTS) milik Pemkot Depok, agar nantinya durasi traffic light bisa dikendalikan dan waktunya lebih lama.

"Jadi, nanti ketika ada kemacetan adanya di jalan tol, bukan di Jalan Raya Sawangan, itu arahan kami dari awal," tutur Idris.

Selain itu, Idris juga telah meminta pihak kontraktor untuk segera memindahkan Kantor Kelurahan Rangkapan Jaya yang berada persis di pinggir jalan tol. Dengan harapan, kata dia, ketika nanti dibongkar bisa dijadikan jalan alternatif dan mampu menampung kapasitas kendaraan.

Baca Juga: Dukung Konektivitas Kawasan Metropolitan Jabodetabek, Tol Desari Seksi II Brigif - Sawangan Dibuka

"Mereka sudah setuju dan akan dikontrakkan sementara ke tempat lain, namun sampai saat ini belum terelaisasi. Itu jalan tol kan koordinasinya antara kementerian dan pihak kontraktor, namun tolong kami sebagai kepala daerah memiliki kepentingan, warganya warga kami, macetnya adalah wajah kami juga. Makanya kami terima audiensi, komitmen itulah yang harusnya dilaksanakan," tegas Idris.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana menambahkan, keberadaan tol harus memberi dampak positif terhadap layanan transportasi, pembangunan daerah dan kegiatan warga, bukan sebaliknya.

"Untuk itu perlu sinergi pusat daerah, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaannya," kata Dadang.

Dikatakannya, masih banyak yang harus dipenuhi dalam pembangunan tol, terutama on off ramp Sawangan.

"Kewajiban investor dan pusat, sesuai Andalalin adalah melebarkan jalan hingga ke Simpang Kodim dan Simpang Parung Bingung. Ini adalah kebutuhan yang harus diprioritaskan. Jika tidak, maka on off ramp Sawangan akan menjadi titik kemacetan baru," ujar Dadang.

Lebih lanjut dia mengatakan, pada saat audiensi dengan Wali Kota Depok Mohammad Idris, sebelum dibuka akan diselesaikan dulu komitmen pembangunan kantor Kelurahan Rangkapanjaya.

"Tapi ini tiba-tiba mendadak akan dibuka, padahal msih banyak hal yang belum diselesaikan. Tolnya mungkin sudah laik fungsi, tapi area sekitar on off ramp Sawangan di Jalan Raya Sawangan belum memenuhi syarat Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL)," ungkap Dadang.

Dishub Kota Depok pun akan menyurati Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) karena peresmian pembukaan pintu Tol Sawangan 4 pada Jumat 3 Juli 2020 itu, tidak ada manajemen rekayasa lalu lintasnya.

"Sekarang kondisinya begitu, pasca diresmikan tambah macet. Saya belum bisa berkomentar banyak soal ini, BPTJ rencananya akan melakukan pertemuan terkait ini dalam minggu ini. Kita tunggu saja," ujar Dadang.



Sumber: BeritaSatu.com