Budidaya Maggot, Pemkot Tangerang Jaga Kelestarian Lingkungan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.593 (-2.12)   |   COMPOSITE 6140.17 (-31)   |   DBX 1202.23 (-7.34)   |   I-GRADE 182.055 (-0.59)   |   IDX30 520.23 (-3.14)   |   IDX80 139.249 (-0.62)   |   IDXBUMN20 408.872 (-1.63)   |   IDXESGL 143.85 (-0.25)   |   IDXG30 142.18 (0.09)   |   IDXHIDIV20 459.051 (-3.03)   |   IDXQ30 148.957 (-0.6)   |   IDXSMC-COM 277.162 (-0.91)   |   IDXSMC-LIQ 347.622 (-0.6)   |   IDXV30 138.219 (-0.5)   |   INFOBANK15 1055.23 (-7.44)   |   Investor33 446.478 (-2.09)   |   ISSI 180.128 (-0.71)   |   JII 636.549 (-4.61)   |   JII70 222.134 (-1.32)   |   KOMPAS100 1238.45 (-7.28)   |   LQ45 966.883 (-3.74)   |   MBX 1689.51 (-8.25)   |   MNC36 329.297 (-2.07)   |   PEFINDO25 325.3 (-0.25)   |   SMInfra18 310.992 (2.08)   |   SRI-KEHATI 381.519 (-2.14)   |  

Budidaya Maggot, Pemkot Tangerang Jaga Kelestarian Lingkungan

Rabu, 8 Juli 2020 | 13:15 WIB
Oleh : Chairul Fikri. / HS

Tangerang, Beritasatu.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang terus mengupayakan perbaikan lingkungan di wilayah Kota Tangerang dengan mengontrol sampah rumah tangga atau sampah organik dari masyarakat. Salah satunya mengembangkan teknologi belatung black soldier fly (BFS) atau biasa dikenal dengan budidaya maggot.

Kepala Seksi Pengurangan Sampah, DLH Kota Tangerang, Dika Agus H, Selasa (7/7), menjelaskan bahwa teknik budidaya maggot ini dikembangkan di Intermediate Treatment Facility (ITF) Jatiuwung, Kota Tangerang tersebut sebagai upaya menjaga pelestarian lingkungan.

"Budidaya maggot yang dikembangkan DLH Kota Tangerang ini dilakukan untuk menjaga pelestarian lingkungan. Setiap hari 1 ton sampah rumah tangga atau sampah organik yang berasal dari Kota Tangerang diolah di ITF Jatiuwung ini menjadi pakan ikan. Dimana 40 kg maggot (belatung) mampu mengurai 800 kg - 1 ton sampah organik tanpa sisa," ungkap Dika.

Dia menjelaskan dalam prosesnya sampah akan diolah dalam budidaya maggot dengan pencacahan dan fermentasi. Kemudian, sampah dimasukan ke wadah atau kotak berisi maggot, dibiarkan hingga sampah organik habis dimakan maggot.

"Sampah fermentasi tersebut, hanya perlu dua hari untuk habis dimakan maggot. Hingga nantinya, maggot mengeluarkan kotoran, dan kotoran tersebutlah yang menjadi kompos untuk media tanam. Dan dari 800 kg - 1 ton sampah organik itu akan memproduksi 375 kg kompos, atau sekitar 15 karung kompos setiap hari," lanjutnya.

Selain Tangerang, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan juga membudidayakan maggot sebagai salah satu upaya menangani permasalahan sampah di wilayahnya.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup M Amin belum lama ini mengatakan pengelolaan sampah organik menggunakan maggot dilakukan di Kompleks Asrama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Kelurahan Pesanggrahan.
Dia menjelaskan, di lokasi tersebut menampung sejumlah sampah dan limbah rumah tangga dari sejumlah wilayah Jakarta Selatan.

Menurut Amin, maggot selain bermanfaat untuk mereduksi sampah organik, juga mempunyai nilai ekonomis, yaitu bisa menjadi sumber pakan ternak dan juga bisa menjadi pupuk.

Selain itu, maggot atau larva BSF bukan merupakan vektor penyakit dan relatif aman untuk kesehatan manusia.
Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali berharap budidaya ulat maggot untuk pengelolaan sampah rumah tangga bisa dikembangkan lebih luas lagi di masyarakat.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Remaja Tewas Dililit Ular di Serpong

Korban tewas setelah dililit ular yang disebut berukuran sebesar paha orang dewasa dengan panjang sekitar 4 meter.

MEGAPOLITAN | 8 Juli 2020

Limbah Medis di Bekasi Dibuang pada Malam Hari

Tidak ada penampungan khusus limbah medis

NASIONAL | 8 Juli 2020

Ini Protokol Kesehatan yang Wajib Diterapkan di Bioskop

Pemprov DKI meminta manajemen, karyawan, dan pengunjung agar tetap mematahui protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di bioskop.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2020

Djoko Tjandra Kantongi KTP, Ini Penjelasan Lurah Grogol Selatan

Lurah Grogol Selatan mengatakan, Djoko Tjandra bisa mengantongi KTP elektronik karena identitasnya masih tercatat di sistem Kependudukan dan Catatan Sipil.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2020

Bogor Kembali Swab Test 200 Penumpang KRL

Pemkot Bogor melakukan "swab test" Covid-19 mandiri di Stasiun Besar Bogor. Sebanyak 200 penumpang KRL menjalani tes PCR.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2020

Anies Diminta Perhatikan Kepentingan Nelayan

Anies diminta memperhatikan kepentingan para nelayan, terkait pemberian izin reklamasi Ancol.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2020

Komplotan Curanmor Bersenjata Airsoft Gun Dibekuk Polsek Bekasi Kota

Anggota Reskrim Polsek Bekasi Kota, Polrestro Bekasi Kota, membekuk komplotan spesialis curanmor yang membawa "airsoft gun" saat melakukan aksinya.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2020

Cegah Klaster Covid-19 KRL, Wakil Wali Kota Depok Minta Ada Pengaturan Jam Masuk Kantor

Wakil Wali Kota Depok meminta aktivitas di perkantoran memakai jam kerja sif, untuk menjaga ketertiban dan mencegah adanya klaster Covid-19 di KRL.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2020

Naik-Turun Pengguna KRL Stasiun Bekasi Diatur Kembali

Pemkot Bekasi meminta pengelola Stasiun Bekasi agar mengatur pergerakan pengguna KRL, agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di Jalan Raya Perjuangan .

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2020

Masa Berlaku SIM Tak Lagi Berdasarkan Tanggal Lahir

Masa berlaku SIM akan berdasarkan tanggal pencetakan.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS